WEB Blog ini Merupakan Sarana Untuk Mengkaji Berbagai Fenomena Alam, Sosial dan memahami disiplin ilmu Geografi, Kebumian, Astronomi dan IT. Blog ini adalah kumpulan materi dengan sumber Buku-Buku dan Informasi Digital lainnya serta hasil pertemuan dan diskusi dengan para dosen serta guru-guru MGMP Geografi. Semuanya ini untuk sarana belajar. Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG)
Tampilkan postingan dengan label Materi XI Semester 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi XI Semester 1. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 15 Juni 2019
Ringkasan Keragaman Budaya Indonesia
PENGERTIAN KEBUDAYAAN
- Kata 'budaya' berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu 'buddhayah'. Kata buddhayah merupakan bentuk jamak dari 'buddhi' yang berarti "budi" atau "akal". Jadi, kebudayaan dapat dipahami sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal, seperti pikiran (cipta), rasa, dan kehendak (karsa).
- Definisi Kebudayaan yang Disampaikan oleh Beberapa Ahli,
- James P. Spradley, Kebudayaan sebagai sistem ide atau sistem gagasan. Sistem tersebut berfungsi sebagai pedoman dan penuntun masyarakat untuk bersikap dan berperilaku. Oleh karena itu, kebudayaan bersifat abstrak. Kebudayaan dapat terungkap secara implisit ataupun eksplisit baik dalam bentuk komentar sederhana maupun dalam bentuk wawancara panjang.
- Ralp Linton, Kebudayaan merupakan keseluruhan dari pengetahuan, sikap, dan perilaku yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota masyarakat tertentu.
- Herskovits, Kebudayaan menjadi bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia.
- Koentjaraningrat, Kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
- Joseph Spencer dan William Thomas mengatakan bahwa budaya adalah "jumlah total perilaku dan cara belajar manusia dalam melakukan sesuatu.
- Ada tiga wujud kebudayaan. Ketiga wujud itu tidak terpisah satu dengan lain. Ketiga wujud kebudayaan itu adalah gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia.
- Gagasan sebagai wujud kebudayaan ideal bersifat abstrak tidak dapat diraba atau disentuh. Bentuknya antara lain berupa kumpulan ide atau gagasan, nilai, norma, dan peraturan.
- Unsur-unsur universal kebudayaan adalah unsur-unsur kebudayaan yang dapat ditemukan di semua kebudayaan bangsa-bangsa di dunia.
- Dalam buku Universal Categories of Culture, C. Kluckhohn berpendapat bahwa ada tujuh unsur kebudayaan yang bersifat universal, yaitu:
- Bahasa
- Sistem pengetahuan
- Sistem organisasi kemasyarakatan
- Sistem peralatan hidup dan teknologi
- Sistem mata pencarian hidup dan system ekonomi
- Sistem religim, dan
- Kesenian.
PENGARUH FAKTOR GEOGRAFIS TERHADAP KERAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA
- Iklim merupakan rata-rata cuaca di suatu wilayah yang luas dan dalam waklu yang lama. Iklim merupakan faktor lingkungan utama yang menentukan keadaan lingkungan alam dalam kaitannya dengan keadaan lahan, tanah, air, flora, dan fauna.
- Ada beberapa pandangan tentang pengaruh geografis terhadap kebudayaan di antaranya pandangan determinisme lingkungan dan posibilisme.
- Determinisme lingkungan merupakan teori mengenai interaksi antara budaya dan lingkungan sejak zaman Yunani Klasik. Gagasan ini pada dasarnya menyatakan lingkungan secara mekanis menentukan bagaimana budaya beradaptasi. Pada abad ke-20, gagasan. ini disampaikan Ellsworth Huntington. Ada beberapa masalah dalam konsep determinisme lingkungan yakni sebagai berikut:
- Ada keyakinan bahwa lingkungan dan kehidupan di dalam lingkungan itu tetap dan tidak berubah.
- Ada asumsi bahwa hanya lingkunganlah yang berperan.
- Menurut pandangan posibilisme, kondisi lingkungan alam bukan faktor yang sangat menentukan, melainkan faktor pengendali yang memberikan kemungkinan atau peluang yang memengaruhi kebudayaan manusia. Salah seseorang tokoh geografi yang menganut paham posibilisme adalah Paul Vidal de la Blache.
PERSEBARAN KERAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA
- Menurut Koentjaraningrat, klasifikasi suku bangsa Indonesia masih berdasarkan sistem Iingkaran hukum adat yang disusun oleh van Vollenhoven. Menurut van Vollenhoven, ada sembilan belas lingkaran hukum adat. Kesembilan belas lingkaran hukum adat itu adalah sebagai berikut:
- Aceh (menurut Vollenhoven termasuk Aceh Besar, Pantai Barat Aceh, Singkel, Simeulue)
- Gayo, Alas, dan Batak dimana Vollenhoven memasukkan wilayah :
- Tanah Gayo (Gayo Lueus).
- Tanah Alas.
- Tanah Batak (Tapanuli)
- Tapanuli Utara.
- Pakpak-Batak (Barus).
- Karo-Batak.
- Simalungun-Batak.
- Toba-Batak (Samosir, Balige, Laguboti, Lumban Julu).
- Tapanuli Selatan.
- Padang Lawas (Tano Sepanjng).
- Angkola.
- Mandailing (Sayurmatinggi).
- Nias (Nias Selatan).
- Daerah Minangkabau (Padang, Agam, Tanah Datar, Limapuluh Kota, Daerah Kampar, Kerinci).
- Sumatera Selatan.
- Bengkulu (Rejang).
- Lampung (Abung, Peminggir, Pubian, Rebang, Gedongtataan, Tulangbawang).
- Palembang (Anak-Lakitan, Jelma Daya, Kubu, Pasema, Semendo).
- Enggano.
- Daerah Melayu (Lingga Riau, Indragiri, Pantai Timur Sumatera Utara, orang-orang Banjar).
- Bangka dan Belitung.
- Kalimantan (Pembagian Vollenhoven meliputi Dayak, Bagian Barat Kalimantan, Kapuas Hulu, Kalimantan Tenggara, Mahakam Hulu, Pasi, Dayak Kenya, Dayak Klementen, Dayak Landak dan Tayan, Dayak-Lawang, Lepo-Alim, Lepo-Timei, Long Glatt, Dayak-Maanyan-Pantai, Dayak Maan Siung, Dayak-Ngaju, Dayak-Ot-Danum, Dayak-Penyabung Punan).
- Minahasa (Manado Indonesia).
- Gorontalo (Bolaang Mongondow, Boalemo).
- Daerah/Tanah Toraja (Vollenhoven memasukan wilayah Sulawesi bagian Tengah, Toraja, orang Toraja berbahasa Baree, Toraja Barat, Sigi, Kaili, Tawaili, Toraja Sadan, To Mori, To Lainang, Kepulauan Banggai Indonesia).
- Sulawesi Selatan (Orang Bugis, Bone, Laikang, Ponre, Mandar, Makasar, Selayar, Muna).
- Kepulauan Ternate (Ternate, Tidore, Halmahera, Tobelo, Pulau Sula).
- Maluku-Ambon (Ambon, Banda, orang Uliaser, Saparua, Buru, Seram, dan juga Vollenhoven memasukkan Kepulauan Kai, Kepulauan Aru, Kisar).
- Irian.
- Vollenhoven merinci Kepulauan Timor termasuk kelompok Timor, Timur, Bagian tengah Timor, Mollo, Sumba, Bagian tengah Sumba, Sumba Timur, Kodi, Flores, Ngada, Roti, Savu Bima.
- Bali dan Lombok (Bali, Tangan Parigsingan, Kastala, Karangasem, Buleleng, Jembarana, Lombok, Sumbawa).
- Jawa Tengah dan Jawa Timur termasuk Madura (Jawa bagian tengah, Kedu, Purworejo, Tulungagung, Jawa Timur, Surabaya, Madura).
- Daerah Kerajaan (Solo-Yogyakarta).
- Jawa Barat (Parahyangan, Tanah Sunda, Jakarta, Banten).
- Secara tipologio bahasa daerah di Indonesia dapat dibedakan ke dalam rumpun bahasa Austronesia dan rumpun bahasa Papua.
- Rumpun Bahasa Austronesia, Sekitar 66% dari bahasa daerah yang ada di Indonesia termasuk rumpun bahasa Austronesia. Rumpun Bahasa Austronesia tersebar dari Taiwan dan Hawai di ujung utara sampai Selandia Baru (Aotearoa) di ujung selatan, dan dari Madagaskar di ujung barat sampai Pulau Paskah (Rapanui) di ujung timur.
- Rumpun bahasa Papua, Sekitar 33,6 % dari bahasa daerah yang ada di Indonesia termasuk rumpun bahasa Papua. Rumpun bahasa Papua tersebar di Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua.
PEMBENTUKAN KEBUDAYAAN NASIONAL
- Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
- Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, kebudayaan nasional Indonesia merupakan suatu kebudayaan yang universal.
- Dalam pandangan Sanusi Pane, kebudayaan nasional lndonesia sebagai kebudayaan Timur harus mengutamakan unsur-unsur kerohanian/ perasaan, dan gotong royong.
- Menurut Poerbatjaraka, kebudayaan nasional Indonesia harus berakar pada kebudayaan Indonesia sendiri.
- Adapun bagi Ki Hajar Dewantara, kebudayaan nasional lndonesia merupakan puncak kebudayaan daerah.
- Menurut Koentjaraningrat, ada beberapa konsep kebudayaan nasional. Pertama, kebudayaan nasional adalah karya warga Negara Indonesia, termasuk juga karya-karya zaman dahulu di berbagai wilayah tanah air. Kedua, kebudayaan nasional merupakan hasil karya warga Negara Indonesia yang tema pikiran dan wujudnya mengandung ciri-ciri khas Indonesia. Ketiga, kebudayaan nasional merupakan hasil karya warga Negara Indonesia dan umumnya dirasakan memiliki nilai yang tinggi sehingga menjadi kebanggaan orang Indonesia.
- Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, kebudayaan nasional Indonesia adalah keseluruhan proses dan hasil interaksi antarkebudayaan yang hidup dan berkembang di Indonesia.
- Berikut asas-asas pemajuan kebudayaan:
- Toleransi.
- Keberagaman.
- Kelokalan.
- Lintas wilayah
- Partisipatif
- Manfaat
- Keberlanjutan
- Kebebasan berekspresi
- Keterpaduan
- Kesederajatan
- Gotong royong.
- Pemajuan kebudayaan adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia.
- Pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan dilakukan untuk hal-hal berikut.
- Membangun karakter bangsa.
- Meningkatkan ketahanan budaya
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Meningkatkan peran aktif dan pengaruh Indonesia dalam hubungan internasional.
PELESTARIAN DAN PEMANFAATAN PRODUK KEBUDAYAAN INDONESIA DALAM BIDANG EKONOMI KREATIF DAN PARIWISATA
- Produk budaya merupakan karya intelektual, artistik dan praktik individu atau kelompok yang memiliki makna tertentu yang didasari oleh keyakinan, sikap, gagasan, dan nilai budaya dalam tradisi lokal tertentu.
- Salah satu produk budaya nasional Indonesia adalah kain batik. Walaupun batik diyakini berasal dari Jawa, seni batik tersebar di hampir seluruh kepulauan di Indonesia.
- Menurut G.P. Rouffaer (1900), jasper dan juga Pringadi (1912), seni batik berasal dari India.
- Pengembangan industri kreatif lebih menitikberatkan industri yang berbasis hal-hal berikut.
- Lapangan usaha budaya kreatif (creative cultural industry).
- Lapangan usaha kreatif (creative industry).
- Hak kekayaan intelektual, seperti hak cipta (copyright industry).
- Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pariwisata adalah. berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah.
- Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.
- Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.
KEBUDAYAAN INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI KEBUDAYAAN GLOBAL
- Globalisasi adalah proses interaksi dan integrasi antara manusia, perusahaan, dan pemerintah dari berbagai negara yang didorong oleh perdagangan dan investasi internasional dan dibantu oleh teknologi informasi.
- Pada tahun 1960-an Marshall Mcluhan memopulerkan istilah "desa global", yang mengacu pada 'penyempitan' dunia melalui komunikasi elektronik langsung. Karya Mcluhan (1962) menunjukkan perbedaan waktu dan ruang dengan cepat menjadi tidak relevan sebagai hasil teknologi.
- Beberapa bentuk identitas nasional antara lain sebagai berikut.
- Bahasa nasional atau bahasa persatuan, yakni bahasa Indonesia.
- Bendera negara, yakni Sang Merah Putih.
- Lagu kebangsaan Indonesia, “Indonesia Raya”
- Lambang negara, yakni Garuda Pancasila
- Semboyan negara, yakni Bhinneka Tunggal Ika.
- Dasar falsafah negara, yakni Pancasila.
- Hukum dasar negara, yakni Pancasila.
- Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat.
- Konsepsi wawasan Nusantara.
- Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional
Jumat, 14 Juni 2019
Ringkasan Ketahanan Pangan, Industri, dan Energi
PENGERTIAN KETAHANAN PANGAN, BAHAN INDUSTRI, SERTA ENERGI BARU DAN TERBARUKAN
- Deklarasi Roma tentang Ketahanan Pangan Dunia menegaskan kembali hak setiap orang untuk memiliki akses terhadap makanan yang aman dan bergizi yang sesuai dengan hak atas makanan yang layak dan hak dasar setiap orang untuk bebas dari kelaparan.
- Bagi FAO, ketahanan pangan merupakan situasi ketika semua rumah tangga mempunyai akses, baik secara fisik maupun ekonomi, untuk memperoleh pangan bagi seluruh anggota keluarganya dan rumah tangga tidak berisiko untuk mengalami kehilangan kedua akses tersebut.
- Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.
- Untuk mencapai kondisi ketahanan pangan, ada empat komponen harus dipenuhi. Keempat komponen itu adalah kecukupan ketersediaan pangan, stabilitas ketersediaan pangan, aksesibilitas/keterjangkauan terhadap pangan, dan kualitas/keamanan pangan.
- Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, industri adalah seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan/atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri.
- Bahan baku adalah bahan mentah. barang setengah jadi, atau barang jadi yang dapat diolah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi. Bahan baku adalah bahan utama yang digunakan dalam pembuatan produk. Dalam proses produksi, kita mengenal juga istilah bahan penolong. Bahan penolong adalah bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dalam menghasilkan produk.
- Penggunaan bahan baku dan bahan penolong dalam proses produksi hendaknya mengikuti standar industri hijau. Industri hijau adalah Industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
- Berkaitan dengan bahan bakunya, ada tiga jenis industri, yaitu sebagai berikut.
- Industri ekstraktif, yakni industri yang menggunakan bahan baku yang diperoleh langsung dari alam. Contohnya pertanian, pertambangan, dan perikanan.
- Industri nonekstraktif, yakni industri yang menggunakan bahan baku dari hasil-hasil industri lain. Contohnya industri pakaian jadi.
- Industri fasilitatif atau disebut juga industri tersier, yakni industri yang kegiatannya menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain. Contohnya perbankan, perdagangan, angkutan, dan pariwisata.
- Energi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan atau usaha. Ada berbagai macam energi. Contohnya adalah energi panas, energi cahaya, energi mekanik, energi kimia, dan energi elektromagnetik. Energi dihasilkan oleh sumber-sumber daya energi.
- Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, sumber daya energi adalah sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan, baik sebagai sumber energi maupun sebagai energi.
- Sumber energi adalah sesuatu yang dapat menghasilkan energi, baik secara langsung maupun melalui proses konversi atau transformasi. Contohnya matahari, angin, air, minyak bumi, gas bumi, dan batu bara. Secara luas, sumber energi dapat dikelompokkan atas sumber energi tak terbarukan dan sumber energi terbarukan. Sumber energi tak terbarukan adalah sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang akan habis jika dieksploitasi secara terus-menerus. Contohnya minyak bumi, gas bumi, batu bara, gambut, dan serpih bitumen. Energi yang berasal dari sumber energi tak terbarukan disebut energi tak terbarukan. Yang termasuk energi tak terbarukan adalah energi fosil. Energi fosil terbentuk dari bahan organik yang berasal dari berbagai flora dan fauna yang hidup pada berjuta-juta tahun yang lalu. Flora dan fauna tersebut mati dan membusuk. Jasadnya mengalami proses dekomposisi dan proses kimiawi.
- Sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Sumber energi ini merupakan sumber daya alam, seperti sinar matahari, angin, air, panas samudra, gelombang laut, biomassa, dan panas bumi yang secara alami dapat dicukupi kembali (dan dapat diperbarui). Sebagian besar energi terbarukan digunakan untuk pembangkit listrik, panas dalam proses industri, pemanas dan pendingin bangunan, dan bahan bakar transportasi. Energi terbarukan banyak tersedia di lautan dalam bentuk energi angin, energi gelombang, energi pasang surut, dan energi arus laut. Itulah sebabnya di Indonesia dengan lautnya yang cukup luas sangat memungkinkan sumber energi terbarukan dibangun.
- Penyebab pengembangan sumber negeri yang terbarukan harus dilakukan adalah sebagai berikut.
- Permintaan energi meningkat dengan pesat karena industrialisasi dan pertumbuhan penduduk yang pesat.
- Sumber energi fosil tidak terbarukan.
- Sumber konvensional (bahan bakar fosil) juga menyebabkan polusi sehingga penggunaannya dapat menurunkan kualitas lingkungan.
POTENSI DAN PERSEBARAN SUMBER DAYA PERTANIAN, PERKEBUNAN, PERIKANAN, DAN PETERNAKAN UNTUK KETAHANAN PANGAN NASIONAL
- Pertanian merupakan sektor utama yang menjadi tumpuan ketahanan pangan. Untuk menjamin ketahanan pangan nasional, dilakukan pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan. Kawasan pertanian pangan berkelanjutan adalah wilayah budi daya pertanian, terutama pada wilayah perdesaan yang memiliki hamparan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan/atau hamparan lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan serta unsur penunjangnya dengan fungsi utama untuk mendukung kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional.
- Lahan pertanian memiliki peran dan fungsi strategis bagi masyarakat Indonesia yang bercorak agraris karena terdapat sejumlah besar penduduk Indonesia yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Lahan pertanian terdiri atas lahan sawah dan lahan pertanian bukan sawah.
- Lahan sawah adalah lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang asal/status lahan tersebut. Lahan sawah terdiri atas hal-hal berikut.
- Lahan sawah irigasi, yakni lahan sawah yang keperluan airnya disuplai oleh irigasi.
- Lahan sawah tadah hujan, yakni lahan sawah yang bergantung pada air hujan.
- Lahan sawah pasang surut, yakni lahan sawah yang pengairannya bergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut.
- Lahan sawah lebak, yakni lahan sawah yang pengairannya berasal dari reklamasi rawa lebak (bukan pasang surut).
- Polder dan sawah lainnya, yakni lahan sawah yang terdapat di delta sungai yang pengairannya dipengaruhi oleh air sungai tersebut. Sementara itu, sawah lainnya antara lain adalah rembesan-rembesan rawa yang biasanya ditanami padi.
- Jika dilihat menurut pulau, lahan sawah terluas terdapat di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Sementara itu, luas lahan lahan sawah terkecil ada di Pulau Maluku dan Pulau Papua.
- Lahan pertanian bukan sawah adalah semua lahan pertanian selain lahan sawah. Lahan pertanian bukan sawah antara lain terdiri atas tegal/kebun, ladang/huma, dan lahan yang sementara tidak diusahakan.
- Lahan pertanian bukan sawah menghasilkan berbagai hasil pertanian, seperti tanaman pangan dan tanaman hortikultura.
- Tanaman pangan antara lain mencakup padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar. Persebaran tanaman pangan hampir merata di seluruh wilayah Indonesia walaupun sentra beberapa jenis tanaman pangan terdapat di daerah-daerah tertentu. Contoh produksi padi tertinggi ditemukan di Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
- Tanaman hortikultura mencakup tanaman buah-buahan, sayuran, rempah/ obat (biofarmaka), dan florikultura atau bunga-bungaan (tanaman hias).
- Tanaman buah-buahan yang produksinya paling tinggi adalah tanaman pisang. Provinsi-provinsi yang menghasilkan buah pisang dengan produksi yang sangat tinggi adalah Provinsi Lampung, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
- Produksi sayuran utama adalah kubis, kentang, bawang merah, dan cabai besar. Empat daerah penghasil kubis terbesar di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra Utara.
- Tanaman hortikultura yang lain adalah tanaman florikultura atau tanaman hias. Produksi tanaman hias utama adalah krisan, mawar, sedap malam, dan anggrek. Daerah penghasil krisan terbesar di Indonesia adalah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Daerah penghasil mawar terbesar di Indonesia adalah Jawa Timur. Daerah penghasil sedap malam terbesar di Indonesia adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Daerah penghasil anggrek terbesar di Indonesia adalah Banten dan Jawa Barat.
- Tanaman biofarmaka (rempah/obat-obatan) juga termasuk tanaman hortikultura. Produksi tanaman biofarmaka utama adalah jahe, kunyit, laos/lengkuas, kencur, dan temu lawak. Daerah penghasil jahe terbesar di Indonesia adalah Jawa Timur. Daerah penghasil kunyit terbesar di Indonesia adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Daerah penghasil laos/ lengkuas terbesar di Indonesia adalah Jawa Tengah. Daerah penghasil kencur terbesar di Indonesia adalah Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan. Daerah penghasil temulawak terbesar di Indonesia adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
- Perkebunan adalah segala kegiatan pengelolaan sumber daya alam, sumber daya manusia, sarana produksi, alat dan mesin, budi daya, panen, pengolahan, dan pemasaran terkait tanaman perkebunan. Tanaman perkebunan adalah tanaman semusim atau tanaman tahunan yang jenis dan tujuan pengelolaannya ditetapkan untuk usaha perkebunan.
- Jenis usaha perkebunan terdiri atas usaha budi daya tanaman perkebunan dan usaha industri pengolahan hasil perkebunan. Usaha budi daya tanaman perkebunan adalah serangkaian kegiatan pengusahaan tanaman perkebunan yang meliputi kegiatan pratanam, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan dan sortasi, termasuk perubahan jenis tanaman, dan diversifikasi tanaman. Sementara itu, usaha industri pengolahan hasil perkebunan adalah serangkaian kegiatan penanganan dan pemrosesan yang dilakukan terhadap hasil tanaman perkebunan yang ditujukan untuk mencapai nilai tambah yang lebih tinggi dan memperpanjang daya simpan.
- Menurut jenis tanamannya, perkebunan dapat dibedakan atas dua hal berikut.
- Perkebunan dengan tanaman musim adalah perkebunan dengan tanaman yang dikelola merupakan tanaman budi daya dengan umur yang pendek. Contohnya, perkebunan tembakau, tebu, sereh wangi, jarak kepyar, dan nilam.
- Perkebunan tanaman tahunan adalah perkebunan dengan tanaman yang dikelola pada umumnya berumur lebih dari satu tahun dan pemungutan hasilnya dilakukan lebih dari satu kali. Contohnya, perkebunan kelapa, kelapa sawit, karet, teh, kakao, kopi, cengkih, kapuk, jambu mete, kayu manis, kemiri, pinang, lada, vanili, dan pala.
- Persebaran sumber daya perkebunan dapat dikelompokkan dengan mengikuti pandangan Franz Junghuhn yang membagi zona iklim berdasarkan ketinggian. Berdasarkan pandangan ini, sebaran sumber daya perkebunan dapat dikelompokkan dalam wilayah-wilayah berikut.
- Di daerah zona panas (dataran rendah), tanaman yang biasa dibudidayakan antara lain kelapa, tebu, dan jagung.
- Di daerah batas pantai sampai sekitar ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, tanaman yang cocok dibudidayakan antara lain tanaman tebu, karet, dan kopi.
- Di daerah dengan ketinggian sekitar 700-1.500 meter di atas permukaan laut, tanaman yang dapat dibudidayakan antara lain teh, kina, dan tanaman hortikultura.
- Kawasan perkebunan merupakan wilayah pembangunan perkebunan sebagai pusat pertumbuhan dan pengembangan usaha agribisnis perkebunan yang berkelanjutan. Kawasan perkebunan disatukan oleh kesamaan tipologi agroekosistem, kegiatan ekonomi, sosial budaya dan berbagai infrastruktur pertanian untuk mencapai skala ekonomi dan efektivitas manajemen usaha perkebunan. Lokasi kawasan perkebunan dapat berupa kawasan yang secara historis telah ada maupun lokasi baru yang sesuai topologi agroekosistem dan persyaratan budi daya bagi tiap jenis komoditas.
- Produksi perkebunan dapat dikelompokkan atas produksi primer dan produksi olahan. Produksi primer adalah produksi/hasil yang dipanen dari usaha perkebunan tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut. Contoh produksi primer perkebunan cokelat adalah buah basah. Sementara itu, produksi olahan adalah produksi primer yang telah diolah menjadi suatu bentuk barang jadi atau barang setengah jadi sehingga nilai ekonomisnya lebih tinggi. Contoh produksi olahan perkebunan cokelat adalah bubuk cokelat, minyak cokelat, meses, dan permen cokelat.
- Produksi perkebunan besar Indonesia menurut jenis tanaman didominasi oleh minyak sawit, produksi biji sawit, dan gula tebu. Sementara itu, produksi perkebunan rakyat Indonesia didominasi oleh minyak kelapa sawit, produksi kelapa karet, gula tebu, dan tembakau.
- Sumber daya perikanan Indonesia cukup potensial untuk ketahanan pangan nasional. Menurut data FAO tahun 2012, Indonesia menempati peringkat ke-2 dalam produksi perikanan tangkap laut dunia dan peringkat ke-4 dalam produksi perikanan budi daya di dunia.
- Kegiatan perikanan di Indonesia terdiri atas perikanan budi daya dan perikanan tangkap. Perikanan tangkap adalah semua kegiatan untuk memperoleh ikan di perairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara apa pun, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan/atau mengawetkannya. Produksi perikanan tangkap berasal dari penangkapan di laut dan penangkapan di perairan umum (waduk, danau, sungai, dan sejenisnya).
- Produksi perikanan laut mendominasi produksi perikanan tangkap. Produksi perikanan laut yang tertinggi ditemukan di Provinsi Maluku dan Sumatra Utara. Produksi perikanan perairan umum tertinggi ditemukan di Provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatra Selatan. Jenis produksi perikanan perairan umum antara lain ikan nila, tawes, mujair, dan gabus. Sementara itu, jenis produksi perikanan laut dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok, seperti ikan pelagis kecil, pelagis besar, demersal, ikan karang, udang penaeid, lobster, kepiting, rajungan, dan cumi-cumi.
- Potensi dan persebaran sumber daya perikanan dapat dilihat pada sebelas wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) merupakan wilayah pengelolaan perikanan untuk penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, konservasi, penelitian, dan pengembangan perikanan yang meliputi perairan pedalaman, perairan kepulauan, laut teritorial, zona tambahan, dan zona ekonomi eksklusif Indonesia. Kesebelas wilayah itu adalah sebagai berikut.
- WPPNRI 571 meliputi perairan Selat Malaka dan Laut Andaman.
- WPPNRI 572 meliputi perairan Samudra Hindia sebelah Barat Sumatra dan Selat Sunda.
- WPPNRI 573 meliputi perairan Samudra Hindia sebelah selatan Jawa hingga sebelah selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu, dan Laut Timor bagian barat.
- WPPNRI 711 meliputi perairan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Tiongkok Selatan.
- WPPNRI 712 meliputi perairan Laut Jawa.
- WPPNRI 713 meliputi perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Bali.
- WPPNRI 714 meliputi perairan Teluk Tolo dan Laut Banda.
- WPPNRI 715 meliputi perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, dan Teluk Berau.
- WPPNRI 716 meliputi perairan Laut Sulawesi dan sebelah utara Pulau Halmahera.
- WPPNRI 717 meliputi perairan Teluk Cenderawasih dan Samudra Pasifik.
- WPPNRI 718 meliputi perairan Laut Aru, Laut Arafuru, dan Laut Timor bagian timur.
- Perikanan budi daya adalah kegiatan untuk memproduksi biota (organisme) akuatik di lingkungan terkendali dalam rangka mendapatkan keuntungan (profit). Perikanan budi daya dapat dikelompokkan atas budi daya laut, budi daya tambak, budi daya kolam, budi daya keramba, budi daya jaring apung, dan budi daya sawah.
- Jenis produksi budi daya laut antara lain rumput laut, mutiara, kerapu kerang hijau, dan ikan bandeng. Jenis komoditas budi daya tambak antara lain ikan bandeng, udang vaname, dan ikan nila. Jenis produksi budi daya kolam antara lain ikan lele, ikan gurami, dan ikan nila. Jenis komoditas perikanan budi daya karamba antara lain ikan nila, ikan mas, dan ikan tawes. Jenis komoditas budi daya jaring apung antara lain ikan nila, ikan lele, dan ikan patin. Jenis produksi budi daya sawah antara lain ikan bandeng, udang vaname, dan ikan tawes.
- Produksi ikan budi daya laut terutama dihasilkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Ketiga provinsi ini telah menghasilkan ikan budi daya laut lebih dari sejuta ton. Sementara itu, produksi ikan budi daya tambak terutama dihasilkan di Provinsi Sulawesi Selatan. Produksi ikan budi daya kolam, jaring apung, dan sawah terutama dihasilkan di Provinsi Jawa Barat. Produksi ikan budi daya keramba terutama dihasilkan di Provinsi Jambi.
- Peternakan merupakan usaha pembudidayaan hewan ternak tertentu dengan tujuan pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Ternak adalah hewan peliharaan yang produknya diperuntukkan sebagai penghasil pangan, bahan baku industri, jasa, dan/atau hasil ikutannya yang terkait dengan pertanian.
- Sebaran ternak sangat dipengaruhi oleh kondisi biofisik dan sosial-ekonomi. Kondisi biofisik antara lain kondisi alam, seperti basah atau kering dan ketersediaan pakan alam, seperti sisa tanaman pertanian dan rumput. Sementara itu, faktor sosial ekonomi adalah jumlah penduduk perdesaan (sebagai produsen), jumlah penduduk perkotaan (sebagai konsumen), dan fasilitas angkutan.
- Wilayah yang area tanaman pertanian dan rumput-rumputannya luas, penduduknya padat, dan kondisi fasilitas angkutannya sangat baik menjadi sentra populasi ternak sapi potong, sapi perah, kambing, domba, dan unggas. Wilayah yang memiliki sungai-sungai besar sehingga banyak air dan rumput di sekitarnya serta jumlah penduduknya cukup padat menjadi sentra populasi ternak kerbau dan itik. Wilayah yang iklimnya cukup kering dan jarang penduduknya menjadi sentra populasi ternak kuda.
- Menurut Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2016, ternak dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok. Keempat kelompok ternak itu adalah kelompok ternak besar, ternak kecil, ternak unggas, dan aneka ternak.
- Ternak besar terdiri atas ternak sapi potong, sapi perah, kerbau, dan kuda. Sebaran populasi ternak besar tampaknya ditemukan di seluruh provinsi di Indonesia meskipun sebaran itu tidak merata. Populasi ternak sapi potong terbesar ditemukan di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Populasi ternak sapi perah terbesar ditemukan di Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Populasi ternak kerbau terbesar ditemukan di Provinsi Aceh, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Banten. Populasi ternak kuda terbesar ditemukan di Provinsi Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur.
- Ternak kecil antara lain terdiri atas ternak kambing dan domba. Populasi ternak kambing terbesar ditemukan di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Lampung. Populasi ternak domba terbesar ditemukan di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
- Ternak unggas terdiri atas ayam buras, ayam ras petelur, ayam ras pedaging, itik, dan itik manila. Sebaran populasi ternak unggas tampaknya ditemukan di seluruh provinsi di Indonesia meskipun sebaran itu tidak merata. Populasi ternak ayam buras terbesar ditemukan di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Populasi ternak ayam ras petelur terbesar ditemukan di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatra Utara. Populasi ternak ayam ras pedaging terbesar ditemukan di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah Populasi ternak itik terbesar ditemukan di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Populasi ternak itik manila terbesar ditemukan di Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
- Aneka ternak adalah jenis ternak yang belum lama didomestikasi dan dapat diharapkan sebagai penghasil bahan pangan berprotein tinggi. Aneka ternak antara lain ternak kelinci, puyuh, dan merpati. Sebaran populasi aneka ternak tampaknya tidak merata di seluruh di provinsi Indonesia. Di beberapa provinsi, tidak ditemukan aneka ternak. Populasi ternak puyuh terbesar ditemukan di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Sumatra Barat. Populasi ternak merpati terbesar ditemukan di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Populasi ternak kelinci terbesar ditemukan di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
POTENSI DAN PERSEBARAN SUMBER DAYA UNTUK PENYEDIAAN BAHAN INDUSTRI
- Sumber daya alam juga dapat digunakan untuk penyediaan bahan industri. Sumber daya alam di Indonesia sangat kaya dan tersebar di seluruh Indonesia. Sumber daya alam menyediakan bahan mentah, seperti kayu, besi, air, minyak bumi, tanah, dan makanan yang diolah menjadi benda-benda yang berguna. Pengolahan bahan mentah sebagai hasil produksi sektor primer baik pertanian, peternakan, perhutanan maupun pertambangan dilakukan dalam industri hulu. Itulah sebabnya lokasi industri hulu ini berada di daerah sumber bahan mentah. Industri hulu menjadi penyedia bahan baku untuk industri yang lain.
- Kedekatan rantai pasokan dari suatu sumber daya alam menjadi salah satu kriteria penentuan wilayah pengembangan industri. Wilayah pengembangan industri (WPI) adalah pengelompokan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan keterkaitan backward dan forward sumber daya dan fasilitas pendukungnya, serta memperhatikan jangkauan pengaruh kegiatan pembangunan industri. Keterkaitan backward menunjukkan subsistem pengolahan berjalan dengan baik jika ditunjang oleh ketersediaan bahan baku. Keterkaitan forward menunjukkan subsistem pengolahan berjalan dengan baik jika ada pasar untuk produk yang dihasilkan. Di Indonesia, ada sepuluh WPI. Kesepuluh wilayah tersebut adalah Papua, Papua Barat, Sulawesi Bagian Utara dan Maluku, Sulawesi Bagian Selatan, Kalimantan Bagian Timur, Kalimantan Bagian Barat, Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra Bagian Utara, Sumatra Bagian Selatan, dan Jawa.
- Dalam wilayah pengembangan industri, wilayah pusat pertumbuhan industri (WPPI) berperan sebagai penggerak utama (prime mover) ekonomi. WPPI adalah wilayah yang dirancang dengan pola berbasis pengembangan industri dengan pendayagunaan potensi sumber daya wilayah melalui penguatan infrastruktur industri dan konektivitas yang memiliki keterkaitan ekonomi kuat dengan wilayah di sekitarnya. WPPI disusun atas dasar kriteria berikut.
- Potensi sumber daya alam (agro, mineral, dan migas).
- Ketersediaan infrastruktur transportasi.
- Kebijakan afirmatif untuk pengembangan industri ke luar Pulau Jawa.
- Penguatan dan pendalaman rantai nilai.
- Kualitas dan kuantitas SDM.
- Memiliki potensi energi berbasis sumber daya alam (batu bara, panas bumi, dan air).
- Memiliki potensi sumber daya air industri.
- Memiliki potensi dalam perwujudan industri hijau.
- Kesiapan jaringan pemanfaatan teknologi dan inovasi.
POTENSI DAN PERSEBARAN SUMBER DAYA UNTUK PENYEDIAAN ENERGI BARU DAN TERBARUKAN (EBT)
- Ada cukup banyak energi terbarukan di Indonesia. Energi terbarukan itu adalah tenaga panas bumi, energi air, bioenergi, energi surya, energi angin hibrid, dan energi laut.
- Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi energi terbarukan yang cukup besar. Hal ini dapat dilihat berdasarkan letak geografis, letak astronomis, dan letak geologis Indonesia. Letak geografis Indonesia berada di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara dua lautan luas, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Letak astronomis Indonesia berada di antara 6°LU-11°LS dan 95°BT-141°BT. Letak astronomis Indonesia yang berada di sekitar garis ekuator menunjukkan Indonesia terletak di daerah beriklim tropis. Konsekuensinya, wilayah Indonesia memiliki suhu udara rata-rata, curah hujan, dan kelembapan yang tinggi.
- Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi serta topografi atau bentang alam yang beragam akibat aktivitas tektonik yang ada. Hal tersebut menyebabkan banyaknya aliran sungai di Indonesia. Gerak aliran air tersebut mengandung energi yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). PLTA umumnya berasosiasi dengan air terjun serta bendungan baik alami atau buatan. Dengan memanfaatkan konsep yang sama, gerakan air sungai yang kecil dapat juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga mini/mikrohidro (PLTMH). Pemerintah menyadari besarnya potensial energi tenaga air yang banyak tersebar di Indonesia. Selain karena energi ini termasuk energi bersih dan terbarukan, PLTA dan PLTMH dapat dipadukan dengan program lain, seperti irigasi atau tambak ikan.
- Indonesia terletak di antara pertemuan Lempeng Benua Eurasia, Lempeng Benua Indo-Australia, dan Lempeng Samudra Pasifik. Aktivitas lempeng ini menyebabkan banyaknya gunung berapi serta bentang alam yang beragam. Bentang alam yang terbentuk akibat aktivitas tektonik memberikan potensi terhadap energi potensial air di perairan darat. Selain itu, banyaknya gunung berapi membuat Indonesia memiliki potensi energi panas bumi (geothermal) yang besar. Energi panas bumi merupakan salah satu energi baru yang terbarukan.
- Energi panas bumi merupakan energi panas yang berasal dari magma berada di bawah permukaan bumi dan umumnya berasosiasi dengan gunung berapi. Panas dari magma tersebut diharapkan dapat memanaskan air yang terdapat di permukaan atau akuifer di bawah permukaan yang nantinya uap hasil pemanasan tersebut digunakan untuk memutar turbin. Energi panas bumi telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Di Indonesia, usaha pencarian sumber energi panas bumi pertama kali dilakukan di daerah Kawah Kamojang pada tahun 1918. Menurut Kementerian ESDM, potensi energi panas bumi yang di Indonesia tersebar di 276 lokasi di Indonesia.
- Sebanyak 75% wilayah Indonesia merupakan perairan. Selain itu, Indonesia berada di jalur perputaran arus antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Kondisi ini membuat Indonesia memiliki potensi energi laut yang cukup besar.
- Kecepatan arus pasang surut di perairan Indonesia rata-rata sekitar 1,5 m/detik, kecuali di beberapa lokasi yang terpengaruh oleh Arlindo bisa mencapai 2,5-3 m/detik atau bahkan 5 m/detik di selat Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara. Selain itu, durasi pergerakan arus pasang surut di Indonesia dapat mencapai 10-18 jam per harinya sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL).
- Menurut Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi tahun 2016, potensi energi kelautan Indonesia itu antara lain terdiri atas energi gelombang laut (wave energy), energi pasang surut (tidal energy), energi panas laut (ocean thermal energy conversion).
- Energi gelombang laut (wave energy) adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan gelombang laut menuju daratan dan sebaliknya. Daerah yang memiliki potensi energi gelombang cukup besar antara lain samudra Indonesia sepanjang pantai selatan Jawa sampai Nusa Tenggara, Pantai barat Pulau Sumatera bagian selatan dan pantai selatan Pulau Jawa bagian barat.
- Energi pasang surut (tidal energy) adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan air laut karena perbedan pasang surut. Beberapa daerah yang mempunyai potensi energi pasang surut antara lain adalah Bagan Siapi-api, Teluk Palu, Teluk Bima di Sumbawa (Nusa Tenggara Barat), Kalimantan Barat, Papua, dan pantai selatan Pulau Jawa.
- Energi panas laut (ocean thermal energy conversion/OTEC) adalah energi yang dihasilkan dari perbedaan temperatur antara permukaan yang hangat dan air laut dalam yang dingin tanpa menghasilkan gas rumah kaca ataupun limbah lainnya.
- Berdasarkan penelitian Puslitbang KEBTKE ESDM tahun 2014, terdapat sepuluh selat yang berpotensi untuk dilakukan pengembangan energi terbarukan. Kesepuluh selat tersebut adalah Selat Riau, Selat Sunda, Selat Toyapakeh, Selat Lombok, Selat Alas, Selat Molo, Selat Larantuka, Selat Pantar, Selat Boleng, dan Selat Mansuar Raja Ampat.
- Lokasi Indonesia yang terletak di antara garis khatulistiwa menyebabkan intensitas matahari yang diterima hampir merata pada sepanjang tahun dengan besaran radiasi penyinaran 3 hingga 5 jam. Kondisi ini membuat Indonesia juga memiliki potensi untuk mengembangkan pembangkit energi tenaga surya.
- Indonesia terletak di sekitar khatulistiwa sehingga intensitas cahaya matahari yang diterima berlangsung sepanjang tahun. Pemanfaatan energi matahari berkaitan erat dengan intensitas cahaya dan durasi penyinaran. Di kawasan barat Indonesia, distribusi penyinaran sekitar 4,5 kWh/m2 per hari dengan variasi bulanan sekitar 10%. Sementara itu, di kawasan timur Indonesia, distribusi penyinaran sekitar 5,1 kWh/m2 per hari dengan variasi bulanan sekitar 9%. Periode penyinaran paling lama berada di daerah Pulau Sumatra dengan lama penyinaran 5 jam per hari. Adapun Pulau Jawa hanya sekitar 3 hingga 4 jam per hari. Sementara itu, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi hingga Pulau Papua memiliki rata-rata penyinaran 4,5 hingga 4,8 jam per hari.
- Pemanfaatan potensi matahari sebagai sumber energi dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan teknologi penerapannya, yaitu sebagai energi surya termal dan energi surya fotovoltaik. Energi surya termal umumnya digunakan untuk memanaskan, mengeringkan, atau memasak. Sementara itu, energi surya fotovoltaik digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik untuk sarana umum. Pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik (PLTS fotovoltaik) dikembangkan melalui dua pola, yaitu pola tersebar dan pola terpusat. Pola tersebar diterapkan di rumah-rumah penduduk dengan jarak yang jauh. Adapun pola terpusat diterapkan untuk rumah- rumah penduduk yang terpusat.
- Pembangkit listrik tenaga surya di Indonesia pertama kali dikembangkan di Bali. Ada empat PLTS yang sudah resmi beroperasi, yaitu PLTS Karangasem 1 MWp, PLTS Bangli 1 MWp, dan 6 unit PLTSP 15 kWp.
- Dengan adanya iklim monsun, Indonesia memiliki angin yang bertiup sepanjang tahun. Angin dengan kecepatan tersebut berpotensi untuk digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin atau bayu (PLTB). Pembangkit listrik tenaga angin atau bayu dapat digabungkan dengan pembangkit listrik tenaga surya. Pembangkit listrik tenaga angin dan matahari merupakan teknologi hibrid yang terbilang baru dan ramah lingkungan.
- Potensi PLTB yang telah teridentifikasi terdapat di beberapa lokasi, terutama di wilayah Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara, dan Maluku. Potensi terpasang yang ada saat ini baru sekitar 3,1 MW. Sementara itu, potensi tenaga angin di Indonesia sebesar 60 GW. Hingga 2017, dua pembangunan PLTB telah berjalan di Sulawesi Selatan, yaitu PLTB Jeneponto dengan potensi sebesar 65 MW dan PLTB Sidrap dengan potensi 70 MW. Pemerintah menargetkan melakukan pembangunan PLTB hingga sebesar 2.500 MW.
- Indonesia yang memiliki lahan dan hutan yang luas serta memiliki iklim yang mendukung pertumbuhan tanaman memiliki potensi bioenergi yang cukup besar. Bioenergi adalah energi yang dihasilkan dari produk makhluk hidup. Produk makhluk hidup tersebut dinamakan biomassa.
- Biomassa adalah hasil proses fotosintesis baik produk primer maupun buangan. Contoh produk primer adalah tanaman, pohon-pohonan, dan rumput. Adapun produk buangan antara lain limbah pertanian, kotoran ternak, dan limbah biomassa lainnya. Selain sifatnya yang dapat diperbarui, produk biomassa yang umum digunakan sebagai bioenergi adalah produk buangan yang tidak punya nilai ekonomis. Penggunaan biomassa yang paling mudah adalah dengan mengubahnya menjadi briket/bioarang yang umumnya dibakar untuk memasak atau menghangatkan badan. Produk biomassa yang dikembangkan sebagai sumber energi secara luas antara lain biodiesel, bioetanol, serta biogas.
- Pembuatan biodiesel memanfaatkan beragam lemak nabati dan hewani untuk mendapatkan bahan bakar yang memiliki sifat seperti minyak diesel atau solar. Contoh tanaman yang menghasilkan lemak nabati adalah kelapa sawit, tanaman jarak pagar, kelapa, sirsak, srikaya, tanaman kapuk, dan alga.
- Bioetanol memiliki sifat bahan bakar seperti premium atau gasohol (gasolin-alkohol). Berbeda dengan biodiesel, bioetanol bersumber dari karbohidrat yang bersumber dari bahan baku, seperti jagung, tebu, dan umbi-umbian, seperti ubi kayu, ubi jalar, dan sagu. Bahan tersebut difermentasi sehingga menghasilkan etanol yang kemudian digunakan sebagai campuran gasohol. Tanaman jagung merupakan bahan unggul penghasil bioetanol. Selain karena lebih murah, jumlah bioetanol yang dihasilkan juga tergolong paling besar.
- Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari sampah organik dan limbah- limbah agroindustri. Biogas dihasilkan melalui proses dekomposisi biomassa secara mikrobiologis dalam kondisi anaerobik (tanpa oksigen). Produk utama biogas adalah gas metana dan pupuk organik. Gas metana merupakan gas ramah lingkungan yang dapat terbakar sempurna sehingga tidak memiliki emisi gas buang yang berbahaya. Selain itu, biogas dapat juga dihasilkan dari sampah kota dengan membangun PLTSa (pembangkit listrik tenaga sampah).
- Pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm) sudah banyak tersebar di Pulau Sumatera mulai dari Sumatera Utara, Riau hingga Belitung, dan Pulau Kalimantan, seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Saat ini, produk biomassa Indonesia berasal dari limbah buangan, seperti limbah kelapa sawit, sabut kelapa, serta serat kayu.
- Berbeda dengan energi terbarukan, energi baru adalah energi yang berasal dari sumber energi baru. Sumber energi baru adalah sumber energi yang dapat dihasilkan oleh teknologi baru baik yang berasal dari sumber energi terbarukan maupun sumber energi tak terbarukan. Contohnya, batu bara tercairkan (liquified coal), batu bara tergaskan (gasified coal), gas metana batu bara (coal bed methane), hidrogen, dan nuklir.
PENGELOLAAN SUMBER DAYA DALAM PENYEDIAAN BAHAN PANGAN, BAHAN INDUSTRI, SERTA ENERGI BARU DAN TERBARUKAN DI INDONESIA
- Sumber daya lahan pertanian bersama air, sinar matahari, gas karbon, dan tanaman menjadi sarana penyedia bahan pangan. Itulah sebabnya sumber daya lahan pertanian harus dikelola dengan baik. Pengelolaan sumber daya lahan pertanian hendaknya memperhatikan kelestarian sumber daya lahan tersebut. Pelestarian sumber daya lahan pertanian adalah seluruh tindakan pengelolaan dan penggunaan sumber daya lahan pertanian untuk usaha pertanian yang produktif dan menguntungkan, bersamaan dengan upaya pelestarian, pemeliharaan, perbaikan dan peningkatan mutunya, serta pemeliharaan keseimbangan ekologis untuk memperoleh sistem produksi berkelanjutan.
- Tindakan pelestarian ini hendaknya memperhatikan hal-hal seperti pencegahan erosi permukaan tanah, deplesi hara, ketidakberimbangan hara, atau ketidaktersediaan hara bagi tanaman.
- Perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri wajib memanfaatkan sumber daya alam secara efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
- Pemanfaatan sumber daya alam secara efisien paling sedikit dilakukan melalui penghematan, penggunaan teknologi yang ramah lingkungan, dan optimalisasi kinerja proses produksi.
- Pemanfaatan sumber daya alam secara ramah lingkungan dan berkelanjutan dilakukan melalui pengurangan limbah, penggunaan kembali, pengolahan kembali, dan pemulihan.
- Pengelolaan energi adalah penyelenggaraan kegiatan penyediaan, pengusahaan, dan pemanfaatan energi, serta penyediaan cadangan strategis dan konservasi sumber daya energi. Pengelolaan ini dilakukan dengan kebijakan energi nasional. Kebijakan energi nasional adalah kebijakan pengelolaan energi yang berdasarkan prinsip berkeadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan guna terciptanya kemandirian energi dan ketahanan energi nasional.
Kamis, 13 Juni 2019
Ringkasan Materi Sumber Daya Alam
KLASIFIKASI SUMBER DAYA ALAM
- Semua potensi alam, baik benda mati maupun makhluk hidup, yang bermanfaat bagi manusia demi memenuhi kebutuhannya disebut sumber daya alam.
- Berdasarkan sifat kelestariannya, sumber daya alam dapat dikelompokkan atas sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable resources) dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resources). Sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang jika persediaannya habis, daiam waktu tidak terlalu lama, persediaan sumber daya itu dengan relatif mudah dapat diproduksi kembali. Contohnya, energi matahari, angin, air, hutan, dan keanekaragaman hayati. Sementara itu, sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui {unrenewable resources) atau sumber daya tak terbarukan adalah sumber daya alam yang akan habis dan tidak tersedia lagi setelah dipakai atau dikonsumsi. Contohnya, bahan bakar fosil (minyak bumi, gas alam, dan batu bara), mineral (baik logam maupun nonlogam), dan bahan bakar nuklir (misalnya uranium).
- Sumber daya alam berdasarkan jenisnya dapat dikelompokkan atas sumber daya alam nonhayati (abiotik) dan sumber daya alam hayati (biotik). Sumber daya alam nonhayati berupa benda-benda mati di lingkungan alam fisik. Contohnya, tanah, air, udara, batuan, dan mineral. Sumber daya alam hayati (biotik) berupa makhluk hidup, seperti hutan dan produk hutan, tanaman pertanian, pakan ternak, hewan liar dan peliharaan. Contohnya, burung, reptilia dan ikan.
- Berdasarkan pemanfaatannya, sumber daya alam dapat dikelompokkan menjadi sumber daya alam materi, sumber daya alam energi, dan sumber daya alam ruang. Contoh sumber daya alam materi antara lain batu, besi, emas, dan kayu. Contoh sumber daya alam energi antara lain batu bara, minyak bumi, gas bumi, sinar matahari, dan energi pasang surut. Sumber daya alam ruang merupakan sumber daya alam berupa ruang untuk tempat tinggal dan melakukan berbagai aktivitas, seperti mencari nafkah dan arena bermain. Contohnya tanah.
POTENSI DAN PERSEBARAN SUMBER DAYA ALAM KEHUTANAN, PERTAMBANGAN, KELAUTAN, DAN PARIWISATA DI INDONESIA
- Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.
- Ada berbagai jenis hutan di Indonesia, di antaranya sebagai berikut.
- Hutan hujan tropis adalah hutan belantara dengan tumbuhan yang sangat bervariasi. Di hutan ini, tingkat kerapatan tumbuhannya cukup tinggi. Akibatnya, sinar matahari tidak dapat menembus permukaan tanah. Hutan hujan tropis terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
- Hutan musim disebut juga hutan monsun. Hutan ini merupakan hutan campuran. Pada saat musim kering yang berkepanjangan, pohon- pohonnya menggugurkan daun. Hutan musim banyak ditemukan di Indonesia bagian tengah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai Nusa Tenggara.
- Hutan hujan pegunungan di mana terdapat pohon-pohon yang selalu menghijau karena tidak pernah menggugurkan daun. Pohon- pohonnya antara lain jemuju, pinus, rasamala, dan damar. Hutan hujan pegunungan antara lain tersebar di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.
- Hutan sabana adalah hutan yang banyak ditumbuhi kelompok semak belukar yang diselingi padang rumput dengan jenis tanaman berduri. Tumbuhannya antara lain kaktus, Saesalpinea, Leguminosae, dan Euphorbiaceae. Hutan sabana antara lain terdapat di Flores, Sumba, dan Timor.
- Hutan rawa tumbuh pada tanah aluvial yang selalu tergenang air tawar. Ciri hutan rawa yang lebih khas antara lain tumbuhnya banyak pohon berakar lutut yang tunasnya terendam air. Tumbuhannya antara lain ramin, rasak, rengas, dan jelutung. Hutan rawa banyak tersebar di sepanjang pantai timur Sumatra serta dataran rendah Kalimantan dan Papua.
- Hutan mangrove atau hutan pantai, hutan pasang surut, hutan payau, atau hutan bakau merupakan formasi hutan khas tropika yang terdapat di pantai yang tenang, berlumpur, atau sedikit berpasir. Hutan mangrove tersebar di dataran rendah pantai Sumatera, Kalimantan, Maluku, Bali, Jawa, dan Papua.
- Hutan gambut tumbuh di daerah beriklim tipe A atau B menurut klasifikasi Koppen dengan tanah organosol atau histosol. Hutan ini tumbuh di atas tumpukan bahan organik dan bergantung pada turunnya hujan. Hutan ini tersebar di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua, dan Riau (Sumatra).
- Hutan lumut, di mana lapisan lumut tidak hanya menutupi permukaan tanah tetapi juga Batang-batang pohon. Hutan lumut terdapat di wilayah pegunungan dengan ketinggian >1.000 mdpl di Papua, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.
- Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan/atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Luas daratan kawasan hutan Indonesia pada tahun 2015 sekitar 120.773.441,71 ha. Hutan ini tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Hutan yang terluas terdapat di Pulau Papua.
- Berdasarkan fungsi pokoknya, ada tiga jenis hutan, yakni sebagai berikut.
- Hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang memiliki fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Hutan konservasi terdiri atas kawasan hutan suaka alam, kawasan hutan pelestarian alam, dan taman buru.
- Hutan lindung adalah kawasan hutan yang memiliki fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah. Berdasarkan statistik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2015, luas hutan lindung sekitar 29.673.382,37 ha.
- Hutan produksi adalah kawasan hutan yang memiliki fungsi pokok memproduksi hasil hutan. Hutan produksi terdiri dari hutan produksi tetap (HP), hutan produksi terbatas (HPT) dan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK).
- Salah satu hasil hutan Indonesia adalah kayu bulat. Beberapa jenis kayu bulat yang terbesar produksinya adalah kayu akasia, meranti, rimba campuran, sengon, eukaliptus, jati, karet, kruing, mahoni, dan merbau. Selain kayu bulat, hutan Indonesia juga menghasilkan kayu olahan. Jenis kayu olahan antara lain cip dan partikel, bubur kayu, kayu gergajian, kayu lapis, serta papan serat.
- Hutan Indonesia juga menghasilkan produksi hasil hutan nonkayu, seperti bambu, rotan, madu, nira, getah pinus, getah karet, sagu, kemiri, daun kayu putih, jamur, dan asam.
- Potensi hutan Indonesia sangat kaya dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dampaknya pun tidak hanya terasa dalam taraf lokal, tetapi juga taraf nasional dan regional, bahkan internasional. Itulah sebabnya pelestarian sumber daya hutan menjadi perhatian nasional dan global. Untuk itu, beberapa program prioritas telah ditetapkan, di antaranya adalah pemberantasan pembalakan liar, revitalisasi sektor kehutanan, rehabilitasi dan konservasi sumber daya hutan, pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, serta pemantapan kawasan hutan.
- Indonesia merupakan negara ketiga dunia dengan hutan hujan tropis terluas setelah Brasil dan Kongo. Namun, Indonesia juga merupakan negara yang memiliki tingkat kehancuran hutan tercepat di dunia. Dampak utama hancurnya hutan tersebut adalah rusaknya alam Indonesia. Jika ekosistem hutan rusak, dapat dipastikan kehidupan biosfer pun terancam. Rantai makanan akan terganggu, jumlah pasokan air akan berkurang, dan bencana alam akan semakin bertambah.
- Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan bahan tambang, mineral, batu bara, atau gas dan minyak bumi yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.
- Minyak bumi merupakan sumber daya alam strategis tidak terbarukan. Cadangan minyak bumi sebagian besar ditemukan di Pulau Sumatra. Selain di Pulau Sumatra cadangan minyak bumi juga di temukan di pulau-pulau yang lain, seperti Jawa, Kalimantan, Papua, Maluku, dan Sulawesi.
- Gas bumi merupakan salah satu jenis energi primer utama di Indonesia, setelah minyak bumi dan batu bara. Produksi gas bumi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri, pembangkit listrik, gas kota, gas lift and reinfection, dan own use. Selain itu, gas bumi juga menjadi komoditas ekspor. Cadangan gas bumi nasional tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
- Batu bara mengandung energi yang disimpan oleh tanaman yang hidup ratusan juta tahun lalu di hutan rawa. Batu bara berbentuk padat dan umumnya ditambang pada tanah dangkal. Sebagian besar hasil produksi batu bara nasional menjadi komoditas ekspor. Sebagian besar sisanya digunakan di dalam negeri untuk menunjang kegiatan PLTU, industri besi dan baja, industri semen, industri kertas, dan industri lainnya. Indonesia menjadi produsen ke-3 utama batu bara dunia setelah Tiongkok dan AS. Sumber daya dan cadangan batu bara ada di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan pulau-pulau lainnya.
- Emas dan perak adalah logam mulia yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena persediaannya di alam sangatlah terbatas dan juga proses penambangannya tidaklah mudah. Padahal, emas dan perak banyak digunakan di bidang ekonomi, seperti standar moneter, investasi dan industri. Emas di Indonesia ditemukan berada pada endapan porfiri yang berasosiasi erat dengan tembaga. Produksi emas antara lain ditemukan di Meulaboh, Aceh, Martabe di Sumatera Utara, Bengkalis dan Logos di Riau, Sarolangun dan Merangin di Jambi, Rejang Lebong serta Simao di Bengkulu, Tanggamus di Lampung, Pongkor, Cikotok, di Jawa Barat hingga Banyuwangi di Jawa Timur. Selain itu, emas ditemukan juga tersebar di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
- Tembaga mendukung industri peralatan listrik. Kawat tembaga dan paduan tembaga digunakan dalam pembuatan motor listrik, generator, kabel transmisi, instalasi listrik rumah dan industri, kendaraan bermotor, konduktor listrik, kabel dan tabung koaksial, tabung microwave, sakelar, dan reaktifier transistor. Umumnya, bijih tembaga di Indonesia terbentuk secara magmatik. Potensi tembaga terbesar Indonesia terdapat di Papua. Potensi lainnya menyebar di Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.
- Bauksit adalah bijih utama pembentuk aluminium yang terdiri dari kelompok mineral aluminium hidroksida. Bauksit banyak digunakan terutama dalam pembentukan aluminium untuk bahan pembuatan badan pesawat, perabotan rumah tangga, bahan baku pembuatan besi, keramik, dan bahan industri lainnya. Bijih bauksit terbentuk di daerah tropika dan subtropika yang memungkinkan pelapukan sangat kuat, seperti di Indonesia. Di Indonesia, penambangan bauksit terbesar dan tertua berada di Pulau Bintan. Selain itu, bauksit dapat ditemukan di berbagai wilayah, seperti di Pulau Sumatra (Kota Pinang, Pulau Bulan, dan Bintan di Kepulauan Riau); daerah Sigembir di Bangka Belitung; serta Sandai, Tayang Mebukung, Balai Berkuah, Pantus, Kandawangan, dan Munggu Besar di wilayah Kalimantan Barat.
- Nikel berasal dari pelapukan batuan ultrabasa. Nikel bersifat tahan karat, tahan terhadap asam, dan mudah ditempa. Karena sifatnya tersebut, nikel banyak digunakan di berbagai industri logam sebagai logam pelapis, pembentuk baja nirkarat, dan berbagai instrumen transmisi listrik. Potensi nikel ditemukan di Pulau Sulawesi, Kalimantan bagian tenggara, Maluku, dan Papua.
- Timah merupakan salah satu mineral logam yang tidak mudah teroksidasi, tahan terhadap karat dan korosi, serta mempunyai sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi. Timah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelapis logam, solder, pembungkus makanan dan obat-obatan, cendera mata, dan beberapa komponen industri lainnya. Potensi timah di Indonesia terdapat di Pulau Singkep, Pulau Karimun, Jundur, hingga Bangkinang di daratan Sumatra bagian utara dan lanjut hingga Pulau Bangka, Pulau Belitung, Pulau Karimata dan daerah sebelah barat Kalimantan atau yang disebut The Indonesian Tin Belt. Sementara itu, produksi timah di Indonesia sebagian besar berasal dari kawasan kepulauan Pulau Bangka dan Belitung. Indonesia merupakan negara terbesar kedua penghasil timah di dunia setelah Tiongkok.
- Intan adalah kristal yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Kemampuan intan membiaskan cahaya serta memiliki tingkat kekerasan yang tertinggi menjadikan intan primadona di bidang perhiasan dan bidang industri. Penambangan Intan terbesar di Indonesia terdapat di Martapura, Kalimantan Selatan. Martapura terkenal sejak penemuan intan seberat 1 66 karat yang diberi nama Intan Trisakti (salah satu intan terbesar dunia).
- Mangan digunakan untuk tujuan metalurgi, yakni proses produksi baja. Selebihnya digunakan untuk tujuan nonmetalurgi, seperti produksi baterai kering, keramik, dan gelas. Potensi cadangan bijih mangan di Indonesia tersebar di seluruh Indonesia. Potensi tersebut ditemukan di Pulau Sumatra, Kepulauan Riau, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
- Pasir besi berguna untuk industri logam besi dan industri semen. Pasir besi ini antara lain ditemukan di Sumatra, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, dan Timor.
- Indonesia memiliki laut yang luas dengan potensi sumber daya kelautan yang sangat kaya. Ekosistem lautnya juga sangat kaya. Ekosistem laut Indonesia antara lain mencakup hutan mangrove, terumbu karang, dan padang lamun.
- Hutan mangrove adalah hutan khas yang hidup di sepanjang pantai atau estuari di daerah tropis yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Luas hutan mangrove Indonesia sekitar 4,25 juta ha. Lokasi dominannya di pesisir timur Sumatra, pesisir Kalimantan, dan pesisir selatan Papua. Luasan hutan mangrove Indonesia sekitar 19% dari luas mangrove di dunia. Hutan mangrove sangat bermanfaat, baik dari segi fisik, bioiogis, maupun dari segi penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
- Lamun adalah tumbuhan tinggi yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri hidup terendam di dalam laut. Lamun tumbuh subur terutama di daerah terbuka pasang surut dan perairan pantai yang dasarnya berupa lumpur, pasir, kerikil, dan patahan karang mati, dengan kedalaman sampai dengan empat meter. Lamun dapat membentuk suatu padang. Padang lamun tersebar luas di perairan Indonesia. Manfat lamun di lingkungan perairan laut dangkal antara lain produsen primer, habitat biota, penangkap sedimen, dan pendaur zat hara.
- Terumbu karang adalah bangunan kapur bawah laut (CaCO3) yang dibentuk oleh jasad hidup, seperti karang batu dan alga berkapur. Sebanyak 18% luasan terumbu karang dunia ada di Indonesia. Terumbu karang penting bagi kehidupan manusia sebagai pelindung fisik terhadap kerusakan pantai, sumber daya hayati, dan objek wisata.
- Di Ekoregion Samudra Hindia sebelah barat Sumatera, ada empat cekungan sedimen dengan potensi migas, dua di antaranya terbukti, namun belum berproduksi. Ekoregion ini memiliki keragaman habitat pesisir laut yang tinggi. Ada habitat hiu mulut lebar, dugong atau duyung, penyu hijau, penyu belimbing, penyu sisik, dan buaya muara. Ekoregion ini juga memiliki potensi perikanan, seperti udang, kakap merah, tuna mata besar, kerapu, kurisi, kuniran, swanggi, bloso, gulamah, dan cakalang. Ekoregion ini juga memiliki sumber migas di pantai timur Aceh. Di ekoregion ini, kita dapat melakukan wisata bahari di Pulau Weh, Pulau Simeulue, Pulau Nias, dan Pulau Mentawai.
- Di Ekoregion Samudra Hindia sebelah selatan Jawa, ada dua cekungan sedimen dengan potensi migas. Ekoregion ini memiliki keanekaragaman hayati, seperti penyu, mangrove, dan terumbu karang endemik. Ekoregion ini juga memiliki potensi perikanan, seperti udang, lemuru, tuna mata besar, tuna sirip biru, kerapu merah, kuwe, madidihang, albakora, layur, layang-layang, cumi-cumi, dan cakalang. Di ekoregion ini, kita menemukan air laut dalam (deep sea water), yakni di Pelabuhan Ratu. Air laut dalam adalah air laut yang memiliki kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman tersebut, permukaan laut sudah tidak dapat ditembus lagi oleh sinar matahari. Ekoregion ini dapat menghasilkan energi terbarukan dari arus dan angin. Wisata bahari yang ada adalah Pantai Pangandaran dan Pantai Parangtritis.
- Di Ekoregion Selat Malaka ada keanekaragaman hayati seperti mangrove, burung-burung air, dan keragaman spesies lamun. Ekoregion ini memiliki potensi migas. Ekoregion ini menjadi jalur pelayaran internasional. Di ekoregion ini, ada beberapa jenis ikan, seperti udang, ikan kurau, manyung, kakap banyar, kembung, kurisi, kuniran, swanggi, gulamah, layang, golok- golok, dan cakalang. Wisata bahari di ekoregion ini antara lain di Pulau Bintan.
- Di Ekoregion Laut Natuna, ada tiga cekungan sedimen dengan potensi migas dengan satu cekungan sudah berproduksi. Ekoregion ini sangat kaya akan ikan. Di ekoregion ini, ada beberapa jenis ikan, seperti udang, kurau, manyung, banya, kembung, layang, dan cumi-cumi. Ekoregion ini memiliki keanekaragaman hayati, seperti penyu sisik, penyu hijau, ikan pari listrik, dan terumbu karang.
- Di Ekoregion Selat Karimata, ada dua cekungan sedimen dengan potensi migas. Di ekoregion ini, terdapat ikan pelagis kecil. Ekoregion ini memiliki hutan mangrove yang kondisinya relatif baik di pesisir Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat. Tempat peneluran penyu sisik di Pulau Tambelan. Ekoregion ini memiliki potensi tambang timah dan wisata bahari. Tambang timah antara lain di Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Wisata baharinya antara lain di di Pulau Bangka dan Pulau Belitung.
- Di Ekoregion Laut Jawa, ada tujuh cekungan sedimen dengan potensi migas dengan lima cekungan sudah berproduksi. Ekoregion ini memiliki ekosistem mangrove, lamun, terumbu karang, dan spesies langka ikan hiu air tawar. Ekoregion ini memiliki potensi perikanan, seperti udang, kerapu, kakap merah, banyar, kembung, ikan terbang, layang bloso, kuniran, kurisi, dan swanggi.
- Ekoregion Laut Sulawesi memiliki tiga cekungan sedimen dengan potensi migas, dengan satu cekungan berproduksi. Keanekaragaman yang dapat ditemukan di Laut Sulawesi antara lain karang dan penyu hijau terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, terdapat pula ikan purba coelacanth (Latimeria manadoensis). Laut ini juga memiliki potensi perikanan, seperti tuna mata besar, madidihang, manyung, kakap, kerapu, kuwe, layang, dan cakalang.
- Ekoregion Selat Makassar memiliki empat cekungan sedimen dengan potensi migas, dengan satu cekungan telah berproduksi. Keanekaragaman hayati di selat ini antara lain terumbu karang Spermonde dan Kapoposang, ikan terbang, dan mangrove di bagian timur Kalimantan. Selat Makassar juga memiliki potensi perikanan, seperti udang, ikan terbang, madidihang, kakap merah, cakalang, kerapu, dan tuna mata besar. Selat Makassar juga memiliki wisata bahari, seperti di Takabonerate serta air mineral laut dalam (deep sea water) di Makassar.
- Di Ekoregion perairan Bali dan Nusa Tenggara, ada enam cekungan sedimen dengan potensi migas. Di wilayah ini, ada beberapa pintu keluar bagi arus lintas Indonesia (Arlindo), seperti Selat Lombok, Selat Ombai, dan Terusan Timor. Di ekoregion ini, ada terumbu karang tinggi, mangrove, taman nasional, dan kawasan konservasi perairan terluas. Laut Timor dan selat-selat yang berada di sekitarnya merupakan koridor migrasi utama mamalia besar, seperti paus bongkok (Megaptera novaeangliae), paus sirip (Boloenoptera physolis), paus sei (Baloenoptera borealis), dan paus sperma (Physate r catodon) dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia. Wilayah ini memiliki potensi perikanan, seperti udang, lemuru, tuna mata besar, tuna sirip biru, kerapu, kuwe, madidihang, albakora, cakalang, layang, dan cumi-cumi.
- Di Ekoregion Teluk Tomini di antara Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah ada aktivitas hidrotermal bawah laut. Teluk ini memiliki biodiversitas endemik (karang, ikan) dan potensi pemijahan ikan sidat. Teluk ini memiliki potensi perikanan, seperti udang, tuna mata besar, kerapu, kakap merah, ikan terbang, madidihang, layang, dan cakalang. Selain itu, teluk ini juga memiliki tempat wisata bahari di Pulau Togean.
- Ekoregion Laut Halmahera memiliki lima cekungan sedimen dengan potensi migas. Ekoregion ini juga memiliki keanekaragaman hayati, seperti biodiversitas endemik Selat Lembeh berupa kuda laut pigmi (pygmy seahorse), padang lamun luas di Selat Lembeh, kelompok hiu paus musiman di Teluk Kao, dan terumbu karang. Wilayah ini memiliki potensi perikanan, seperti udang, kerapu, tuna mata besar, madidihang, ikan terbang, layang, kakap merah, dan cakalang. Laut Halmahera juga memiliki potensi migas di Halmahera timur, pertambangan nikel di pulau-pulau kecil, dan potensi energi terbarukan, yakni arus selat Talibo dan Manguale.
- Ekoregion Laut Banda sebelah timur Sulawesi memiliki lima cekungan sedimen dengan potensi migas. Laut ini memiliki keanekaragaman hayati, seperti biodiversitas endemik berupa Banggai cardinalfish dan terumbu karang. Laut ini juga memiliki potensi perikanan, seperti tuna mata besar, layang, madidihang, cumi-cumi, dan cakalang.
- Ekoregion Laut Banda sebelah selatan Sulawesi dan Teluk Bone memiliki empat cekungan sedimen dengan potensi migas. Keanekaragaman hayati ekoregion ini adalah keanekaragaman hayati karang yang tertinggi di dunia. Contohnya terumbu karang Kepulauan Wakatobi dan Takabonerate sebagai atol terluas ketiga di dunia. Dengan kondisi seperti ini, Wakatobi dan Takabonerate menjadi salah satu tempat pariwisata. Laut ini juga memiliki potensi perikanan, seperti tuna mata besar, layang, madidihang, cumi-cumi, dan cakalang.
- Ekoregion Laut Seram dan Teluk Bintuni memiliki empat cekungan sedimen dengan potensi migas. Keanekaragaman hayati ekoregion ini adalah keanekaragaman terumbu karang yang tinggi di Laut Seram, Kepulauan Raja Ampat, Fak-Fak, dan Kaimana. Di samping itu, ada juga ekosistem mangrove di wilayah Laut Bintuni yang luas. Selain itu, ada juga beberapa biota laut endemik, seperti hiu berjalan (Hemiscyllium freycineti). Di ekoregion ini, potensi perikanannya antara lain udang, tuna mata besar, kerapu, kakap merah, ikan terbang, layang, madidihang, dan cakalang.
- Ekoregion Laut Banda memiliki tiga cekungan sedimen berpotensi migas. Laut Banda merupakan perairan laut dalam dan air yang jernih, yang tidak terdapat di perairan lain di Indonesia. Di Laut Banda, kita menemukan habitat terumbu karang unik. Pulau-pulau karang kecil di Busur Banda Luar dan Busur Banda Besar merupakan karakteristik habitat di ekoregion ini. Laut Banda memiliki potensi perikanan, seperti madidihang, cakalang, cumi-cumi, dan tuna mata besar.
- Ekoregion Samudra Pasifik sebelah utara Papua memiliki dua cekungan sedimen berpotensi migas. Wilayah ekoregion ini menjadi lokasi peneluran utama dan terbesar untuk spesies penyu belimbing di dunia. Di wilayah ini, ada enam jenis kima dari delapan jenis kima di dunia. Kima merupakan genus kerang-kerangan berukuran besar penghuni perairan laut hangat. Wilayah ekoregion ini juga memiliki potensi perikanan. Contohnya, udang, madidihang, dan tuna mata besar.
- Di Ekoregion Teluk Cenderawasih, ada cetasean, yakni kelompok mamalia laut, seperti paus dan lumba-lumba. Ada juga habitat hiu paus sebagai spesies endemik. Teluk Cenderawasih merupakan tempat wisata bahari. Teluk ini juga memiliki potensi perikanan, seperti udang, madidihang, tuna mata besar, dan cakalang. Potensi sumber daya migas tersebar di sekitar Teluk Cenderawasih.
- Ekoregion Laut Arafura memiliki tiga cekungan sedimen berpotensi migas, yakni Cekungan Akimeugah, Cekungan Sahul, dan Cekungan Arafura. Di wilayah ini, ada mangrove paling luas (selatan Papua), buaya muara, cetasean, populasi dugong paling besar di Laut Aru, dan padang lamun di Laut Aru. Selain itu, ada tempat peneluran dan mencari makan penyu hijau. Laut ini juga memiliki potensi perikanan, seperti manyung, kurisi, kuniran, swanggi, bloso, gulamah, kakap merah, udang, dan ikan lidah. Di wilayah ini, juga ada budi daya mutiara dan potensi migas.
- Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Sementara itu, wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.
- Potensi pariwisata Indonesia antara lain adalah wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan.
- Wisata alam adalah bentuk kegiatan rekreasi dan pariwisata yang memanfaatkan potensi sumber daya alam, baik dalam keadaan alami maupun setelah ada usaha budi daya. Wisata alam mencakup wisata bahari, ekowisata, dan wisata petualangan.
- Wisata budaya adalah perjalanan yang dilakukan untuk memperluas pandangan hidup dengan cara mengunjungi tempat lain atau ke luar negeri untuk mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan dan adat istiadat mereka, cara hidup mereka, serta kebudayaan dan seni mereka. Wisata budaya antara lain mencakup wisata warisan budaya dan sejarah, wisata belanja dan kuliner, serta wisata kota dan desa.
- Wisata buatan adalah kegiatan rekreasi dan pariwisata yang memanfaatkan objek wisata yang sangat dipengaruhi oleh upaya dan aktivitas manusia. Daya tarik wisata hasil buatan manusia bersifat khusus dan merupakan kreasi artifisial {artificially created) dan kegiatan-kegiatan manusia lainnya di luar ranah wisata alam dan wisata budaya. Wisata buatan mencakup wisata MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition—Ind. pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran), wisata olahraga, dan wisata terintegrasi. Contoh objek wisata buatan antaralain fasilitas rekreasi dan hiburan/taman bertema, fasilitas peristirahatan terpadu (integrated resort), serta fasilitas rekreasi dan olahraga.
- Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Tahun 2010-2025, perwilayahan pembangunan destinasi pariwisata nasional mencakup hal-hal berikut.
- Lima puluh destinasi pariwisata nasional (DPN) yang tersebar di 33 provinsi. Destinasi ini berskala nasional.
- Delapan puluh delapan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) yang tersebar di lima puluh DPN.
ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL) DALAM PEMBANGUNAN
- Sumber daya alam Indonesia yang sangat kaya digunakan untuk pembangunan. Pembangunan tentu dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup adalah analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
- AMDAL adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan yang dapat menimbulkan perubahan terhadap rona lingkungan hidup serta menyebabkan dampak terhadap lingkungan hidup. Dampak penting yang dimaksud adalah perubahan lingkungan hidup yang sangat mendasar yang diakibatkan oleh usaha dan/atau kegiatan tersebut.
- Kriteria usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting yang wajib dilengkapi dengan amdal terdiri atas hal-hal berikut.
- Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam.
- Eksploitasi sumber daya alam, baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan.
- Proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup serta pemborosan dan kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya.
- Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat memengaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan sosial dan budaya.
- Proses dan kegiatan yang hasilnya akan memengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya alam dan/atau perlindungan cagar budaya.
- Introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, hewan, dan jasad renik.
- Pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan nonhayati.
- Kegiatan yang mempunyai risiko tinggi dan/atau memengaruhi pertahanan negara.
- Penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk memengaruhi lingkungan hidup.
- Jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki amdal ditetapkan berdasarkan hal-hal berikut.
- Potensi dampak penting bagi setiap jenis usaha dan/atau kegiatan tersebut
- Ketidakpastian kemampuan teknologi yang tersedia untuk menanggulangi dampak penting negatif yang akan timbul.
- Jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup adalah bidang multisektor berisi jenis kegiatan yang bersifat lintas sektor, bidang pertahanan, bidang pertanian, bidang perikanan dan kelautan, bidang perhubungan, bidang teknologi satelit, bidang perindustrian, bidang pekerjaan umum, bidang perumahan dan kawasan permukiman, bidang energi dan sumber daya mineral terkait dengan proses produksi yang memberi dampak penting, bidang pariwisata, bidang ketenaganukliran dan bidang pengelolaan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3). Rencana usaha dan/atau kegiatan yang dilakukan di dalam kawasan lindung; dan/atau berbatasan langsung dengan kawasan lindung juga wajib memiliki amdal.
- Dokumen amdal menjadi dasar penetapan keputusan kelayakan lingkungan hidup. Analisis mengenai dampak lingkungan hidup merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin melakukan usaha dan/atau kegiatan yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang. Dokumen amdal disusun oleh pemrakarsa yang memiliki sertifikat kompetensi penyusun amdal dengan melibatkan masyarakat tertentu, seperti pihak yang terkena dampak, pemerhati lingkungan hidup, dan pihak yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses amdal. Dokumen ini dinilai oleh Komisi Penilai Amdal yang dibentuk oleh menteri, gubernur, atau bupati/ walikota sesuai dengan kewenangannya. Berdasarkan hasil penilaian Komisi Penilai Amdal, menteri, gubernur, atau bupati/walikota menetapkan keputusan kelayakan atau ketidaklayakan lingkungan hidup sesuai dengan kewenangannya.
PEMANFAATAN SDA DENGAN PRINSIP-PRINSIP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
- Sumber daya alam berfungsi sebagai penopang pembangunan. Hal ini mengingatkan kita akan pentingnya sumber daya alam untuk pembangunan berkelanjutan.Pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.
- Istilah pembangunan berkelanjutan pertama kali diperkenalkan oleh World Commission on Environment and Development (WCED) dalam laporan Brundland yang berjudul “Our Common Future” (Masa Depan Kita bersama). Menurut komisi ini, pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya .
- Ada lima prinsip utama pembangunan berkelanjutan, yaitu sebagai berikut.
- Prinsip “keadilan antargenerasi (intergenerational equity)".
- Prinsip “keadilan dalam satu generasi (intragenerational equity)"
- Prinsip “pencegahan dini (precautionary principle)"
- Prinsip “perlindungan keanekaragaman hayati (conservation of biological diversity)"
- Prinsip “internalisasi biaya lingkungan dan mekanisme insentif (internalization of environment cost and incentive mechanism)".
- Paradigma pembangunan berkelanjutan berisi dua konsep kunci berikut.
- Konsep kebutuhan untuk kehidupan yang lebih baik, khususnya kaum miskin di dunia.
- Gagasan keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan masa depan.
- Gagasan pembangunan berkelanjutan dibicarakan kembali pada KTT Bumi di Rio de Jenairo pada tahun 1992 yang bertujuan mengatasi masalah perlindungan lingkungan dan pembangunan sosial ekonomi. Hasil KTT Bumi di Rio de Jenairo antara lain Rio Declaration on Environment and Development (Deklarasi Rio) dan Agenda 21 sebagai program perwujudan pola pembangunan berkelanjutan. Salah satu prinsipnya adalah bahwa manusia menjadi pusat perhatian dalam pembangunan berkelanjutan. Manusia memiliki hak atas kehidupan yang sehat dan produktif dalam keselarasan dengan alam.
- Strategi nasional untuk pembangunan berkelanjutan dituangkan dalam Agenda 21 Indonesia. Pokok-pokok pikiran yang terdapat di dalamnya mencakup hal-hal berikut.
- Pelayanan masyarakat di bidang pengentasan kaum miskin, perubahan pola konsumsi, dinamisasi kependudukan, pengelolaan dan peningkatan kesehatan, pengembangan perumahan dan permukiman, dan sistem perdagangan global, instrumen ekonomi serta neraca ekonomi dan lingkungan terpadu.
- Pengelolaan limbah yang yang meliputi perlindungan atmosfer, pengelolaan bahan kimia beracun, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun, pengelolaan limbah radioaktif, serta pengelolaan limbah padat dan cair.
- Pengelolaan sumber daya tanah yang memuat penatagunaan sumber daya tanah, pengelolaan hutan, serta pengembangan pertanian di perdesaan dan pengelolaan sumber daya air.
- Pengelolaan sumber daya alam yang mengutamakan konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan bioteknologi, serta pengelolaan terpadu wilayah pesisir dan lautan.
- Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan ditinjau kembali dalam KTT Dunia tentang Pembangunan Berkelanjutan (World Summit on Sustainable Development) di Johannesburg, Afrika Selatan, pada tahun 2002. Hasil penting KTT ini adalah Political Declaration dan Johannesburg Plan of Implementation. Political Declaration berupa komitmen untuk melaksanakan Johannesburg Plan of Implementation dengan penetapan kerangka waktu. Sementara itu, Johannesburg Plan of Implementation secara umum mencakup hal-hal berikut.
- Mengurangi angka kemiskinan.
- Mengubah pola konsumsi dan produksi yang tidak berkelanjutan.
- Melindungi dan mengelola sumber daya alam sebagai basis pembangunan ekonomi dan sosial.
- Pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik dan efektif (good governance).
- Upaya sungguh-sungguh (concerted efforts) di tingkat global, termasuk di antara para pelaku utama, seperti perwakilan negara-negara, wilayah, badan-badan PBB, multinational development banks, dan kelompok masyarakat sipil.
- Kelembagaan di tingkat nasional yang kuat dan partisipatif untuk mengarusutamakan pembangunan berkelanjutan.
- Konferensi Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Berkelanjutan kembali diadakan di Rio de Janeiro, Brasil pada tahun 2012. KTT ini dikenal dengan KTT Rio+20. KTT ini menghasilkan dokumen The Future We Want (Masa Depan yang Kita Inginkan). Dokumen ini menjadi arahan bagi pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di tingkat global, regional, dan nasional. Ada tiga isu utama bagi pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dalam dokumen ini. Ketiga isu tersebut adalah sebagai berikut.
- Ekonomi hijau dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan pengentasan kaum miskin (green economy in the context of sustainable development and poverty eradication). Ekonomi hijau menurut United Nations Environment Programme (UNEP) adalah kegiatan perekonomian yang menghasilkan peningkatan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial, sementara secara signifikan mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologis.
- Pengembangan kerangka kelembagaan pembangunan berkelanjutan tingkat global (institutional framework for sustainable development).
- Kerangka aksi dan instrumen pelaksanaan pembangunan berkelanjutan (framework for action and means of implementation).
- Pembangunan ekonomi nasional sebagaimana diamanatkan oleh Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diselenggarakan berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Hal ini sesuai dengan Pasal 33 Ayat 4 UUD 1945 setelah amandemen yang berbunyi, “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.”
- Pemanfaatan lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan antara lain dapat dilakukan dengan hal-hal berikut.
- Pelaksanaan kegiatan pertanian dan peternakan yang ramah lingkungan.
- Pencegahan penurunan dan peningkatan serapan karbon di bidang kehutanan.
- Pemanfaatan energi terbarukan.
- Diversifikasi bahan bakar.
- Efisiensi dan konservasi energi.
- Pengelolaan sampah domestik.
Langganan:
Postingan (Atom)
GEOGRAFI POPULER
Memahami Bumi, Membaca Dunia "Geografi bukan sekadar tentang peta atau nama-nama tempat. Geografi adalah cara memahami bagaimana Bumi b...
-
Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah pulaunya yang mencapai 17.499 pulau dan luas wilayah perairan mencapai 5,8 juta km2, serta ...
-
Penerapan penempatan pusat-pusat pertumbuhan yang dilaksanakan oleh Indonesia pada prinsipnya adalah menggabungkan beberapa teori atau kons...
-
A. Pengertian Wilayah Wilayah atau sering disebut region adalah unit geografis yg memiliki kriteria, batasan dan individualitas tertent...
Chiba University, Japan