Mengenal Indian Ocean Dipole: "El Niño" Versi Samudra Hindia yang Mengatur Cuaca Kita
Bagi masyarakat Indonesia, istilah El Niño dan La Niña tentu sudah tidak asing lagi. Kedua fenomena di Samudra Pasifik tersebut kerap dituduh sebagai biang keladi kemarau panjang atau banjir bandang.
Baca: Fenomena Iklim Global dan Imbasnya bagi Indonesia Bagian Timur
Namun, tahukah Anda bahwa Samudra Hindia—yang berbatasan langsung dengan wilayah barat Indonesia—juga memiliki sistem "sengatan" cuacanya sendiri? Fenomena ini dikenal dengan nama Indian Ocean Dipole (IOD).
- Dampak: Awan-awan konveksi pembentuk hujan bergeser ke arah Afrika. Akibatnya, Afrika Timur mengalami banjir bandang, sementara Indonesia mengalami kekeringan ekstrem, penurunan curah hujan drastis, dan peningkatan risiko kebakaran hutan.
- Dampak: Indonesia akan mengalami "kemarau basah" dengan curah hujan yang jauh di atas normal. Hal ini memicu risiko tinggi terjadinya banjir, tanah longsor, dan badai, sementara wilayah Afrika mengalami kekeringan.
- Ketahanan Pangan: IOD Positif dapat memundurkan musim tanam padi akibat kekeringan, memicu gagal panen, dan mengancam pasokan pangan nasional. Sebaliknya, IOD Negatif bisa merusak tanaman holtikultura karena kelebihan air.
- Sektor Perikanan: Bagi para nelayan, IOD Positif justru membawa berkah tersendiri. Fenomena upwelling di selatan Jawa dan barat Sumatra membawa banyak nutrisi ke permukaan laut, sehingga populasi ikan (seperti tuna dan pelagis) melonjak drastis.
- Bencana Multibahaya: Jika IOD Positif terjadi bersamaan dengan El Niño (seperti yang terjadi pada tahun 1997, 2019, dan 2026), Indonesia akan menghadapi salah satu bencana kekeringan dan kabut asap kebakaran hutan terparah dalam sejarah.
- Saji, N. H., Goswami, B. N., Vinayachandran, P. N., & Yamagata, T. (1999). A dipole mode in the tropical Indian Ocean. Nature, 391, 360–363. (Artikel ilmiah pionir yang pertama kali mendefinisikan fenomena IOD).
- Ashok, K., Guan, Z., & Yamagata, T. (2003). Influence of the Indian Ocean Dipole on the Australian winter rainfall. Geophysical Research Letters, 30(15). (Membahas penyebaran dampak IOD ke wilayah sekitar Samudra Hindia).
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Klimatologi: Mengenal Fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole. Diakses melalui situs resmi BMKG (bmkg.go.id). (Pemberitaan resmi dan panduan edukasi publik mengenai dampak IOD di Indonesia).
- Abram, N. J., Gagan, M. K., McCulloch, M. T., Chappell, J., & Hantoro, W. S. (2003). Coral reef record of increased El Niño-Southern Oscillation and Indian Ocean Dipole activity in the late twentieth century. Nature, 424(6946), 292-295. (Penelitian berbasis data karang di Indonesia untuk melacak sejarah aktivitas IOD).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.