Tampilkan postingan dengan label Perairan Darat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perairan Darat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juli 2018

Rawa

Rawa adalah lahan genangan air secara alamiah yang terjadi terus menerus atau musiman akibat drainase alamiah yang terhambat serta mempunyai ciriciri khusus secara fisik, kimiawi, dan biologis. Rawa selalu digenangi air karena kekurangan saluran atau letaknya yang rendah, baik yang bersifat sementara maupun sepanjang waktu, sehingga pelepasan air dari lahan tersebut lambat. Genangan ini disebabkan oleh kondisi pembuangan (drainase) yang buruk. Rawa bisa juga merupakan suatu cekungan yang menampung luapan air disekitarnya

Manfaat rawa yaitu sebagai tempat pemeliharaan ikan tambak, misalnya bandeng dan udang atau bisa juga untuk sawah pasang surut. Di rawa-rawa yang airnya asam, tidak terdapat kehidupan binatang. Berdasarkan sifat airnya, rawa terbagi atas rawa air payau; rawa air tawar; dan rawa air asin. 

Keadaan air di rawa, ada yang tidak mengalami pergantian (tidak mengalir). Ciri airnya sangat asam, berwarna merah, tidak dapat dijadikan air minum, tidak ada organisme yang hidup, dan sukar dimanfaatkan. Akan tetapi banyak juga rawa yang keadaan airnya selalu mengalami pergantian, misalnya karena pengaruh pasang surut air laut atau karena luapan sungai. 

Gambut yang terdapat di rawa untuk masa yang akan datang bisa dipergunakan untuk bahan bakar karena gambut itu sifatnya mudah terbakar. Gambut juga berguna untuk bahan isolasi panas dan untuk bahan pupuk. Di daerah yang mengalami pasang surut, kadang-kadang rawa masih dapat diusahakan dalam bentuk sawah pasang surut.

Rawa Pening

Sabtu, 21 Juli 2018

Danau

Danau adalah suatu cekungan (basin) di permukaan bumi yang digenangi air dalam jumlah yang relatif banyak. Air danau berasal dari banyak sumber, seperti sungai, air tanah, atau hujan. Pengaliran air danau dapat terjadi karena penguapan, perembesan ke dalam tanah, dan pengaliran air melalui sungai.

Berdasarkan proses terjadinya, danau dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut: 

  • Danau tektonik, yaitu danau yang terbentuk karena proses tektonik, seperti proses patahan dan lipatan. Tenaga tektonik menyebabkan retakan atau cekungan pada lapisan kulit bumi. Retakan ini terisi air dalam jumlah yang banyak, sehingga terbentuklah danau. Contoh danau ini adalah Danau Tempe (Sulawesi Selatan), Danau Poso (Sulawesi Tengah), Danau Singkarak dan Danau Maninjau (Sumatera Barat).

  • Danau vulkanik, yaitu danau yang terbentuk di kawah bekas letusan gunungapi yang terisi oleh air dalam jumlah banyak. Danau vulkanik dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu:
    • Danau maar adalah danau yang terjadi akibat letusan gunungapi menimbulkan lubang yang terisi oleh air hujan. Contohnya, Danau Grati (Jawa Timur). 
    • Danau kawah adalah danau yang terjadi karena kawah atau lubang kepundan terisi oleh air hujan. Contohnya, danau Kelimutu (Flores) dan danau Rinjani (Lombok).


  • Danau tektovulkanik merupakan jenis danau yang terbentuk akibat dari gabungan tektonik dan vulkanik. Pada saat terjadi erupsi gunungapi, sebagian badan gunung api patah dan merosot menutupi lubang kepundan. Contoh, Danau Toba (Sumatera Utara).

  • Danau karst atau dolina adalah danau yang terjadi di daerah kapur sebagai hasil proses pelarutan batu kapur, sehingga membuat cekungan. Danau Karst ini lebih dikenal dengan sebutan Dolina. Contohnya, banyak terdapat di daerah Gunung Kidul (Yogyakarta).
  • Danau glasial, adalah danau yang terjadi karena erosi glasial pada zaman es dilluvium. Contohnya, Danau Michigan, Danau Superior, dan Danau Ontario, semuanya dekat perbatasan antara Amerika Serikat dan Kanada
  • Danau bendungan adalah danau yang terjadinya karena terbendungnya aliran sungai oleh lava sebagai akibat letusan gunungapi. Contohnya, Danau Laut Tawar (Aceh Tengah), Danau Tondano (Sulawesi Utara).
  • Danau buatan adalah jenis danau yang sengaja dibuat oleh manusia, misalnya untuk kepentingan irigasi atau PLTA. Danau buatan ini sering pula dinamakan waduk atau bendungan. Contohnya, Waduk Jatiluhur (Jawa Barat), Saguling (Jawa Barat), Cirata (Jawa Barat), Riam Kanan (Kalimantan Selatan), dan Waduk Sempor (Jawa Tengah).
Danau sangat penting keberadaannya bagi kehidupan, khususnya manusia antara lain sebagai cadangan air untuk kepentingan pengairan (irigasi), air minum, sebagai sumber pembangkit tenaga listrik, sebagai sarana olahraga dan rekreasi, sebagai pengatur air untuk mencegah banjir, dan sebagai tempat untuk kegiatan perikanan (tambak udang dan ikan) dan manfaat lainnya. 

Jumat, 20 Juli 2018

Sungai dan Bagiannya

Sungai adalah bagian dari muka bumi yang karena sifatnya menjadi tempat air mengalir. Sifat yang dimaksud adalah bagian permukaan bumi yang paling rendah bila dibandingkan dengan daerah sekitamya. Sungai dapat dibedakan dari massa airnya, karena:
  • kebanyakan mengalir di permukaan bumi ke tempat yang lebih rendah, kadang-kadang di bawah permukaan tanah, 
  • pengalirannya tidak tetap, kadang-kadang deras, kadang-kadang lambat, dan di beberapa tempat membentuk riak, 
  • mengangkut beban dari mulai lumpur yang halus, pasir, kerikil sampai batu-batu guling, 
  • mengalir mengikuti saluran tertentu yang di kanan-kirinya dibatasi oleh suatu tebing yang biasanya curam.
Bagian-bagian sungai
Secara garis besar, bagian-bagian sungai terdiri atas bagian hulu, tengah, dan hilir.

Bagian hulu, sungai memiliki karakteristik: 
  1. arus air deras;
  2. arah erosi ke dasar sungai (erosi vertikal); 
  3. lembahnya curam ;
  4. lembahnya berbentuk V;
  5. kadang-kadang terdapat air terjun; 
  6. terdapat erosi mudik; 
  7. tidak terjadi pengendapan (sadimentasi).
Berbeda dengan bagian hulunya, maka karakteristik fisik sungai di Bagian tengah, adalah: 
  1. arus air sungai tidak begitu deras; 
  2. erosi sungai mulai ke samping (erosi horizontal); 
  3. aliran sungai mulai berkelok-kelok; 
  4. mulai terjadi proses sedimentasi (pengendapan) karena kecepatan air mulai berkurang. 
Begitu pula, pada bagian hilir sungai memiliki karakteristik sebagai berikut: 
  1. arus air sungai tenang; 
  2. banyak terjadi sedimentasi; 
  3. erosi ke arah samping (horizontal); 
  4. sungai berkelok-kelok (terjadi proses meandering);
  5. kadang-kadang ditemukan meander yang terpotong sehingga membentuk kali mati atau danau tapak kuda (oxbow lake); 
  6. di bagian muara kadang-kadang terbentuk delta.

Kamis, 19 Juli 2018

Air tanah (ground water)

Air tanah adalah massa air yang ada di bawah permukaan tanah. Lebih dari 98 % dan semua air di daratan tersembunyi di bawah permukaan tanah, 2% terlihat sebagai air di sungai, danau, dan reservoir. Setengah dari 2% ini disimpan di reservoir buatan. Walau demikian, sebagian besar penduduk terutama yang tinggal di perkotaan memanfaatkan air tanah ini untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Pernahkah kamu merasakan kekurangan air bersih setiap tahunnya?

Volume air tanah yang ada di berbagai tempat tidak sama, bergantung pada persyaratan yang menunjang proses peresapannya. Air tanah berasal dari air hujan yang meresap melalui berbagai media peresapan, yaitu sebagai berikut: 
  1. Pori-pori tanah. Tanah yang gembur atau berstruktur lemah akan meresapkan air lebih banyak daripada tanah yang pejal. 
  2. Retakan-retakan lapisan tanah akibat kekeringan yang pada musim hujan sangat basah dan becek, seperti tanah liat dan lumpur. 
  3. Rongga-rongga yang dibuat binatang (cacing dan rayap). 
  4. Rongga-rongga akibat robohnya tumbuh-tumbuhan yang berakar besar. 
  5. Rongga-rongga akibat pencairan berbagai kristal yang membeku pada musim dingin. 
Selain kelima faktor tersebut di atas, penutupan vegetasi di permukaan bumi sangat besar pengaruhnya terhadap peresapan air hujan ke dalam tanah. Hujan yang lebat akan tertahan oleh daun-daun dan ranting-ranting, sehingga jatuhnya di permukaan bumi sangat perlahan-lahan. Dengan demikian, proses peresapan air lebih lancar. Air tanah mengalami proses penguapan melalui dua cara, yaitu sebagai berikut: 
  • Penguapan langsung melalui pori-pori di permukaan tanah sebagai akibat pemanasan lapisan tanah oleh sinar matahari. Jenis penguapan ini dalam bahasa Inggris, disebut evaporasi. 
  • Penguapan yang tidak langsung, yaitu yang melalui permukaan daun tumbuhtumbuhan. Jenis penguapan ini dinamakan transpirasi. 
Di dalam klimatologi dan hidrologi, kedua jenis penguapan ini dinamakan evapotranspirasi. Lapisan tanah yang dipengaruhi evapotranspirasi hanya sampai kedalaman 30 cm saja. Di daerah gurun menjadi lebih dalam lagi karena curah hujan rendah dan pemanasan terus-menerus. Lapisan atas tanah gurun itu menjadi kering. 

Di dataran rendah, pada umumnya permukaan air tanahnya dangkal. Makin tinggi permukaan tanah, makin dalam letak air tanahnya. Akibatnya kedalaman air tanah di berbagai tempat tidak sama. Ketidaksamaan ini mungkin juga akibat jenis tanah dan struktur tanah yang berbeda, dan juga mungkin karena faktor musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. 

Berdasarkan jenisnya, air tanah dapat dikelompokkan ke dalam tujuh bagian, yaitu sebagai berikut: 
1) Meteoric water (vadose water), yaitu air tanah yang berasal dari air hujan, dan terdapat pada lapisan tanah yang tak jenuh.
2) Connate water (air tanah tubir), yaitu air tanah yang terperangkap dalam rongga-ronggga batuan endapan, sejak pengendapan itu terjadi, termasuk juga air yang terperangkap pada rongga-rongga batuan beku leleran (lelehan) sewaktu magma tersembur ke luar ke permukaan. Asalnya mungkin dari air laut atau air darat. 
3) Fossil water (air fosil), yaitu air yang terperangkap dalam rongga-rongga batuan dan tetap tinggal di dalam batuan tersebut sejak penimbunan itu terjadi. Kadang-kadang istilah ini disamakan dengan Connate water. 
4) Juvenil water (air magma), yaitu air yang berasal dari dalam bumi (magma). Air ini bukan dari atmosfer atau air permukaan. 
5) Pelliculkar water (air pelikular/ari), yaitu air yang tersimpan dalam tanah karena tarikan molekul-molekul tanah. 
6) Phreatis water (air freatis), yaitu air tanah yang berada pada lapisan kulit bumi yang poreus (sarang). Lapisan air tersebut berada di atas lapisan yang tidak tembus air (pejal/kedap) atau di antara dua lapisan yang tidak tembus air. 
7) Artesian water (air artesis), yaitu air yang berada di antara dua lapisan batuan yang kedap (tidak tembus) air sehingga dapat menyebabkan air tersebut dalam keadaan tertekan. Oleh karena itu, air artesis dinamakan juga air tekanan (pressure water).Apabila air tanah ini memperoleh jalan keluar, baik disengaja maupun tidak, maka akan keluar dengan kekuatan besar ke permukaan bumi dan terjadilah sumber air artesis.

Di kota-kota dan di daerah-daerah industri sering terjadi polusi pada air tanah yang disebabkan oleh sampah dan buangan limbah industri. Sampah-sampah yang padat, apabila membusuk akan meresap ke dalam lapisan tanah oleh pengaruh air hujan, sehingga akan mengotori air tanah di tempat-tempat yang dekat dengan sumber polusi itu. 

Air tanah yang sudah tercemar bisa dibedakan dari air tanah yang masih murni dari warna, bau, dan rasa. Akibat polusi, air tanah bisa membahayakan kehidupan manusia. Air tanah mempunyai berbagai kegunaan bagi kehidupan manusia, yaitu untuk keperluan rumah tangga seperti untuk minum, memasak makanan, dan mencuci; untuk keperluan industri, misalnya industri tekstil dan industri farmasi; untuk keperluan pertanian, misalnya pengairan sawah dan palawija di daerah yang sukar dibuat irigasi, seperti di daerah-daerah gurun, daerah karst (di Gunung Kidul Yogyakarta). 

Air tanah yang digunakan untuk berbagai keperluan tersebut, pada zaman sekarang lebih banyak dikeluarkan melalui sumur bor. Pengeluaran air tanah yang tidak seimbang dengan penambahannya secara alamiah akan menyebabkan terjadinya tanah amblas (subsidence). Penyedotan air tanah secara besar-besaran juga akan menurunkan permukaan air tanah dalam, terutama pada musim kering. Di daerah pantai yang dijadikan kota atau pemukiman lain, penyedotan air tanah melalui sumur pompa menyebabkan intrusi air asin ke arah darat. Di daerah itu seringkali air tanah yang rasanya payau atau sedikit asin.


Perairan Darat

Perairan darat adalah semua bentuk air yang terdapat di daratan. Air dapat berupa benda cair atau benda padat (es dan salju), sedangkan yang banyak dimanfaatkan oleh manusia berwujud cair yaitu berupa air, baik air permukaan, air tanah, sungai, danau, dan sebagian air rawa.

Perbandingan antara banyaknya air yang meresap dan mengalir di permukaan, bergantung pada berbagai faktor, yaitu: 
1) jumlah curah hujan yang jatuh; 
2) kekuatan jatuhnya butiran air hujan di permukaan bumi; 
3) lamanya curah hujan; 
4) penutupan vegetasi di permukaan bumi; 
5) derajat permeabilitas dan struktur bumi; 
6) kemiringan topografi

 Klasifikasi Perairan Darat
Coba kamu sebutkan apa saja yang termasuk bentangan perairan darat? Tentunya kamu sudah mengetahui semuanya, yaitu air tanah, sungai, danau, dan rawa. Baik sungai, danau, maupun rawa merupakan air permukaan. Sebab ketiga jenis air ini terdapat di atas permukaan tanah. Dengan demikian, perairan darat dapat dibedakan atas dua kelompok, yaitu air tanah dan air permukaan. 

Jenis air permukaan

Ilusi Kesejahteraan dan Marjinalisasi Kaum Tani dalam Ketimpangan Struktur Agraria

Sektor pertanian di Indonesia terus berhadapan dengan kontradiksi mendasar antara agenda modernisasi ekonomi dan keadilan sosial-agraria. Di...

Chiba University, Japan

Chiba University, Japan