Tampilkan postingan dengan label Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laut. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2025

Pukat Harimau: Ancaman di Balik Jaring Raksasa Penangkap Ikan

Pukat harimau merupakan salah satu jenis alat tangkap ikan berukuran sangat besar yang digunakan untuk kegiatan penangkapan ikan skala komersial. Jaring ini dirancang menyerupai kerucut raksasa dan ditarik oleh kapal bermesin besar sehingga mampu menangkap ikan dalam jumlah besar dalam satu kali operasi. Dari sudut pandang ekonomi, pukat harimau memang dianggap efektif karena hasil tangkapannya melimpah dan cepat. Namun, di balik efektivitas tersebut, alat tangkap ini menyimpan dampak ekologis yang sangat serius bagi keberlanjutan laut.

Ketika dioperasikan, pukat harimau dibenamkan ke dalam air dan diseret melintasi area yang luas, bahkan hingga menyapu dasar laut. Saat jaring bergerak, alat ini akan mengeruk serta menyapu ekosistem bentik—rumah bagi banyak organisme laut seperti terumbu karang, spons, dan rumput laut. Berbagai jenis ikan, baik yang berukuran kecil maupun besar, akan terperangkap tanpa pandang bulu. Lebih dari itu, pukat harimau juga sering menangkap spesies non-target (bycatch) seperti lumba-lumba, hiu, dan penyu, yang seharusnya dilindungi. Banyak dari hewan tersebut akhirnya mati sebelum sempat dilepaskan kembali.

Dampak ekologis ini menyebabkan kerusakan lingkungan laut yang bersifat jangka panjang. Terumbu karang yang rusak membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk pulih. Populasi ikan pun terancam menurun drastis akibat penangkapan berlebih (overfishing) dan terganggunya rantai makanan. Pada akhirnya, kondisi ini tidak hanya merugikan ekosistem, tetapi juga para nelayan tradisional yang menggantungkan hidup pada laut dalam jangka panjang.

Jala Pukat Harimau

Karena kerusakan yang ditimbulkannya, penggunaan pukat harimau kemudian dilarang di banyak negara, termasuk Indonesia. Pemerintah menetapkan aturan tegas melalui berbagai kebijakan perikanan untuk menghentikan praktik ini. Namun, dalam kenyataan di lapangan, masih ada pihak-pihak yang nekat melanggar hukum demi memperoleh keuntungan cepat. Tindakan tersebut tidak hanya bertentangan dengan aturan, tetapi juga mengancam keberlanjutan sumber daya laut yang seharusnya dijaga bersama.

Dengan demikian, menjaga laut bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat, terutama para pelaku usaha perikanan. Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, penegakan hukum yang konsisten, dan peningkatan kesadaran publik menjadi kunci penting untuk memastikan kekayaan laut tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Minggu, 05 Agustus 2018

Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia


Pusat gravitasi geo-ekonomi dan geo-politik dunia sedang bergeser dari barat ke asia timur, negara-negara asia sedang bangkit. Momentum ini menunjang cita-cita indonesia sebagai poros maritim dunia. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari: 
  • 79% laut 
  • 17.508 pulau [5.707 berpenghuni] 
  • 99.000 km garis pantai 
  • 263 juta penduduk

Peristiwa Penting Perkembangan Indonesia sebagai Negara Maritim

“Sebagai negara maritim; samudra, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudera, dan memunggungi selat dan teluk. Ini saatnya kita mengembalikan semuanya, sehingga 'Jalesveva Jayamahe', di laut justru kita jaya, sebagai semboyan kita di masa lalu bisa kembali” [Kutipan Pidato Pelantikan Presiden Jokowi, 20 Oktober 2014]

Apa itu Maritim
Arti kata maritim - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)Definisi/arti kata 'maritim' di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah a berkenaan dengan laut; berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut sedangkan kemaritiman/ke·ma·ri·tim·an/ n hal-hal yang menyangkut masalah maritim: sifat - kepulauan Indonesia .

Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim.

Sebagai poros maritim dunia Indonesia dapat menjadi negara maritim yang besar, kuat, dan makmur serta dapat mengembalikan identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim.

Penegakkan kedaulatan wilayah laut NKRI, revitalisasi sektor-sektor ekonomi kelautan, penguatan dan pengembangan konektivitas maritim, rehabilitasi kerusakan lingkungan dan konservasi biodiversity, serta peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kelautan, merupakan program-program utama dalam pemerintahan Presiden Jokowi guna mewujudkan Indonesia sebagai proros maritim dunia. Sehingga perlu dipahami bahwa untuk menuju negara Poros Maritim Dunia akan mencakup praktek dan proses pembangunan maritim diberbagai aspek, seperti politik, sosial-budaya, pertahanan, infrastruktur, dan terutama sekali ekonomi. 

Letak Indonesia
Posisi strategis Negara Kesatuan Republik Indonesia diantara persilangan samudra Hindia dan samudra Pasifik secara otomatis memberikan banyak potensi sumber daya ekonomi laut yang bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk masa depan bangsa dan tulang punggung pembangunan nasional, namun pemanfaatan potensi sumber daya laut secara optimal haruslah diarahkan pada pendayagunaan sumber daya ikan dengan memperhatikan daya dukung yang ada dan kelestariannya guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Indonesia secara astronomis terletak pada 6ºLU- 11ºLS dan antara 95º BT- 141ºBT. Letak secara astronomis berarti letak berdasarkan garis lintang dan bujur. Indonesia menjadi Negara beriklim tropis, dengan curah hujan yang tinggi, menerima penyinaran matahari sepanjang tahun, dan banyak penguapan sehingga kelembapan udara tinggi.

Sabtu, 04 Agustus 2018

Pengertian Pantai, Pesisir, dan Jenis Pantai

Secara umum Pengertian pantai menurut para ahli bahwa pantai adalah batas antara daratan dengan laut. Batas ini merupakan zona laut sampai dengan kedalaman 200 m (garis isobath 200 m). Jadi, sifat-sifatnya sama dengan daratan yang disebut shelf. Sebelumnya juga telah dibahas pengertian pantai dan pesisir serta perbedaanya, mengapa pesisir dikaitkan dengan pantai ??. karna terkadang banyak orang yang sulit mengartikan pesisir dan membedakan pantai dengan pesisir. pembahasan selanjutnya yakni macam-macam pantai yang akan dijelaskan dibawah ini.
Bentuk permukaan pantai tidak selalu tetap, tetapi senantiasa mengalami perubahan, yang disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
  1. Gelombang, arus, dan pasang surut merupakan tenaga pengikis, pengangkut, dan pengendapan material di pantai.
  2. Perubahan ketinggian relatif permukaan laut, karena pembekuan atau pencairan es, dan penaikan atau penurunan bagian litosfer.
  3. Pengaruh kegiatan manusia seperti pembuatan pelabuhan, pengeringan rawa-rawa, dan pengerukan muara sungai.

Jenis-Jenis Pantai 
Dalam pengertian pantai menurut definisi para ahli dan macam-macam pantai atau jenis-jenis pantai menurut bentuknya yakni terbagi atas 4 macam, pantai landai, pantai curam, pantai bertebing (flaise), dan pantai karang. Menurut bentuknya ada empat macam pantai, yaitu pantai landai, pantai curam, pantai bertebing dan pantai karang. 
  1. Pantai Landai - Pantai landai, yaitu pantai yang permukaannya relatif datar. Termasuk pantai jenis ini adalah pantai mangrove, pantai bukit pasir, pantai delta. dan pantai estuari. 
  2. Pantai Curam - Pantai curam biasanya bergunung-gunung. Karena peretakan yang memanjang sejajar pantai dan terkikis ombak yang besar, terjadilah tebing-tebing curam dan laut dalam. Contohnya, pantai di selatan pulau Jawa dan barat Pulau Sumatera. 
  3. Pantai Bertebing (Flaise) - Pantai bertebing (Flaise) adalah pantai yang curam di muka tebing karena adanya pegunungan melintang tegak lurus terhadap pantai. Di pantai ini sering dijumpai laut yang dangkal. Terjadinya flaise karena penimbunan hasil perusakan tebing pantai itu sendiri yang disebabkan oleh abrasi atau erosi marine. 
  4. Pantai Karang - Pantai karang terjadi jika di dasar laut sepanjang pantai terdapat terumbu karang, misalnya pantai di pulau sulawesi, maluku, dan nusa tenggara. Pantai seperti ini biasanya dijadikan objek wisata laut. Misalnya, Taman Bunaken di Manado. 


Pesisir 
Pesisir adalah bagian dari pantai yang tergenang pada waktu air laut pasang, dan kering pada waktu air laut surut. Daerah ini pada waktu kering dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, dan tambak (udang dan garam) oleh masyarakat sekitar.

Pesisir merupakan daerah yang meliputi pantai dan perluasannya ke arah darat sampai batas pengaruh laut tidak ada. Dilihat dari zonasinya, pesisir ini termasuk zona litoral karena kadang daerah pesisir tergenang air ketika pasang dan kering ketika surut. 

Pesisir dibagi menjadi tiga yaitu pesisir daratan, dataran aluvial, dan pulau penghalang. 
  • Pesisir daratan adalah pesisir yang mengalami proses pengangkatan yang semula berada di bawah laut menuju bekas paparan benua. 
  • Pesisir dataran aluvial adalah pesisir yang terbentuk oleh pengendapan material aluvium yang berasal dari daratan. 
  • Pesisir pulau penghalang adalah pesisir dengan perairan dangkal lepas pantai yang luas dan terpisah dari lautan oleh pulau penghalang.

Rabu, 01 Agustus 2018

Manfaat Laut Bagi Kehidupan Manusia dan Cara Melestarikannya

Tidak kurang dari 71 % permukaan bumi merupakan perairan. Bahkan sekitar 80 % kehidupan di bumi ada di bawah permukaan laut. Aneh memang bumi kita yang sebagian besar wilayahnya merupakan laut ini disebut planet bumi bukan planet laut.

Istilah ‘laut’ mengacu pada badan air asin yang menutupi sebagian besar dari permukaan bumi. Tanpa adanya laut yang melingkupi sebagian besar bumi kita, kehidupan di bumi akan sangat mustahil keberadaannya. Di Indonesia sendiri memiliki wilayah laut yang sangat luas. Bahkan Indonesia pun dijuluki sebagai negara maritime karena wilayah lautnya yang lebih luas dibandingkan wilayah darat. Laut Indonesia pun menjadi sumber tumpuan hidup bagi banyak masyarakat Indonesia.

Dan tahukah anda jika kehidupan di bumi berawal dari laut? Sebagai contoh, melalui proses tertentu, berbagai partikel dari laut yaitu asam amino meleleh secara bersamaan yang merupakan proses awal pembentukan bebatuan yang menyusun bumi kita hingga sekarang ini. Percaya atau tidak, asam amino merupakan unsur yang sampai saat ini dapat kita temukan baik pada hewan, tumbuhan hingga kita, manusia.

* Fakta tentang Laut
Laut yang wilayahnya jauh lebih luas dibandingkan wilayah daratan terkadang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi bagi para ahli maupun bagi kita masyarakat awan. Apalagi saat ini fenomena pemanasan global semakin parah dan berdampak meningkatkan tinggi permukaan air laut. Yuk cari tahu fakta apa saja mengenai laut yang mungkin belum kita ketahui.

  1. Luas permukaan laut secara keseluruhan adalah 361 juta kilometer persegi.
  2. Rata – rata dari kedalaman laut secara keseluruhan adalah 3.720 meter atau sekitar 12.200 kaki.
  3. Volume laut secara keseluruhan adalah sekitar 1,347 milyar kilometer kubik.
  4. Titik terdalam yang ada di dalam laut adalah 11.033 meter atau sekitar 36.198 kaki yang berada Mariana Trench, Samudra Pasifik bagian barat.
  5. Gunung laut tertinggi adalah Mauna Kea di Hawaii dengan tinggi menjulang di bawah permukaan laut yaitu 10.203 meter atau 33.474 kaki, sedangkan bagian gunung yang menjulang di atas permukaan laut yakni 4.170 meter atau 13.680 kaki.
  6. Lebih dari 90 persen kehidupan di dalam laut terdapat di dalam wilayah palung laut.
  7. Hanya kurang dari 10 persen wilayah laut yang sudah terjamah oleh manusia.
  8. Gunung tertinggi di dunia yaitu Gunung Everest kalah tinggi dari titik terdalam di dalam lautan.
  9. Pegunungan terpanjang di dunia terdapat di dalam laut dengan panjang mencapai 40.000 mil.
  10. Monterey Bay Submarine Canyon di dalam laut jauh lebih dalam dan lebih luas dibandingkan Grand Canyon di Amerika.
  11. Es berasal dari Antartika yang meleleh dan mencair setiap tahunnya memiliki luas hampir dua kali lebih besar dari wilayah Amerika Serikat.
  12. Suhu rata – rata air laut adalah sekitar 2 derajat Celsius.
  13. Tekanan air di dalam titik terdalam lautan setara dengan satu orang mengangkat sekitar lima puluh jet berukuran jumbo.
  14. Di dalam dunia bawah laut memiliki hampir lebih dari 20 juta ton emas.
  15. Warna biru yang ditampilkan permukaan lautan disebabkan oleh fitoplankton.
  16. Sekali menelan air laut berarti menelan bakteri dalam jumlah jutaan, seratus ribuan fitoplankton dan juga sepuluh ribuan zooplankton.
  17. Migrasi hewan terbesar terjadi di lautan yakni migrasi yang dilakukan oleh paus abu – abu dengan wilayah migrasi sekitar 10 ribu mil setiap tahunnya.

* Manfaat Laut Bagi Kehidupan Manusia
Sangat menarik memang mengetahui berbagai fakta unik yang dapat kita temukan di dalam laut. Adanya laut merupakan satu faktor yang sangat penting yang memungkinkan terjadinya kehidupan di muka bumi. Laut, juga memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan manusia. Bahkan kita sering mendengar lagu dengan lirik, “nenek moyangku seorang pelaut…” Hal ini mengindikasikan betapa laut sudah menjadi tumpuan hidup dan juga sumber daya alam bagi manusia bahkan sejak dahulu kala. Untuk lebih lengkapnya, di bawah ini akan dijelaskan berbagai manfaat dari keberadaan laut di bumi:

1. Laut Menyerap Karbon Dioksida
Alasan mengapa laut sangat penting bagi kehidupan di bumi salah satunya adalah karena dengan adanya laut memungkinkan terserapnya sekitar 30 hingga 50 persen karbon dioksida dari hasil pembakaran. Karbon dioksida sendiri dihasilkan oleh bahan bakar fosil yang digunakan sebagai sumber energi bagi industri bahkan bagi kendaraan seperti sepeda motor. Namun seiring meningkatnya suhu permukaan laut, berpengaruh pula pada plankton sebagai penyerap karbon dioksida.

2. Sumber Kehidupan Nelayan
Laut adalah penyedia sumber protein tersebar di dunia. Setiap tahunnya, ada sekitar 70 hingga 75 juta ton ikan yang ditangkap oleh para nelayan di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, 29 persen di antara adalah untuk konsumsi manusia. Saat ini, sudah terjadi penangkapan ikan yang semakin tidak terkendali sehingga mengakibatkan langkanya beberapa jenis ikan seperti tuna dan salmon.

3. Jalur Transportasi
Selain darat dan udara, jalur laut adalah salah satu jalur alternative lainnya untuk membantu mobilisasi masyarakat. Bahkan di Indonesia yang tidak lain adalah negara kepulauan yang dipisahkan oleh lautan – lautan, menggunakan jalur transportasi laut sangat membantu.

4. Untuk Tempat Rekreasi
Laut dapat menjadi salah satu alternative tempat untuk rekreasi. Pemandangan di laut yang didominasi warna biru dengan angina semilir bisa menjadi solusi terbaik untuk menghilangkan penat dari aktifitas keseharian. Apalagi kita di Indonesia, banyak sekali wilayah laut Indonesia yang banyak dijadikan sebagai spot favorit untuk diving atau sekedar snorkeling atau bersantai. Bahkan banyak sekali spot laut Indonesia yang sering dikunjungi oleh turis mancanegara.

5. Menjadi Sumber Bahan Makanan Sehat
Selain menjadi sumber protein terbesar di dunia, laut juga memiliki berbagai bahan pangan lainnya. Laut menjadi tempat hidup tanaman seperti rumput laut, kerang, ikan dan masih banyak hewan maupun tumbuhan di dalam laut lainnya yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan yang lezat dan kaya nutrisi.

6. Laut Sebagai Pengendali Iklim Dunia
Alasan lainnya mengapa laut memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan di bumi adalah laut menjadi pengendali bagi iklim di dunia. Adanya laut memungkinkan suhu bumi tidak terlalu dingin juga tidak terlau panas bagi kehidupan berbagai jenis mahluk hidup di bumi. Laut berperan penghantar suhu panas dari daerah katulistiwa menuju wilayah yang lebih dingin yakni wilayah kutub. Sehingga pada daerah katulistiwa yang beriklim tropis tidak terlalu panas, dan pada wilayah kutub yang beriklim dingin tidak terlalu dingin yang artinya masih memungkinkan bagi mahluk hidup untuk tinggal di wilayah tersebut.

7. Objek untuk penelitan
Ada berbagai biota yang hidup dan berkembang di laut. Hal tersebut juga lah yang pastinya mengundang keingintahuan dari berbagai pihak. Tak jarang, laut juga digunakan sebagai objek riset sebuah penelitian. Selain biota laut, hal lainnya yang biasa diteliti adalah aliran air, ombak, hingga tingkat salinitas air laut.

8. Sebagai Sumber Mineral
Laut adalah penyedia atau sumber mineral terbesar di dunia. Beragam jenis mineral terkandung di dalam laut. Bahkan salah satu mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia yaitu iodium, dapat didapat dari laut. Garam adalah produk dari air laut yang dapat menjadi sumber iodium bagi manusia. Kekurangan iodium dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

9. Sumber Minyak Bumi
Banyak perusahaan minyak yang membangun kilang minyak di lautan lepas. Ini karena di dalam laut terdapat banyak sumber minyak bumi, maupun gas alam yang sangat berguna bagi kehidupan dan kemaslahatan umat manusia. Para ahli juga memperkirakan jika kandungan minyak bumi dan gas alam di bawah laut jauh lebih besar dibandingkan yang ada di daratan.

10. Sumber Air Tawar yang Melimpah
Tahukah anda jika air laut bisa menjadi air minum? Ya, air laut bisa kita konsumsi sebagai air minum asalkan terlebih dahulu melalui proses yang dinamakan proses desalinasi. Bahkan, proses desalinasi ini sudah banyak dipraktekan oleh berbagai negara di dunia, khusunya negara – negara yang memiliki sedikit sumber air tawar.

11. Sumber Pembangkit Listrik
Secara alami laut mengalami pergerakan. Hal tersebut terjadi setiap harinya, pergerakan air laut yang kita ketahui yakni ombak maupun pergerakan pasang surut air laut dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik yakni dengan cara memanfaatkan pergerakan air laut tersebut sebagai penggerak turbin.

* Berbagai Cara untuk Menjaga Kelestarian Laut
Seiring perkembangan dan kemajuan jaman, laut pun semakin kotor dan semakin terekploitasi. Dampaknya sudah dapat kita rasakan mulai dari perubahan suhu, naiknya permukaan laut hingga semakin langkanya biota laut yang biasa kita manfaat sebagai sumber kehidupan kita. Menjaga laut tetap lestari merupakan hal yang sangat penting. Selain sebagai tempat hidup berbagai jenis ikan maupun karang, laut juga adalah yang memungkinkan adanya kehidupan di muka bumi. Tentu tidak terbayang bagaimana jadinya jika laut sudah mengalami kerusakan total.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membantu menjaga kelestarian laut. Satu hal yang terpenting, anda dapat memulainya dari diri anda sendiri. Berikut untuk lebih jelasnya:

1. Kurangi penggunaan energi
Dari hal kecil, ternyata bisa membantu kelestarian laut. Anda bahkan bisa melakukannya setiap hari. Contohnya, lebih memilih untuk berjalan kaki jika menuju tempat – tempat yang tidak terlalu jauh. Menghindari penggunaan kendaraan bermotor bisa menjadi salah satu ciri bahwa anda termasuk orang yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Untuk penerangan di rumah, usahakan menggunakan lampu hemat energi, dan perbanyak jendela. Sering – seringlah menggunakan tangga dari pada lift. Hal – hal tersebut memang terkesan sepele, namun akan terasa manfaatnya jika setiap orang sadar akan pentingnya laut bagi kehidupan.

2. Menurunkan konsumsi makanan laut
Bagi penyuka makanan laut atau seafood, harap diingat jika semakin sering ikan ditangkap maka akan semakin menyusut pula populasi ikan. Sehingga, bijak – bijaklah dalam mengkonsumsi produk seafood, sehingga membantu pula menurunkan permintaan terhadap produk laut tersebut. Ini berarti kita sudah membantu menjaga populasi biota laut yang dijadikan produk makanan agar tidak mengalami kepunahan.

3. Kurangi pemakaian produk berbahan plastik
Plastik banyak ditemukan di lautan sebagai sampai yang mengapung. Selain mengotori laut, plastik juga dapat memiliki andil dalam perusakan ekosistem laut.

4. Membantu merawat kebersihan laut dan pantai
Bagaimana pun juga kebersihan dan kelestarian laut dan pantai menjadi tanggung jawab kita semua. Jika kita sehabis bermain di pantai, pastikan tidak meninggalkan sampah yang dapat mengotori pantai. Jika berekreasi di laut seperti dengan melakukan diving atau snorkeling, jangan memindahkan apalagi mengambil koral, karang atau apa pun yang menjadi bagian dari ekosistem laut.

Masih banyak hal lainnya yang bisa anda lakukan untuk berkontribusi bagi kelestarian laut. Ikut serta dalam sebuah komunitas pecinta laut juga bisa menjadi hal yang bagus guna membantu mempertahankan keindahan, keasrian, kebersihan dan kelestarian laut yang memiliki peran penting tidak hanya bagi kehidupan manusia, melainkan juga bagi kehidupan biota laut, dan bumi secara keseluruhan.

Jumat, 27 Juli 2018

Gelombang Laut

Jika kebetulan kamu pergi atau piknik ke kawasan pantai, coba perhatikan gerakan air laut! Apakah gerakannya selalu sama? Tentunya tidak. Sebab, gerakan air laut ada yang berupa gelombang laut dan ada pula berupa arus laut. Di mana letak perbedaan kedua bentuk gerakan air laut ini? Untuk mengetahui jawabannya simaklah uraian berikut ini. 

Gelombang laut 
Gelombang; merupakan gerakan naik turunnya air laut yang tidak disertai perpindahan massa airnya. 

Gelombang merupakan fenomena alam penaikan dan penurunan air laut secara periodik  dan dapat dijumpai di semua tempat di seluruh dunia. 

Gross (1993) mendefenisikan gelombang sebagai gangguan yang terjadi di permukaan air. Sedangkan Sverdrup at al, (1946) mendefenisikan gelombang sebagai sesuatu yang terjadi secara periodik terutama gelombang yang disebabkan oleh adanya peristiwa pasang surut.

Massa air permukaan selalu dalam keadaan bergerak, gerakan ini terutama ditimbulkan oleh kekuatan angin yang bertiup melintasi permukaan air dan menghasilkan energi gelombang dan arus. Bentuk gelombang yang dihasilkan cenderung tidak menentu dan tergantung pada beberapa sifat gelombang, periode dan tinggi dimana gelombang dibentuk, gelombang jenis ini disebut “Sea”. Gelombang yang terbentuk akan bergerak ke luar menjauhi pusat asal gelombang dan merambat ke segala arah, serta melepaskan energinya ke pantai dalam bentuk empasan gelombang. Rambatan gelombang ini dapat menempuh jarak ribuan kilometer sebelum mencapai suatu pantai, jenis gelombang ini disebut “Swell”.

Gelombang mempunyai ukuran yang bervariasi mulai dari riak dengan ketinggian beberapa centimeter sampai pada gelombang badai yang dapat mencapai ketinggian 30 m. Selain oleh angin, gelombang dapat juga ditimbulkan oleh adanya gempa bumi, letusan gunung berapi, dan longsor bawah air yang menimbulkan gelombang yang bersifat merusak (Tsunami) serta oleh daya tarik bulan dan bumi yang menghasilkan gelombang tetap yang dikenal sebagai gelombang  pasang surut.

Sebuah gelombang tertdiri dari beberapa bagian antara lain:
  • Puncak gelombang (Crest) adalah titik tertinggi dari sebuah gelombang.
  • Lembah gelombang (Trough) adalah titik terendah gelombang, diantara dua puncak gelombang.
  • Panjang gelombang (Wave length) adalah jarak mendatar antara dua puncak gelombang atau antara dua lembah gelombang.
  • Tinggi gelombang (Wave height) adalah jarak tegak antara puncak dan lembah gelombang.
  • Priode gelombang (Wave period) adalah waktu yang diperlukan oleh dua puncak gelombang yang berurutan untuk melalui satu titik.

Menurut Nontji (1987) antara panjang dan tinggi gelombang tidak ada satu hubungan yang pasti akan tetapi gelombang mempunyai jarak antar dua puncak gelombang yang makin jauh akan mempunyai kemungkinan mencapai gelombang yang semakin tinggi. 

Pond and Pickard (1983) mengklasifikasikan gelombang berdasarkan periodenya, seperti yang disajikan pada Tabel 1. berikut ini.

Tabel Klasifikasi gelombang berdasarkan periode
Periode
Panjang Gelombang
Jenis Gelombang
0 – 0,2 Detik
0,2 – 0,9 Detik
Beberapa centimeter
Mencapai 130 meter
Riak (Riplles)
Gelombang angin
0,9 -15 Detik
Beberapa ratus meter
Gelombang besar (Swell)
15 – 30 Detik
0,5 menit – 1 jam
Ribuan meter
Ribuan kilometer
Long Swell
Gelombang dengan periode yang panjang (termasuk Tsunami)
5, 12, 25 jam
Beberapa kilometer
Pasang surut


Bhat (1978), Garisson (1993), dan Gross (1993) mengemukakan bahwa ada 4 bentuk besaran yang berkaitan dengan gelombang. Yakni :
  • Amplitudo gelombang (A) adalah jarak antara puncak gelombang dengan permukaan rata-rata air.
  • Frekuensi gelombang ( f ) adalah sejumlah besar gelombang yang melintasi suatu titik dalam suatu waktu tertentu (biasanya didefenisikan dalam satuan detik).
  • Kecepatan gelombang (C) adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam satu satuan waktu tertentu.
  • Kemiringan gelombang (H/L) adalah perbandingan antara tinggi gelombang dengan panjang gelombang.

Faktor-faktor Pembentuk Gelombang dan Jenis-jenis Gelombang 

Secara umum gelombang yang terjadi di laut dapat terbentuk dari beberapa faktor penyebab seperti : angin, pasang surut, badai laut, dan seiche. 

1. Gelombang yang disebabkan oleh angin 
Angin yang bertiup di atas permukaan laut merupakan pembangkit utama gelombang. Bentuk gelombang yang dihasilkan cenderung tidak menentu dan bergantung pada beberapa sifat gelombang periode dan tinggi dimana gelombang dibentuk. Gelombang seperti ini disebut Sea. Bentuk gelombang lain yang disebabkan oleh angin adalah gelombang yang bergerak dengan jarak yang sangat jauh sehingga semakin jauh meninggalkan daerah pembangkitnya gelombang ini tidak lagi dipengaruhi oleh angin. Gelombang ini akan lebih teratur dan jarak yang ditempuh selama pergerakannya dapat mencapai ribuan mil. Jenis gelombang ini disebut Swell.

Tinggi gelombang rata-rata yang dihasilkan oleh angin merupakan fungsi dari kecepatan angin, waktu dimana angin bertiup, dan jarak dimana angin bertiup tanpa rintangan.Umumnya semakin kencang angin bertiup semakin besar gelombang yang terbentuk  dan pergerakan gelombang mempunyai kecepatan yang tinggi sesuai dengan panjang gelombang yang besar. Gelombang yang terbentuk dengan cara ini umumnya mempunyai puncak yang kurang curam jika dibandingkan dengan tipe gelombang yang dibangkitkan dengan angin yang berkecepan kecil atau lemah. Saat angin mulai bertiup, tinggi gelombang, kecepatan, panjang gelombang seluruhnya cenderung berkembang dan meningkat sesuai dengan meningkatnya waktu peniupan berlangsung (Hutabarat dan Evans, 1984) Jarak tanpa rintangan dimana angin bertiup merupakan fetch yang sangat penting untuk digambarkan dengan membandingkan gelombang yang terbentuk pada kolom air yang relatif lebih kecil seperti danau (di darat) dengan yang terbentuk di lautan bebas, (Pond and Picard, 1978).

Gelombang yang terbentuk di danau dengan fetch yang relatif  kecil dengan hanya mempunyai beberapa centimeter sedangkan yang terbentuk di laut bebas dimana dengan fetch yang lebih sering mempunyai panjang gelombang sampai ratusan meter. Kompleksnya gelombang-gelombang ini sangat sulit untuk dijelaskan tanpa membuat pengukuran-pengukuran yang lebih akurat dan kurang berguna bagi nelayan atau pelaut. Sebagai gantinya mereka membuat suatu cara yang lebih sederhana untuk mengetahui gelombang yaitu dengan menggunakan suatu daftar skala gelombang yang dikenal dengan  Skala Beaufort untuk memberikan keterangan tentang kondisi gelombang yang terjadi di laut dalam hubungannya dengan kecepatan angin yang sementara berhembus (Hutabarat dan Evans, 1984).

2.   Gelombang yang disebabkan oleh pasang surut
Tipe pasang surut yang terjadi di Indonesia terbagi atas dua bagian yaitu tipe diurnal dimana terjadi satu kali pasang dan satu kali surut setiap hari misalnya yang terjadi di Kalimantan dan Jawa Barat. Tipe pasang surut yang kedua yaitu semi diurnal, dimana pada jenis yang kedua ini terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dalam satu hari, misalnya yang terjadi di wilayah Indonesia Timur (Ceppenberg,1992).

Pasang surut atau pasang naik mempunyai bentuk yang sangat kompleks sebab dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti hubungan pergerakan bulan dengan katulistiwa bumi, pergantian tempat antara bulan dan matahari dalam kedudukannya terhadap bumi, distribusi air yang tidak merata pada permukaan bumi dan ketidak teraturan konfigurasi kolom samudera

3. Gelombang yang disebabkan oleh badai atau puting beliung
Bentuk gelombang yang dihasilkan oleh badai yang terjadi di laut merupakan hasil dari cuaca yang tiba-tiba berubah menjadi buruk terhadap kondisi perairan. Kecepatan gelombang tinggi dengan puncak gelombang dapat mencapai 7 – 10 meter. Bentuk gelombang ini dapat menghancurkan pantai dengan vegetasinya maupun wilayah pantai secara keseluruhan (Pond and Picard, 1978).

4.   Gelombang yang disebabkan oleh tsunami
Gelombang tsunami merupakan bentuk gelombang yangdibangkitkan dari dalam laut yang disebabkan oleh adanya aktivitas vulkanis seperti letusan gunung api bawah laut, maupun adanya peristiwa patahan atau pergeseran lempengan samudera (aktivitas tektonik).  Panjang gelombang tipe ini dapat mencapai 160 Km dengan kecepatan 600-700 Km/jam.  Pada laut terbuka dapat mencapai 10-12 meter dan saat menjelang atau mendekati pantai tingginya dapat  bertambah bahkan dapat mencapai 20 meter serta dapat menghancurkan wilayah pantai dan membahayakan kehidupan manusia, seperti yang terjadi di Kupang tahun 1993 dan di Biak tahun 1995 yang menewaskan banyak orang serta menghancurkan ekosistem laut (Dahuri,1996)

5.   Gelombang yang disebabkan oleh seiche
Gelombang seiche merupakan standing wave yang sering juga disebut sebagai gelombang diam atau lebih dikenal dengan jenis gelombang stasioner. Gelombang ini merupakan standing wave dari periode yang relatif panjang dan umumnya dapat terjadi di kanal, danau dan sepanjang pantai laut terbuka. Seiche merupakan hasil perubahan secara mendadak atau seri periode yang berlangsung secara berkala dalam tekanan atmosfir dan kecepatan angin (Pond and Picard, 1978).

Bhatt, (1978) mengemukakan bahwa ada 4 jenis gelombang, antara lain :

a.   Gelombang Katastrofik
Gelombang ini adalah gelombang laut yang besar dan muncul secara tiba-tiba yang disebabkan oleh aktivitas gempa bumi, gunung api, dan sebagainya. Gelombang katastrofik ini di namakan berdasarkan  akibat yang di timbulkannya yaitu mampu menghancurkan apa saja yang di temui. Gelombang ini juga sering disebut sebagai gelombang laut Seismik atau Tsunami.

b.   Gelombang Badai (strom Wave)
Gelombang ini adalah gelombang pasang laut tinggi yang ditimbulkan dari adanya hembusan angin kencang atau badai. Sering juga disebut sebagai Strom Suger. Gelombang badai ini dapat menyebabkan kerusakan yang besar untuk daerah pesisir.

c.   Gelombang Internal (Internal Wave)
Gelombang ini adalah gelombang yang terbentuk pada perbatasan antara 2 lapisan air yang berbeda densitas. Gelombang internal ini dapat ditemukan di bawah permukaan laut. Walaupun gelombang ini serupa dengan gelombang permukaan laut yang dibangkitkan oleh angin, namun keduanya mempunyai perbedaan dalam beberapa hal. Sebagai contoh, gelombang internal bergerak sangat lambat dan tidak dapat terdeteksi dengan mata, dan umumnya terjadi hanya dimana adanya variasi densitas. Gelombang ini mempunyai tinggi lebih besar dari pada gelombang permukaan.

d.   Gelombang Stasioner Standing Wave
Gelombang ini adalah bentuk gelombang laut yang di cirikan dengan tidak adanya gerakan gelombang yang merambat, yaitu permukaan air hanya bergerak naik turun saja. Umumnya ditemukan diperairan yang tertutup, misalnya pada danau, teluk atau kanal. Gelombang ini sering disebut juga gelombang diam atau seiche. Gelombang ini dihasilkan oleh badai yang digabungkan dengan kondisi atmosfir yang drastis. Gelombang stasioner dapat menghancurkan masa hidup suatu organisme dan dapat pula menyebabkan kerusakan daratan.

GERAKAN PERMUKAAN GELOMBANG

Gerakan permukaan gelombang dapat dikelompokan sebagai berikut:
a. Gerak osilasi, yaitu gerak gelombang akibat molekul air bergerak melingkar. Gerak osilasi biasanya terjadi di laut lepas, yaitu pada bagian laut dalam. Adanya gelombang dibangkitkan oleh kecepatan angin, lamanya angin bertiup, luas daerah yang ditiup angin (fetch), dan kedalaman laut. Gelombang ini memiliki tinggi dan lembah gelombang. Puncak gelombang akan pecah di dekat pantai yang disebut breaker atau gelora.

b. Gerak translasi, yaitu gelombang osilasi yang telah pecah lalu seperti memburu garis pantai, bergerak searah dengan gerak gelombang tanpa diimbangi gerakan mundur. Gelombang ini tidak memiliki puncak dan lembah yang kemucian dikenal dengan istilah surf. Gelombang ini dimanfaatkan untuk olah raga surfing.


c. Gerak swash dan backwash merupakan salah satu gerakan permukaan gelombang yang telah menyentuh garis pantai. Kedatangan gelombang disebut swash, sedangkan ketika kembali disebut backwash.





Berdasarkan Kedalaman
Berdasarkan kedalamannya, gelombang yang bergerak mendekati pantai dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu 
  • Gelombang laut dalam. Gelombang laut dalam merupakan gelombang yang dibentuk dan dibangun dari bawah kepermukaan.
  • Gelombang permukaan. gelombang permukaan merupakan gelombang yang terjadi antara batas dua media seperti batas air dan udara
 (Ippen, 1996 dan McLellan, 1975 dalam Tarigan, 1987).

Gelombang permukaan terjadi karena adanya pengaruh angin. Peristiwa ini merupakan peristiwa pemindahan energi angin menjadi energi gelombang di permukaan laut dan gelombang ini sendiri akan meneruskan energinya ke molekul air. Gelombang  akan menimbulkan riak dipermukaan air dan akhirnya dapat berubah menjadi gelombang yang besar. Gelombang yang bergerak dari zona laut lepas hingga tiba di zona dekat pantai (nearshore beach) akan melewati beberapa zona gelombang yaitu : zona laut dalam (deep water zone), zona refraksi (refraction zone), zona pecah gelombang (surf zone), dan zona pangadukan gelombang (swash zone) (Dyer,1978). 

Uraian rinci dari pernyataan tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut :
Pada zona surf, terjadi angkutan sedimen karena arus sepanjang pantai terjadi dengan baik. Pada kedalaman dimana gelombang tidak menyelesaikan orbitalnya, gelombang akan semakin tinggi dan curam, dan akibatnya mulai pecah (Kennet, 1982). Sebuah gelombang akan pecah bila perbandingan antara kedalaman perairan dan tinggi gelombang adalah 1,28 (Yuwono, 1986) atau bila perbandingan antara tinggi gelombang dan panjang gelombang melampaui 1 : 7 (Gross, 1993).

Gelombang pasang surut yang terjadi di suatu perairan yang diamati adalah merupakan penjumlahan dari komponen-komponen pasang yang disebabkan oleh gravitasi bulan, matahari, dan benda-benda angkasa lainnya yang mempunyai periode sendiri. Tipe pasang berbeda-beda dan sangat tergantung dari tempat dimana pasang itu terjadi (Cappenberg, 1992).

Gelombang seiche merupakan standing wave yang sering juga disebut sebagai gelombang diam atau lebih dikenal dengan jenis gelombang stasioner. Gelombang ini merupakan standing wave dari periode yang relatif panjang dan umumnya dapat terjadi di kanal, danau dan sepanjang pantai laut terbuka. Seiche merupakan hasil perubahan secara mendadak atau seri periode yang berlangsung secara berkala dalam tekanan atmosfir dan kecepatan angin (Pond and Picard, 1978).


Pergerakan Gelombang
Gelombang mula-mula terbentuk di daerah pembangkit (generated area) selanjutnya gelombang-gelombang tersebut akan bergerak pada zona laut dalam dengan panjang dan periode yang relatif pendek. Setelah masuk ke badan parairan dangkal, gelombang akan mengalami refraksi (pembelokan arah) akibat topografi dasar laut yang menanjak sehingga sebagian kecepatan gelombang menjadi berkurang periodenya semakin lama dan tingginya semakin bertambah, gelombang kemudian akan pecah pada zona surf dengan melepaskan sejumlah energinya dan naik kepantai (swash) dan setelah beberapa waktu kemudian gelombang akan kembali turun (backswash) yang kecepatnnya bergantung pada kemiringan pantai atau slope. Pantai dengan slope yang tinggi akan lebih cepat memantulkan gelombang, sedangkan pantai dengan slope yang kecil pemantulan gelombangnya relatif lambat. Kennet (1982) membagi zona gelombang atas tiga bagian, yaitu zona pecah gelombang (breaker zone), zona surf (surf zone), dan zona swash (swash zone).

Gelombang Pecah (Wave Breaker)

Gelombang pecah adalah suatu sistem yang sangat komplek. Bahkan dalam beberapa jarak sebelum gelombang pecah, bentuknya tidak sinusoidal lagi. Kemudian model matematika untuk gelombang seperti ini lebih komplek dari pada yang diasumsikan dalam bab ini. Jika terjadi gelombang pecah, energi yang diterima dari angin, berkurang. Beberapa energi dibalikkan kembali ke laut, jumlahnya bergantung kepada kemiringan pantai, semakin kecil sudut kemiringan pantai, semakin kecil energi yang dibalikkan. Kebanyakan energi berkurang sebagai panas dalam percampuran skala kecil dari buih air dan pasir. Beberapa energi digunakan untuk memecahkan batu besar atau partikel mineral menjadi kecil, dan masih digunakan untuk meningkatkan tinggi gelombang dan selanjutnya meningkatkan energi potensial dari bentuk pantai. Aspek terakhir ini tergantung pada jenis gelombang yang lembut dan swell cenderung membangun pantai, tetapi gelombang badai mengikis pantai.

Gelombang pecah:          


1. Spilling, dicirikan oleh buih dan turbulensi di puncak gelombang. Spilling biasanya dimulai beberapa jarak dari pantai dan disebabkan jika lapisan air di puncak bergerak lebih cepat dari pada gelombang seluruhnya. Gelombang seperti ini dicirikan dengan kemiringan pantai yang landai. Gelombang pecah terlihat di pantai selama badai, jika gelombang curam dan pendek.


2. Plunging, adalah jenis gelombang yang paling menakjubkan. Bentuknya yang klasik, banyak disukai oleh peselancar. Puncaknya menggulung keatas dan terjun ke bawah, pengurangan energinya pada jarak yang pendek. Plunging terjadi pada pantai yang relatif landai dan berkaitan dengan swell yang panjang yang dibangkitkan oleh badai. Gelombang badai yang dibangkitkan secara lokal jarang membentuk plunging pada pantai yang landai, tetapi pada pantai yang curam hal itu terjadi.


3. Surging, terjadi pada pantai yang sangat curam, dibentuk dari gelombang yang rendah dengan perioda panjang, dan muka gelombang dan puncaknya relatif tidak pecah seperti gelombang yang meluncur ke pantai.


4. Collapsing, merupakan gelombang yang pecah setengah dari biasanya. Saat pecah gelombang tersebut tidak naik kedarat, terdapat buih dan terjadi pada pantai yang sangat curam (Galvin, 1968).



GEOGRAFI POPULER

Memahami Bumi, Membaca Dunia "Geografi bukan sekadar tentang peta atau nama-nama tempat. Geografi adalah cara memahami bagaimana Bumi b...

Chiba University, Japan

Chiba University, Japan