Tampilkan postingan dengan label Demografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Demografi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Maret 2019

Indikator Kualitas Manusia Dan Penduduk

Dalam mempelajari masalah kependudukan, kita sering mendengar istilah demografi, misalnya jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, dan struktur penduduk. Secara umum, penduduk sebagian sumber daya mempunyai dua aspek, yaitu aspek kualitas penduduk dan kualitas manusia.

KUALITAS PENDUDUK DAN MANUSIA
Titik tolak kualitas penduduk dapat dilihat dari keadaannya yang bersifat fisik dan nonfisik. Kualitas fisik seseorang dapat dilihat dari ukuran/bobot fisiknya. Misalnya tinggi badan, berat badan, tenaga fisik, dan daya tahan fisik terhadap serangan penyakit. Kualitas nonfisik dapat dilihat dari kecerdasannya (intelektual/akal), keadaan emosinya (kecerdasan emosi), dan kecerdasan spiritual. Output dari kedua kualitas tersebut dapat dilihat dari kreativitas, produktivitas, disiplin, sifat kemandirian, serta kesetiawanan sosial.

Kualitas fisik, nonfisik, dan output memerlukan masukan yang penting berupa gizi, pendidikan, dan lingkungan.

Kualitas manusia sifatnya perorangan, yakni berkaitan dengan sifat-sifat langsung yang melekat pada diri seseorang. Kualitas penduduk merupakan sifat umum kelompok manusia. Dalam hal ini, ukurannya bersifat nilai rata-rata, yakni jumlah keadaan/kejadian tertentu per sejumlah penduduk tertentu. Kualitas penduduk dapat dilihat dari sifat fisiknya, misalnya angka kematian kasar, angka kematian bayi, angka kesakita ataupun umum harapan hidup. Sifat nonfisiknnya dapat dilihat dari produktivitas penduduk, disiplin sosial, kemandirian, solidaritas sosial, dan etika lingkungan.

Kualitas manusia dan penduduk
kualitas masukan
·Gizi
·Pendidikan.
·Lingkungan.
·Fisik.
·Biologis.
·Sosial Ekonomi.

Kualitas manusia
·Fisik
·Ukuran/bobot.
·Tenaga.
·Daya Tahan Fisik.
·Nonfisik.
·Kecerdasan.
·Emosional.
·Budi.
·Iman.

Kualitas penduduk
·Fisik.
·Angka kematian kasar.
·Angka kematian bayi.
·Angkat kesakitan.
·Harapan hidup.
·Nonfisik.
·Produktivitas penduduk.
·Disiplin sosial.
·Kemandirian.
·Solidaritas sosial.
·Etika lingkungan

Output
·Kreativitas.
·Produktivitas.
·Disiplin/Etika Kerja.

Kualitas masukan mempengaruhi kualitas manusia, kualitas manusia mempengaruhi kualitas penduduk, dan sebaliknya kualitas penduduk mempengaruhi kualitas manusia. Kualitas manusia menghasilkan output yang bisa membuat kualitas lebih baik.

INDIKATOR KUALITAS FISIK
Indikator kualitas fisik dapat dibagi dalam tiga kelompok, yakni ukuran beban fisik, masukan untuk bobot fisik, dan daya tahan fisik.Ukuran fisik seseorang biasanya dinilai dari berat dan tinggi badan. Faktor-faktor yang mempengaruhi bobot fisik adalah genetik dan gizi. Dahulu faktor genetik dianggap dominan. Akan tetapi, kecenderungan bertambah tinggi badan rata-rata orang Jepang ( yang dikenal bertumbuh pendek, setidak-tidaknya dibandingkan dengan orang Barat) menunjukkan bahwa perbaikan keadaan sosial ekonomi dapat memengaruhi perkembangan ukuran fisik.

Berapakah bobot fisik orang Indonesia? Tabel dibawah ini menunjukkan berat badan rata-rata orang Indonesia yang sehat menurut umum tertentu.
Tabel  2.1 Berat Badan Orang Indonesia Sehat
UMUR (TAHUN)
BERAT BADAN (Kg)
0-1
8
1-3
12
4-6
18
7-9
27
Laki-laki

10-12
35
13-15
42
16-19
50
20-39
55
40-59
55
60
55
Perempuan

10-12
35
13-15
42


Perkiraan berat badan ideal berdasarkan umur dan tinggi badan sangat peting. Pada penyakit-penyakit tertentu, tinggi badan dan berat badan sangat besar pengaruhnya terhadap umur yang bersangkutan.

Indikator lain untuk bobot manusia adalah berat badan lahir. Secara medis, barat badan lahir normal adalah 2.500 gram lebih.

Berat badan tubuh lahir ditentukan oleh proses atau keadaan yang berlangsung selama bayi tersebut berada dalam kadungan ibunya.

Pertumbuhan bobot fisik juga merupakan indikator yang dapat diukur. Berapa penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan anak-anak Indonesia masih di bawah pertumbuhan negara-negara maju. Misalnya, dalam tahun pertama, panjang bayi Indonesia rata-rata bertambah 23 cm (di negara maju 25 cm). Selama masa prasekolah, pertambahan berat badan rata-rata adalah 1,5-2 kg pertahun (di negara maju mencapai 2-3 kg).

Masukan bagi Kualitas Fisik
Untuk memperoleh bobot fisik yang ideal atau mencukupi, diperlukan masukan (input) tertentu. Gizi adalah masukan terpenting selain air bersih dan lingkungan hidup yang sehat. Dalam hal ini, gizi bukan hanya merupakan masukan vital bagi bobot fisik, tetapi juga bagi kualitas nonfisik.

Gizi yang cukup (kualitas dan kuantitas) diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun mental. Telah terbukti kurang motivasu, bereaksi lamban, dan apatis sehingga prestasinya dalam belajarpun kurang. Seorang anak yang menderita kurang gizi tidak dapat bereaksi maksimal terhadap lingkungan anak tersebut. Akibatnya, anak tersebut akan terisolasi dan kehilangan kesempatan berkembang pada masa pertumbuhannya.

Seseorang yang menderita kekurangan gizi dapat dilihat dari hilangnya gairah atau minat untuk menelaah atau menyelidiki keadaan lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, kemampuan kognitifnya tidak berkembang baik.

Kebutuhan utama untuk perkembangan intelektual yang normal adalah kemampuan mengolah informasi yang diterima serta menggunakan informasi tersebut pada berbagai macam situasi. Menurut penelitian, kekurangan gizi menyebabkan terganggunya kemampuan mencerna informasi-informasi yang diterima.

Ukuran-ukuran yang menunjukkan keadaan gizi seseorang, antara lain kalori (energi), protein, vitamin, dan mineral.

Ketahanan Fisik
Daya tahan fisik sangat ditentukan oleh masukan kualitas fisik serta bobot fisik. Akan tetapi, daya tahan tersebut juga ditentukan oleh upaya-upaya khusus, seperti olahraga teratur dan imunisasi yang membangun kekuatan fisik manusia dalam menghadapi tuntutan atau tantangan lingkungannya. Secara langsung, daya tahan fisik dapat dilihat dari angkat kesakitan dan angka kematian.

Sumber: Mengkaji Ilmu Geografi 2. Sugiyanto. Danang Endarto.

Kamis, 20 September 2018

Bonus Demografi di Indonesia

Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa. Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan salah satunya oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa itu. Demikian halnya dengan bangsa Indonesia yang saat ini masih dalam taraf membangun, sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas.  Berkaitan dengan hal ini, Indonesia saat ini disebut sedang memasuki suatu tahapan atau era yang sangat krusial dan menentukan dalam perjalanannya sebagai sebuah bangsa yang juga berada dalam masa pembangunan. 
Era yang krusial ini oleh banyak kalangan disebut-sebut sebagai era bonus demografi yang saat ini sudah dimulai dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada rentang tahun 2025-2030. 
Bonus demografi merupakan kondisi di mana populasi usia produktif lebih banyak dari usia non produktif. 
 "Hal ini terjadi karena keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Melalui keberhasilan program Keluarga Berencana merubah struktur umur penduduk yang ditandai dengan menurunnya rasio ketergantungan (dependency  ratio) penduduk non-usia kerja (0-14 tahun dan diatas 65 tahun) terhadap penduduk usia kerja (15-64 tahun)."


Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia, 1971–2016
Angka rasio ketergantungan negara Indonesia pada tahun 2016 sebesar 48,4%, ini dapat ditafsirkan sebagai berikut: bahwa 48 - 49 orang non produktif (terdiri atas anak-anak usia 1-15 tahun dan orang-orang tua usia 64 tahun ke atas) akan ditanggung atau ditopang kehidupannya oleh 100 orang usia produktif. Rasio ketergantungan paa tahun 2016 sudah jauh berkurang dibandingkan angka pada 1971 yang sebesar 86%. Jumlah penduduk Indonesia sendiri pada 2016 diperkirakan sebanyak 258 juta orang yang terdiri atas laki-laki sebanyak 129,98 juta orang dan penduduk dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 128,71 juta orang.
Bonus demografi sendiri, sebagaimana kandungan makna kata “bonus”, merupakan sebuah keuntungan yang dapat diraih asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu dan diusahakan dengan benar. 
Jadi, bonus demografi tidak semata-mata dan otomatis membawa keuntungan dan dampak positif melainkan perlu diusahakan dan diarahkan dengan benar. 

Keuntungan yang dapat diperoleh dari bonus demografi adalah:
  • tersedianya tenaga kerja usia produktif sebagai sumber daya penopang utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. 
Sementara syarat yang harus dipenuhi untuk meraih bonus demografi tersebut adalah 
  • tingkat kesehatan dan 
  • pendidikan yang memadai untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.
Tentu saja penduduk usia produktif yang dapat memberi sumbangan pada pertumbuhan ekonomi adalah penduduk usia produktif yang terserap oleh lapangan kerja. Jadi, salah satu syarat yang wajib terpenuhi dalam pemanfaatan bonus demografi adalah juga tersedianya lapangan kerja yang memadai. Pengangguran dan penyediaan lapangan kerja merupakan dua masalah penting yang perlu diselesaikan dalam menghadapi bonus demografi.

Pengangguran sendiri masih menjadi masalah besar bagi pemerintah Indonesia di mana angka pengangguran di Indonesia ketiga terbesar di antara negara-negara ASEAN. 
Berdasarkan data, angka pengangguran Indonesia sebesar 6,2%. Angka pengangguran di Indonesia lebih besar dari Malaysia yang hanya sebesar 3,2% dan Singapura sebesar 2,8%. Angka pengangguran ini harus dikurangi yang berarti pula perlu semakin terbukanya lapangan kerja dan makin siapnya penduduk usia produktif untuk terserap oleh lapangan kerja yang tersedia. 
Penduduk usia produktif perlu memperoleh kemudahan akses pendidikan dan pelatihan. Sehingga keterampilan yang diperoleh dari pendidikan dan pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di dunia kerja.
Pemanfaatan internet juga bisa menjadi salah satu solusi penyediaan lapangan kerja. Adanya aplikasi transportasi online semacam ojek dan taksi online terbukti dapat membuka lapangan kerja.
Solusi lain dalam usaha menekan angka pengangguran adalah dengan memperbanyak jumlah pengusaha atau mengembangkan jiwa kewirausahaan. Saat ini jumlah pengusaha di Indonesia sebesar 1,65% dari jumlah penduduk. Pembukaan usaha baru merupakan sumber pertumbuhan ekonomi baru karena menyumbang kepada pendapatan nasional atau PDB (produk domestik bruto).
Jumlah pengusaha sebesar 1,65% ini masih kurang karena jumlah ideal pengusaha yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi bangsa adalah 2% dari jumlah penduduk. Jumlah pengusaha Indonesia juga jauh dibandingkan negara lain, seperti Singapura yang jumlah pengusahanya mencapai 7%.
Kebijakan yang dapat mendorong terbukanya lapangan kerja (misalnya melalui investasi) dan kemudahan membuka usaha menjadi pekerjaan rumah buat pemerintah. Dengan banyaknya penduduk usia produktif yang terserap lapangan kerja dan membuka usaha, ekonomi pun akan tumbuh disertai peningkatan PDB. Dari sinilah pertumbuhan ekonomi dimulai.

Terkait bonus demografi ini Presiden Jokowi menyatakan bahwa bonus demografi ibarat pedang bermata dua yang satu sisi membawa berkah jika berhasil mengambil manfaatnya namun di sisi lain bisa menjadi bencana apabila kualitas manusia Indonesia tidak disiapkan dengan baik. 

Rabu, 19 September 2018

Informasi Kependudukan Melalui Peta, Tabel, Grafik Atau Diagram

1. Peta Kepadatan Penduduk 
Peta Persebaran Kepadataan Penduduk berikut ini menunjukkan bahwa:
  • Persebaran penduduk Indonesia sangat tidak merata.
  • Ketidak meratanya kepadatan penduduk akan tampak lebih mencolok jika kita bandingkan beberapa provinsi berikut ini. 

Jumlah Penduduk 34 Provinsi di Indonesia 2018

No
Nama Provinsi
Jumlah Penduduk
1.
Daerah Istimewa Aceh ( DIA ).
5,1 juta jiwa.
2.
Sumatra Utara ( Sumut ).
14,1 juta jiwa.
3.
Sumatra Barat ( Sumbar ).
5,2 juta jiwa.
4.
Sumatra Selatan ( Sumsel ).
8,1 juta jiwa.
5.
Riau.
6,4 juta jiwa.
6.
Kepulauan Riau ( Kepri ).
1,9 juta jiwa.
7.
Bengkulu.
1,9 juta jiwa.
8.
Jambi.
3,4 juta jiwa.
9.
Lampung.
8,2 juta jiwa.
10.
Kepulauan Bangka Belitung ( Kep Babel ).
1,4 juta jiwa.
Total Penduduk di Pulau Sumatra
55.700.000
11.
Banten.
11,9 juta jiwa.
12.
Daerah Khusus Ibukota ( DKI ) Jakarta.
10,2 juta jiwa.
13.
Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ).
3,7 juta jiwa.
14.
Jawa Barat ( Jabar ).
46,8 juta jiwa.
15.
Jawa Tengah ( Jateng ).
33,8 juta jiwa.
16.
Jawa Timur ( Jatim ).
38,9 juta jiwa.
Total Jumlah Penduduk di Pulau Jawa 2017
145.200.000
17.
Bali.
4,2 juta jiwa.
18.
Nusa Tenggara Barat ( NTB ).
4,8 juta jiwa.
19.
Nusa Tenggara Timur ( NTT ).
5,1 juta jiwa.
Total Jumlah Penduduk di Kepulauan Nusa Tenggara
14.100.000
20.
Kalimantan Barat ( Kalbar ).
4,8 juta jiwa.
21.
Kalimantan Selatan ( Kalsel ).
2,5 juta jiwa.
22.
Kalimantan Tengah ( Kalteng ).
3,9 juta jiwa.
23.
Kalimantan Timur ( Kaltim ).
4,1 juta jiwa.
24.
Kalimantan Utara ( Kaltara ).
650 ribu jiwa.
Total Jumlah Penduduk di Pulau Kalimantan
15.950.000
25.
Gorontalo.
1,2 juta jiwa.
26.
Sulawesi Utara ( Sulut ).
2,4 juta jiwa.
27.
Sulawesi Tengah ( Sulteng ).
2,9 juta jiwa.
28.
Sulawesi Barat ( Sulbar ).
1,3 juta jiwa.
29.
Sulawesi Tenggara ( Sultra ).
2,5 juta jiwa.
30.
Sulawesi Selatan ( Sulsel ).
8,6 juta jiwa.
Total Jumlah Penduduk di Pulau Sulawesi
18.900.000
31.
Maluku.
1,7 juta jiwa.
32.
Maluku Utara ( Malut ).
1,2 juta jiwa.
Total Jumlah Penduduk di Kepulauan Maluku
2.900.000
33.
Papua.
3,2 juta jiwa.
34.
Papua Barat.
880 ribu jiwa.
Total Jumlah Penduduk di Pulau Papua
4.080.000
Perkiraan Total Jumlah penduduk Indonesia 2018
260 juta jiwa.
  • Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Pulau Jawa dan juga terbesar no 1 di Negara Indonesia, diikuti oleh Propinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah di tempat / urutan ke 2 dan 3.
  • Sedangkan Provinsi Kalimantan Utara (provinsi termuda/terbaru) mempunyai jumlah penduduk paling sedikit di Indonesia.
  • Provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Pulau Sumatra adalah Provinsi Sumatera Utara.
  • Provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Pulau Kalimantan adalah Provinsi Kalimantan Barat.
  • Provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Pulau Sulawesi adalah Provinsi Sulawesi Selatan.
  • Provinsi dengan jumlah penduduk paling banyak di Pulau Papua adalah Provinsi Papua.
  • Pulau Jawa masih menjadi pulau terbanyak jumlah penduduknya dengan 55% dari total semua penduduk Indonesia 2017, diikuti oleh Pulau Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Papua dan Kepulauan Maluku.
  • Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk no 4 terbesar di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat.
2. Piramida Penduduk 
a. Pengertian 
Piramida penduduk adalah suatu jenis grafik batang (blok) tentang komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin pada saat tertentu. 

b. Cara Menyusun Piramida Penduduk 
Berikut ini adalah beberapa langkah untuk menyusun piramida penduduk. 
  1. Garis vertikal yang di tengah untuk menyatakan golongan umur, disusun mulai dari 0 - 4, 5 - 9 dan seterusnya sampai 60 ke atas.
  2. Golongan laki-laki di sebelah kiri.
  3. Golongan perempuan di sebelah kanan.
  4. Garis alas yang horizontal menunjukkan jumlah dalam jutaan. 
c. Macam-Macam Piramida Penduduk 
Berdasarkan bentuknya, piramida penduduk dibagi sebagai berikut.
  • Piramida bentuk kerucut sering disebut Piramida Penduduk Muda (Expansive), yaitu penduduk dalam pertumbuhan atau penduduk muda. Grafik tersebut menggambarkan penduduk yang sedang tumbuh. Jumlah penduduk bertambah terus atau mengembang karena jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian. Contohnya pada masyarakat agraris atau di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
  • Piramida bentuk granat sering disebut Piramida Penduduk Stasioner, yaitu penduduk stationer atau penduduk tetap. Grafik tersebut menggambarkan penduduk dalam keadaan tetap. Jumlah penduduk tidak berubah, jumlah kelahiran dan jumlah kematian seimbang.
  • Piramida bentuk batu nisan (guci terbalik) sering disebut Piramida Penduduk Tua (Constructive), yaitu penduduk dalam kemunduran atau penduduk susut. Grafik tersebut menunjukkan bahwa penduduk menuju ke arah kemunduran. Jumlah penduduk terus berkurang (susut) karena jumlah penduduk yang mati lebih besar dari yang lahir.
Dengan ketiga bentuk piramida tersebut, seseorang bisa mengetahui kondisi dari negara tersebut walau dalam bentuk grafik seperti di atas. Disimpulkan juga bahwa negara maju lebih banyak memiliki grafik Piramida Penduduk Stasioner. 

d. Kegunaan Piramida Penduduk 
Ada beberapa kegunaan piramida penduduk yang penting sebagai berikut.
  1. Untuk mengetahui maju mundurnya jumlah penduduk suatu negara.
  2. Untuk mengetahui perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan.
  3. Untuk mengetahui jumlah angkatan kerja yang tersedia.
  4. Untuk perencanaan pembangunan sarana pendidikan lapangan kerja, dan sebagainya. 
e. Piramida Penduduk Indonesia 
Data angka komposisi penduduk menurut golongan umur dan jenis kelamin, biasanya dituangkan ke dalam bentuk tabel seperti berikut ini.


Untuk mempermudah agar data pada tabel komposisi penduduk tersebut dapat mudah dipahami maka data di atas digambarkan ke dalam bentuk grafik piramida seperti gambar berikut ini.







f. Akibat Penduduk Muda di Bidang Ekonomi 
Apabila persentase penduduk muda besar maka dapat timbul masalah bagi perekonomian negara yang bersangkutan. Hal ini terjadi karena anggaran belanja negara harus disediakan untuk keperluan yang bersifat konsumtif. Pemerintah harus menyediakan fasilitas di bidang pendidikan (karena banyaknya anak usia sekolah), kesehatan, rekreasi, olahraga, dan sebagainya dengan dana yang besar. Akibatnya, dana untuk hal-hal yang bersifat produktif berkurang dan pendapatan negara maupun pendapatan tenaga kerja tidak ada. Untuk semua itu, perlu digalakkan gerakan menabung agar penanaman modal dapat lancar.

GEOGRAFI POPULER

Memahami Bumi, Membaca Dunia "Geografi bukan sekadar tentang peta atau nama-nama tempat. Geografi adalah cara memahami bagaimana Bumi b...

Chiba University, Japan

Chiba University, Japan