Konektivitas Ekologis dan Manfaat Multidimensi Sumber Daya Kemaritiman Indonesia
Indonesia menyimpan potensi ekosistem pesisir dan laut yang sangat kaya, salah satunya adalah ekosistem hutan mangrove yang tumbuh di wilayah pantai tropis yang dipengaruhi oleh dinamika pasang surut air laut. Ekosistem ini menyediakan tiga kategori manfaat utama: fisik, ekonomi, dan biologis. Secara fisik, mangrove berfungsi mencegah erosi pesisir, menahan abrasi air laut, serta menyaring limbah beracun. Dari segi ekonomi, mangrove dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, sumber kayu, dan kawasan destinasi wisata. Adapun secara biologis, mangrove berperan vital sebagai tempat pemijahan (spawning ground) dan perkembangbiakan biota laut, habitat burung, serta garda depan penyedia sumber plasma nutfah.
Di samping ekosistem pesisir, Indonesia memiliki potensi perikanan melimpah yang tergolong sebagai sumber daya alam terbarukan. Wilayah perairan Indonesia kaya akan potensi perikanan pelagis, baik skala kecil maupun besar. Ikan pelagis besar seperti tuna dan cakalang melimpah di wilayah perairan Indonesia bagian timur. Di samping perikanan tangkap di laut lepas, masyarakat pesisir Indonesia juga aktif memanfaatkan potensi akuakultur melalui budi daya spesies pesisir seperti ikan bandeng dan udang guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi lokal.
Ekosistem penunjang lainnya yang berinteraksi di kawasan dangkal adalah padang lamun, yaitu kelompok tumbuhan yang telah beradaptasi penuh untuk hidup terendam dalam air laut hingga kedalaman empat meter. Lamun tumbuh optimal pada substrat lumpur, pasir, kerikil, pecahan kerang, serta kawasan intertidal (pasang surut). Pertumbuhan lamun yang memadat membentuk hamparan padang luas yang menjalankan fungsi ekologis penting: sebagai tempat habitat dan perlindungan biota laut, pendaur zat hara (nutrien) di perairan, serta penangkap/penstabil sedimen pesisir.
Ekosistem kemaritiman Indonesia ditopang pula oleh keberadaan terumbu karang, yaitu struktur kapur yang dihasilkan organisme alga berkapur dan karang batu. Indonesia memiliki terumbu karang terluas dan terkaya di dunia, seperti yang disajikan pada keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken. Kekayaan hayatinya mencakup 590 jenis karang, 2.500 jenis moluska, 1.500 jenis udang-udangan, dan 2.500 jenis ikan. Ekosistem ini tersebar di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur (Papua, Sulawesi, Lombok, Bali), Kepulauan Riau, serta pantai barat dan ujung Sumatra. Secara ekologis, karang berfungsi meredam gelombang dan mencegah abrasi. Secara ekonomi dan sosial-ekonomi, karang menjadi destinasi wisata bahari, bahan obat-obatan, sumber makanan (seperti alga, udang karang, teripang, kerang mutiara), serta sumber penghasilan utama bagi nelayan.
SUMBER REFERENSI BACAAN
- Portal Berita / Dokumentasi Keanekaragaman Hayati: RRI News Center (2023). Taman Nasional Bunaken Menyajikan Keindahan Bawah Laut. (URL: [https://www.rri.co.id/wisata/411952/taman-nasional-bunaken-menyajikan-keindahanbawah-laut](https://www.rri.co.id/wisata/411952/taman-nasional-bunaken-menyajikan-keindahanbawah-laut)).
- Buku Teks & Kurikulum Resmi: Kemendikbudristek (2022). Geografi SMA/MA Kelas XI: Potensi dan Sebaran Sumber Daya Kelautan Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Publikasi Riset Ekologi Pesisir: Pusat Penelitian Oseanografi BRIN / LIPI. Inventarisasi Ekosistem Pesisir: Mangrove, Padang Lamun, dan Terumbu Karang di Indonesia.
Petambak di suatu daerah pesisir berencana membabat habis kawasan hutan mangrove dan padang lamun untuk dijadikan tambak udang skala besar. Berdasarkan stimulus bacaan di atas, tentukan apakah setiap pernyataan berikut BENAR atau SALAH terkait dampak ekologis dan ekonomis dari rencana tersebut!