Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri wilayah dan perwilayahan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri wilayah dan perwilayahan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juni 2019

Pewilayahan

Pewilayahan atau regionalisasi merupakan upaya untuk membagi-bagi permukaan bumi berdasarkan karakteristik tertentu yang membedakan wilayah itu dengan wilayah-wilayah yang lain. Manfaat pewilayahan antara lain dapat menyederhanakan informasi tentang suatu gejala atau fenomena permukaan bumi yang beragam, dapat menyusun secara teratur keanekaragaman permukaan bumi dan dapat memantau perubahan- perubahan yang terjadi baik gejala alam maupun manusia.

Untuk melaksanakan pewilayahan, ada tiga metode yang dapat digunakan. Ketiga metode itu adalah sebagai berikut.

  • Generalisasi wilayah dengan mengubah atau menghilangkan faktor- faktor tertentu yang dianggap kurang penting sehingga terbentuk wilayah homogen atau wilayah formal dengan parameter tertentu.
  • Delimitasi adalah cara penentuan batas terluar suatu wilayah dengan cara kualitatif dan kuantitatif. Delimitasi dengan cara kualitatif merupakan penentuan batas terluar suatu wilayah atas dasar kenampakan-kenampakan yang dominan pada suatu tempat dengan bantuan interpretasi foto udara dan citra satelit. Delimitasi dengan cara kuantitatif merupakan penentuan batas wilayah atas dasar ukuran-ukuran kuantitatif dari data yang terkumpul.
  • Klasifikasi wilayah sebagai upaya pengelompokkan wilayah secara sistematis ke dalam kelompok-kelompok wilayah tertentu berdasarkan keseragaman sifat semua individu dalam wilayah tersebut.

Klasifikasi wilayah dapat didasarkan pada topik. Berdasarkan topik ada lima kategori besar berikut.

  • Single topic region atau wilayah bertopik tunggal, yakni pewilayahan yang didasarkan pada satu macam unsur saja, seperti curah hujan.
  • Combined topic region atau wilayah bertopik gabungan, yakni pewilayahan yang didasarkan atas gabungan beberapa unsur yang masih satu topik, seperti curah hujan, temperatur, dan tekanan udara.
  • Multiple topic region atau wilayah bertopik banyak, yakni pewilayahan yang didasarkan pada beberapa topik berbeda tapi masih berhubungan antara satu dengan yang lain, seperti daerah pertanian yang membutuhkan data tentang iklim, keadaan tanah, geomorfologi dan data penting lainnya.
  • Total region atau wilayah total, yakni wilayah yang didasarkan pada semua unsur dalam suatu wilayah. Wilayah administrasi desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi.
  • Compage, yakni pewilayahan berdasarkan aktivitas manusia yang paling menonjol. Misalnya, wilayah miskin dan wilayah bencana.

Proses pewilayahan dapat dilakukan berdasarkan hal-hal berikut.
  • Homogenitas (keseragaman). Dengan kriteria ini, kita dapat menemukan wilayah yang dicirikan keseragaman atau homogenitas tertentu, seperti wilayah hutan hujan tropis dan wilayah pertanian. Berdasarkan keseragaman, kita menentukan perwilayahan wilayah formal. Jika berdasarkan lebih dari satu kriteria atau variabel, batas- batas wilayah formal dapat diperoleh dengan menggunakan metode nilai bobot indeks.
  • Hubungan antara titik-titik pertumbuhan pada unit-unit wilayah dan titik pusat. Proses perwilayahan seperti ini disebut dengan proses pewilayahan wilayah fungsional. Untuk menentukan perwilayahan wilayah fungsional, kita dapat menggunakan pendekatan analisis aliran barang/orang dan analisis gravitasi.
    • Analisis aliran barang/orang melihat wilayah fungsional atas dasar arah dan intensitas aliran barang/orang antara titik pusat dan wilayah sekitarnya. Biasanya intensitas aliran barang/orang antara titik pusat dan wilayah terdekat lebih tinggi daripada intensitas aliran barang/orang antara titik pusat dan wilayah terjauh.
    • Analisis gravitasi menyatakan bahwa interaksi antara dua titik geografis atau wilayah berhubungan langsung dengan ‘massa’ mereka, seperti populasi, pekerjaan, pendapatan, dan perputaran ritel dan berbanding terbalik dengan ‘jarak’ seperti jarak perjalanan, jarak penerbangan dan jarak tempuh. Begitu massa dan jarak ditetapkan, gaya gravitasi antara dua pusat wilayah dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut.

Di mana G 1-2 merupakan gaya gravitasi (kekuatan interaksi) antara wilayah 1 dan 2. M1 dan M2 mewakili massa wilayah 1 dan 2, d adalah jarak antara keduanya, dan k adalah angka konstanta empiris dengan nilai 1.

Manfaat Pewilayahan (Regionalisasi)

Berikut di bawah ini merupakan manfaat dari dilakukannya regionalisasi, yaitu:
  • Mengurutkan dan menyederhanakan informasi mengenai keanekaragaman dan gejala atau fenomena di permukaan bumi.
  • Untuk meratakan pembangunan di semua wilayah sehingga dapat mengurangi kesenjangan antar wilayah.
  • Memudahkan koordinasi berbagai program pembangunan pada tiap daerah.
  • Memantau perubahan-perubahan yang terjadi, baik gejala alam maupun manusia.

Jumat, 24 Agustus 2018

Konsep Wilayah, Pewilayahan, dan Teori Pertumbuhan

A. Pengertian Wilayah
Wilayah atau sering disebut region adalah unit geografis yg memiliki kriteria, batasan dan individualitas tertentu. Individualitas ini terjadi karena  di dalam region ini terjadi interaksi yg kemudian memberi ciri khas  kepada region (ruang) itu sendiri. 
Oleh karena itu region merupakan suatu unit geografi dari permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan wilayah lain. Region memilik ukuran yang bervariasi, mulai dari yang paling luas sampai sangat sempit yang memiliki komponen : 
  • Biotik. Komponen biotik meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan
  • Abiotik. Komponen abiotik meliputi air, tanah, dan udara
  • Kultural. Komponen kultural  meliputi kebudayaan dan teknologi

Dengan demikian penggolongan wilayah dapat dilakukan dengan mengacu pada keadaan alam dan tingkat kebudayaan 


  • Keadan Alam. Penggolangan dengan keadaan alam dibedakan lagi berdasarkan iklim, relief dan vegetasi. Misalnya relief : dataran rendah, dataran tinggi, dst
  • Tingkat Kultural. Penggolangan dengan tingkat kultural, misalnya : negara maju, pertanian, perkotaan, pedesaan dst.


B. Konsep Wilayah Formal dan Wilayah Fungsional
Konsep wilayah sebagai pendekatan/analisis, dikembangkan dengan mempelajari fenomena geografis dalam konsep interelasi dan interkasi keruangan yang mengacu pada persebaran. Dengan menggunakan pendekatan regional, maka wilayah dibedakan menjadi :
Wilayah Formal/Uniform region
    • Merupakan wilayah geografis yang memiliki keseragaman atau kesamaan berdasarkan kriteria tertentu
    • Misalnya ; daerah pedesaan, petanian dst
    • Kesamaan ini menjadi sifat/karakteritik wilayah yang membedakan dengan wialyah lain
    • Pada awalnya kriteri yang digunakan bersifat alamiah, kemudian berkembang menggunkan kriteria ekonomi, industri, pemukiman.


Wilayah Fungsional/Nodal region
    • Merupakan suatu wilayah yang di dalamnya terdapat banyak hal yang di atur oleh beberapa pusat kegiatan yang satu sama lain saling berhubungan (berkaitan). Misalnya : Kota terdapat berbagai pusat kegiatan ada CBD, Perkantoran, Pasar dan seterusnya yang satu sama lain dihubungan dengan jaringan jalan raya.
    • Wilayah fungsional lebih bersifat dinamis dibandingkan dengan wilayah formal.
    • Wilayah fungsional memiliki karakteristik lebih menekankan pada aspek penggunaan dan perkembangan wilayah.

Gambar Konsepsi Wilayah



C. Klasifikasi Wilayah
Klasifikasi wilayah adalah usaha untuk mengadakan penggolongan wilayah secara sistematis kedalam bagian-bagian tertentu berdasarkan properti tertentu. 

Penggolongan yang dimaksud haruslah memperhatikan keseragaman sifat dan semua individu. Semua individu dalam polulasi mendapatkan tempat dalam golongan masing-masing. 

Tujuan utama klasifikasi adalah untuk tidak menonjolkan sifat-sifat tertentu dari sejumlah individu, melainkan mencari diferensisasi antar golongan. Cara klasifikasi dapat dikerjakan dengan sifat kualitatif maupun kuantitatif. Klasifikasi dapat bertujuan untuk mengetahui deferensiasi jenis dan deferensiasi tingkat. 


Berikut ini beberapa penggolongan atau klasifikasi wilayah tersebut.
a. Core Region,

yaitu inti wilayah yang biasanya berupa daerah metropolitan yang terdiri atas dua atau lebih kota-kota yang berkelompok.

Contoh: Kota Jakarta.

b. Development Axes (poros pembangunan),

yaitu daerah yang menghubungkan dua atau lebih core region. Biasanya berupa jalur memanjang di koridor transportasi. Contoh: Jalur transportasi yang menghubungkan Kota Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

c. Resource Frontier Region,

yaitu suatu wilayah baru yang mulai berkembang dan nantinya akan menjadi daerah yang produktif. Daerah ini biasanya terletak jauh dari core region.

Contoh: daerah transmigrasi, kawasan industri, daerah perkebunan, dan lain sebagainya.

d. Depresed Region atau daerah tertekan,

yaitu suatu daerah yang mengalami penurunan tingkat ekonominya dan daerahnya sulit untuk berkembang. Daerah ini biasanya tertekan secara sosial dan ekonomi, sehingga cenderung menjadi daerah yang tertinggal dibandingkan dengan daerah lainnya.

e. Special Problem Region,

yaitu suatu daerah yang terletak pada lokasi yang khusus dengan karakteristik tertentu.

Contoh: daerah perbatasan, daerah cagar purbakala, perumahan militer, dan lain sebagainya.


D. Pewilayahan Menurut Fenomena Geografis
Di permukaan bumi terjadi berbagai fenomena geografis, dimana fenomena tersebut dapat diklasifikasikan dalam beberapa kriteria. Misalnya; Desa Nelayan, desa Industri, desa swasembada, kota udang, kota hujan, hutan bakau, hutan cemara dst.

Proses pengklasifikasian wilayah dalam disiplin ilmu geografi telah berlangsung sangat lama dan dikenal dengan istilah pewilayahan (regionaliasi). Perlu dipahami bahwa bahwa tidak ada batasan luas terhadap region, oleh karena itu penentuan kriteria dan batasan region harus “bermakna” (meaningfull). Iklim, topografi, jenis tanah, kebudayaan, bahasa, suku bangsa, tingkat kesejahteraan penduduk adalah kriteria/karakteristik dari keseragaman pembentuk wilayah. Dengan demikian penentuan suatu wilayah sebagai suatu region, didasarkan adanya kriteria: Kesatuan Bentuk, Kesatuan Ruang, dan Kesatuan Fungsi
Ketiganya mencirikan keseragaman gejala sebagai hasil distribusi, interelasi dan interaksi unsur-unsur geografi di dalamnya. 

Definisi Pewilayahan (regionalisasi)
Pewilayahan adalah suatu proses penggolongan wilayah berdasarkan kriteria tertentu. Klasifikasi atau penggolongan wilayah dapat dilakukan secara formal maupun fungsional. Dalam perencanaan pembangunan, pemerintah harus memahami kondisi suatu wilayah karena setiap wilayah memiliki kondisi yang berbeda-beda. 


Pewilayahan dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya :


  • Natural Region. Berdasarkan ketampakan alami, seperti wilayah pertanian dan kehutanan.
 



  • Single Feature Region. Berdasarkan pada satu ketampakan, seperti wilayah berdasarkan iklim, hewan, atau iklim saja.

 


  • Specefic Region. Dicirikan kondisi grafis yang khas dalam hubungannya dengan letak, adat istiadat, budaya, dan kependudukan secara umum. Misalnya wilayah Asia Tenggara, Eropa Timur, dsb.




  • Generic Region. Didasarkan pada ketampakan jenis atau tema tertentu. Misalnya di wilayah hutan hujan tropis yang ditonjolkan hanyalah flora atau fauna tertentu.


  


  • Factor Analysis Region. Berdasarkan metoda statistik-deskriptif atau dengan metoda statistik-analitik. Penentuan wilayah berdasarkan analisis faktor terutama bertujuan untuk hal-hal yang bersifat produktif, seperti penentuan wilayah untuk tanaman jagung dan kentang.  Selain itu juga bersifat pencegahan terhadap becana.












Dengan adanya konsep wilayah dan perwilayahan ini dapat berlanjut untuk melakukan identifikasi pusat pertumbuhan di suatu wilayah.

E. Pusat Pertumbuhan (growth pole) dan Batas Wilayahnya
Pusat pertumbuhan  adalah suatu wilayah atau kawasan yang pertumbuhan pembangunannya sangat pesat jika dibandingkan dengan wilayah lainnya sehingga dapat dijadikan sebagai pusat pembangunan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan wilayah lain di sekitarnya.Suatu wilayah dikatakan sebagai pusat pertumbuhan apabila wilayah tersebut memiliki :
  1. Perkembangan cepat
  2. Pertumbuhan cepat 
  3. Pembangunan menonjol 
  4. Kegiatan ekonomi ramai

Oleh karena itu suatu wilayah memiliki potensi untuk berkembang dan menjadi pusat pertumbuhan di dukung: Kondisi Geografis, Potensi Sumber Daya Alam, Potensi Sumber Daya Manusia, dan Jaringan Transportasi. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, untuk mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan dilakukan berbagai pendekatan yaitu :

1. Potensi Wilayah
Pusat pertumbuhan suatu wilayah dapat didentifikasikan berdasarkan potensi wilayah. Potensi suatu wilayah dapat dilihat dari berbagai sektor fisik maupun sosial budaya yang terdapat di wilayah tersebut. Dalam mengidentifikasi potensi suatu wilayah agar menjadi pusat pertumbuhan dapat dilakukan dengan cara menginventarisir potensi utama yang ada di wilayah tersebut. Misalnya, pulau Bali merupakan wilayah dengan potensi wisata alam dan juga sosial budaya. Pulau Bali dapat berrkembang menjadi pusat pertumbuhan dengan cara memacu pengembangan sektor pariwisata di pulau tersebut. Pada akhirnya pertumbuhan di pulau Bali dapat memacu perkembangan wilayah pulau-pulau lain di sekitarnya terutama pulau-pulau di Nusa Tenggara yang pada awalnya belum berkembang dapat menjadi pulau yang maju secara ekonomi. 

2. Teori Tempat Sentral  
Teori ini kali pertama dikemukakan oleh tokoh geografi berkebangsaan Jerman, Walter Christaller (1933). Christaller mengadakan studi pola persebaran permukiman, desa, dan kota-kota yang berbeda ukuran serta luasnya. Teori Christaller ini kemudian diperkuat oleh seorang ahli ekonomi berkebangsaan Jerman, August Losch (1945). Christaller mengemukakan Teori Tempat yang Sentral ini didasari oleh keinginannya untuk menjawab tiga pertanyaan yang berhubungan dengan kota atau wilayah, yaitu sebagai berikut.

  • Apakah yang menentukan banyaknya kota?
  • Apakah yang menentukan besarnya kota?
  • Apakah yang menentukan persebaran kota?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Christaller mengemukakan konsep yang disebut jangkauan (range) dan ambang (threshold). 
  • Range adalah jarak yang harus ditempuh seseorang untuk mendapatkan barang atau pelayanan jasa dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Threshold adalah jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk kelancaran dan kesinambungan suplai barang. 
Christaller membayangkan suatu wilayah dataran yang dihuni oleh sejumlah penduduk yang persebarannya merata. Dalam kehidupan sehari-hari, penduduk tersebut memerlukan sejumlah barang dan jasa, antara lain makanan, minuman, aneka barang-barang rumah tangga, keperluan pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut, penduduk harus pergi ke tempat-tempat yang dapat menyediakan barang dan jasa tersebut. Oleh karena itu, perlu menempuh jarak tertentu dari tempat tinggalnya ke pusat pelayanan yang memenuhi kebutuhan tersebut. Jarak dikenal dengan istilah range. Di lain pihak, pusatpusat pertokoan atau pelayanan jasa (produsen) yang menyediakan kebutuhan masyarakat sudah barang tentu tidak memiliki keinginan untuk merugi. Mereka harus benar-benar paham, berapa banyak jumlah minimal penduduk (konsumen) yang dibutuhkan bagi kelancaran dan kesinambungan suplai barang atau jasa sehingga tidak mengalami kerugian apalagi sampai mengalami kebangkrutan. Jumlah minimal penduduk ini dikenal dengan istilah threshold.


Pusat pelayanan yang ber-threshold kecil, seperti toko makanan dan minuman tidak memerlukan konsumen terlalu banyak untuk menjual beraneka barang dagangannya karena penduduk senantiasa memer lukan barang-barang konsumsi tersebut setiap hari. Oleh karena itu, lokasinya dapat ditempatkan sampai ke kota-kota atau wilayah kecil. Sebaliknya pusat pelayanan masyarakat yang ber-threshold tinggi seperti pertokoan yang menjual barang-barang mewah, seperti kendaraan bermotor, barang-barang lux, dan perhiasan. Oleh karena barang-barang tersebut relatif lebih sulit terjual maka agar barang-barang tersebut dapat laku dalam jumlah yang cukup banyak perlu dilokasikan di tempat-tempat atau kawasan (wilayah) yang cukup sentral. Lokasinya di kota besar yang jaraknya relatif terjangkau penduduk di wilayah sekitarnya dan juga terpenuhi batas minimal jumlah penduduk untuk menjaga kesinambungan suplai barang.

Dari pemikirannya itu muncullah istilah tempat-tempat yang sentral (central place). Menurut teori Christaller ini, suatu pusat aktivitas yang senantiasa melayani berbagai kebutuhan penduduk harus terletak pada suatu lokasi yang sentral, yaitu suatu tempat atau wilayah (kawasan) yang memungkinkan partisipasi manusia dalam jumlah yang maksimum, baik mereka yang terlibat dalam aktivitas pelayanan maupun yang menjadi konsumen dari barang-barang dan jasa tersebut. 


Selanjutnya dijelaskan bahwa tempat yang sentral merupakan suatu titik simpul dari suatu bentuk heksagonal (segi enam). Wilayah yang terletak di dalam segi enam itu merupakan daerah-daerah yang penduduknya mampu terlayani oleh tempat yang sentral tersebut.
Dalam kenyataan sehari-hari, suatu tempat yang sentral dapat berupa kota-kota besar, rumah sakit, pusat perbelanjaan (pasar), ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten, kecamatan, dan sarana pendidikan. Setiap tempat yang sentral tersebut memiliki kekuatan pengaruh untuk menarik penduduk yang tinggal di sekitarnya dengan daya jangkau yang berbeda. Sebagai contoh, ibu kota provinsi mampu menarik wilayah-wilayah kabupaten dan kota, sedangkan ibu kota kabupaten mampu menarik wilayah-wilayah kecamatan yang ada di sekelilingnya. Demikian pula ibu kota kecamatan mampu menarik wilayah-wilayah yang lebih kecil. Hal yang sama juga berlaku bagi pusat pelayanan masyarakat lainnya.


Keberadaan setiap tempat yang sentral tersebut memiliki pengaruh yang berbeda sesuai dengan besar-kecilnya suatu wilayah, sehingga terjadilah hierarki atau tingkatan tempat yang sentral. Sebagai contoh, hierarki kota sebagai pusat pelayanan masyarakat meliputi ibu kota negara, provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, dan desa (kelurahan). 


Selain berdasarkan besar-kecilnya wilayah atau pusat pelayanan masyarakat, hierarki tempat yang sentral juga dapat didasarkan atas jenis-jenis pusat pelayanan. Hierarki tempat yang sentral dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut.

1) Tempat Sentral yang Berhierarki 3 (K=3)
Tempat sentral yang berhierarki 3 adalah pusat pelayanan berupa pasar yang senantiasa menyediakan barang-barang konsumsi bagi penduduk yang tinggal di daerah sekitarnya. Hierarki 3 sering disebut sebagai kasus pasar optimal yang memiliki pengaruh 1/3 bagian dari wilayah tetangga di sekitarnya yang berbentuk heksagonal, selain memengaruhi wilayahnya itu sendiri.

2) Tempat Sentral yang Berhierarki 4 (K=4)
Tempat sentral yang berhierarki 4 dinamakan situasi lalu lintas yang optimum, artinya di daerah tersebut dan daerah-daerah di sekitarnya yang terpengaruh tempat sentral itu senantiasa memberikan kemungkinan rute lalu lintas yang paling efisien. Situasi lalu lintas optimum ini memiliki pengaruh ½ bagian dari wilayah-wilayah lain di sekitarnya yang berbentuk segi enam selain memengaruhi wilayah itu sendiri.


3) Tempat Sentral yang Berhierarki 7 (K=7)
Tempat sentral yang berhierarki 7 dinamakan situasi administrative yang optimum. Tempat sentral ini memengaruhi seluruh bagian (satu bagian) wilayah-wilayah tetangganya, selain memengaruhi wilayah itu sendiri. Contoh tempat sentral berhierarki 7 antara lain kota yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan.

Untuk dapat menerapkan teori Christaller dalam suatu wilayah, terdapat dua syarat utama yang harus terpenuhi, yaitu sebagai berikut.
  • Topografi atau bentuk lahan di wilayah tersebut relatif seragam atau homogen sehingga tidak ada bagian-bagian wilayah yang mendapat pengaruh lereng atau pengaruh lainnya yang berhubungan dengan bentuk muka bumi.
  • Kehidupan atau tingkat ekonomi penduduk relatif homogen.

3. Teori Kutub pertumbuhan
Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Poles Theory) sering pula dinamakan sebagai Teori Pusat-Pusat Pertumbuhan (Growth Centres Theory). Teori ini kali pertama dikembangkan oleh Perroux sekitar tahun 1955. Ia melakukan pengamatan terhadap proses-proses pembangunan. Menurut Perroux, pada kenyataannya proses pembangunan di mana pun adanya bukanlah merupakan suatu proses yang terjadi secara serentak, tetapi muncul di tempat-tempat tertentu dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda satu sama lain. Tempat-tempat atau kawasan yang menjadi pusat pembangunan ini disebut sebagai pusat atau kutub pertumbuhan. Dari wilayah kutub pertumbuhan ini, proses pembangunan akan menyebar ke wilayah-wilayah lain di sekitarnya. Dengan kata lain, kutub pertumbuhan dapat memberikan imbas (trickling down effect) bagi wilayah atau daerah di sekitarnya.

4. Teori Polarisasi Ekonomi
Gunnar Myrdal dan Aschman dalam Nurhadi mengemukakan sebuah teori, bahwa setiap daerah memiliki pusat pertumbuhan yang dijadikan sebagai daya tarik bagi tenaga buruh di daerah pinggiran. Teori ini disebut dengan teori polarisasi ekonomi. Selain menjadi daya tarik para tenaga terampil, modal, dan barang-barang dagangan yang dapat menunjang pertumbuhan suatu lokasi. Dari waktu ke waktu, wilayah tersebut akan terbentuk pertumbuhan yang semakin pesat atau disebut juga dengan polarisasi pertumbuhan ekonomi. Teori ini menggunakan konsep pusat-pinggiran (core periphery).

Namun, dalam konsep ini merugikan daerah pinggiran. Hal ini perlu diatasi melalui cara seperti membatasi migrasi, mencegah keluarnya modal dari daerah pinggiran, dan melakukan pembangunan di daerah pinggiran

Minggu, 23 September 2018

Pembahasan Latihan Soal Geografi "Materi Wilayah dan Perwilayahan" kelas XII

Materi Wilayah, Konsep Wilayah, Perwilayahan, dan Teori Pertumbuhan 

Tingkat kesulitan: C2
1. Geografi mengartikan wilayah sebagai...... 
A. Daerah administrasi berupa provinsi 
B. Kota di bawah provinsi secara administratif
C. Kabupaten di bawah provinsi secara administratif 
D. Daerah yang memiliki karakteristik tertentu yang berbeda dengan wilayah sekitarnya 
E. Daerah yang memiliki karakteristik tertentu yang tidak berbeda dengan wilayah sekitarnya

Tingkat kesulitan: C2
2. Formal region adalah wilayah yang terbentuk karena adanya....
A. Kenampakan yang sama
B. Kenampakan hampir sama
C. Perbedaan Kenampakan
D. Perbedaan Kondisi Alam
E. Alam budaya yang berbeda

Tingkat kesulitan: C2
3. Wilayah fungsional bersifat lebih dinamis dibandingkan wilayah formal. Alasan yang mendasari kondisi tersebut adalah wilayah fungsional memiliki karakteristik.....
A. Berkembang di daerah yang memiliki jenis tanah yang sama
B. Lebih menekankan pada aspek perkembangan wilayah
C. Mengembangkan satu jenis usaha unggulan
D. Memiliki penggunaan lahan berpola umum
E. Berupa aktivitas industri dan pertanian

Tingkat kesulitan: C2
4. Kelompok wilayah formal berdasarkan bentuk lahan ditunjukkan oleh kolom
A.
Daerah Karst
Dataran Aluvial
Gumuk Pasir
B.
Hutan Hujan
Gutan Musim
Pemukiman
C.
Sawah
Pemukiman
Sabana
D.
Lembah
Sawah
Pemukiman
E.
Gunung
Dataran Aluvial
Pemukiman

Tingkat kesulitan: C2
5. Perhatikan wilayah berikut ini !
    1) Provinsi
    2) Kota
    3) Kota perbelanjaan
    4) Daerah hutan
Wilayah fungsional ditunjukkan oleh nomor.....
A. 1) dan 2)
B. 1) dan 3)
C. 2) dan 3)
D. 2) dan 4)
E. 3) dan 4)

Tingkat kesulitan: C3
6. Perhatikan ciri-ciri wilayah berikut ini !
    1) Memiliki batas-batas administrasi
    2) Memiliki pemerintahan yang berdaulat
    3) Memiliki status hukum
    4) Dipimpin seorang kepala pemerintahan
Klasifikasi wilayah formal sesuai pernyataan di atas didasarkan pada kondisi.....
A. Ekonomi
B. Adat
C. Pertumbuhan
D. Pembangunan
E. Politik

Tingkat kesulitan: C2
7. Perhatikan wilayah formal di bawah ini!
    1) Pegunungan
    2) Kawasan industri
    3) Perbukitan kapur
    4) Kawasan pertanian
    5) Dataran rendah
    6) Kawasan perkebunan
Wilayah formal yang bersifat sosial ekonomi ditunjukkan oleh nomor......
A. 1), 2), dan 3)
B. 2), 3), dan 4)
C. 2), 4), dan 6)
D. 3), 4), dan 5)
E. 4), 5), dan 6)

Tingkat kesulitan: C2

8. Wilayah fungsional terbentuk karena adanya.....
A. Beberapa pusat kegiatan yang saling berhubungan
B. Pembagian wilayah administrasi suatu negara
C. Pemusatan penduduk pada suatu wilayah
D. Pemberian kekuasaan kepada seorang pemimpin
E. Kebutuhan manusia yang beraneka ragam

Tingkat kesulitan: C2

9. Perwilayahan yang didasarkan oleh fenomena geografi ditunjukkan oleh kolom


A.
Informal
Formal
Fungsional
B.
Regional
Global
Kewilayahan
C.
Pegunungan
Dataran rendah
Pantai
D.
Sumber Daya
Kemampuan
Fasilitas
E.
Tenaga Kerja
Sumber daya
Fasilitas

Tingkat kesulitan: C2

10. Usaha yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pewilayahan adalah.....
A. menentukan garis lintang di permukaan bumi
B. mengelompokkan kawasan di muka bumi
C. menggeser patok tapal batas negara lain
D. memperkirakan wilayah tertentu
E. mengekpansi negara-negara tertentu

Tingkat kesulitan: C3

11. Perhatikan indikator berikut ini !
    1) wilayah kompleks instansi pemerintahan
    2) wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi
    3) wilayah pusat perdagangan
    4) wilayah pusat pendidikan
    5) wilayah kaya sumber daya alam
Wilayah yang berkembang menjadi pusat pertumbuhan harus memiliki daya dukung yang memadai. Indikator yang mendukung suatu wilayah dapat dapat berkembang sebagai pusat pertumbuhan ditunjukkan oleh nomor......
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 3), dan 5)
C. 2), 3), dan 4)
D. 2), 3), dan 5)
E. 3), 4), dan 5)

Tingkat kesulitan: C2

12. Pusat pertumbuhan dirancang untuk mendorong pengembangan kawasan sekitarnya, khususnya dalam hal perkembangan ekonomi. Salah satu pengaruh pusat pertumbuhan terhadap bidang ekonomi adalah.....
A. meningkatkan asimilasi dan akulturasi
B. meningkatkan mobilitas penduduk
C. Arus informasi dan komunikasi semakin terbuka
D. Pemanfaatan sumber daya semakin optimal
E. Munculnya berbagai jenis mata pencaharian baru

Tingkat kesulitan: C2
13. Pengaruh pusat pertumbuhan sebagai berikut:
    1) mengoptimalkan eksploitasi SDA
    2) meningkatkan pertumbuhan penduduk
    3) mendorong pergeseran nilai di masyarakat
    4) mendorong bergesernya status sosial
    5) mendorong terbentuknya jiwa wirausaha
Pengaruh pusat pertumbuhan terhadap sosial budaya masyarakat ditunjukkan pada nomor......
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 3), dan 5)
C. 2), 3), dan 4)
D. 2), 4), dan 5)
E. 3), 4), dan 5)

Tingkat kesulitan: C2

14. Perhatikan pernyataan berikut ini !
    1) lokasi pusat pemerintahan
    2) wilayah pusat pelayanan berupa pasar yang 
         responsif terhadap ketersediaan barang dan jasa
    3) konsumen di tempat yang lebih kecil terbagi 
         ke dalam tiga kelompok
    4) mampu memberikan kemampuan rute lalu lintas 
         yang paling efisien
    5) sering disebut kasus pasar optimal
Ciri-ciri wilayah pusat pertumbuhan berhirarki tiga ditunjukkan oleh nomor......
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 3), dan 5)
C. 2), 3), dan 4)
D. 2), 3), dan 5)
E. 3), 4), dan 5)

Tingkat kesulitan: C2

15. Menurut tempat sentral, ciri kota yang dapat menjadi pusat pertumbuhan adalah.....
A. miskin dan terbelakang
B. terletak di daerah gersang
C. alami dan baru terbentuk
D. memiliki banyak penduduk
E. sebagai ibu kota pemerintahan

Tingkat kesulitan: C2
16. Perhatikan hal-hal berikut!
    1) usaha warung makan
    2) toko sepatu
    3) peternakan ular
    4) industri penyamakan kulit
    5) penyewaan rumah kost
kekuatan sentripetal yang dihasilkan dari pembangunan industri sepatu kulit ditunjukkan oleh nomor.....
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 3), dan 5)
C. 2), 3), dan 4)
D. 2), 3), dan 5)
E. 3), 4), dan 5)

Tingkat kesulitan: C2
17. Pembentukan pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia bertujuan untuk.........
A. memfokuskan pembangunan pada wilayah yang masih terbelakang
B. merangsang perpindahan penduduk dari daerah miskin ke daerah sejahtera
C. mengalihkan pusat orientasi industri dan teknologi dari satu kota ke kota lainnya
D. mengeksploitasi SDA daerah tertentu untuk kepentingan industri
E. memunculkan wilayah maju yang mampu memicu pembangunan wilayah sekitar
Baca: Pusat-pusat Pertumbuhan di Indonesia

Tingkat kesulitan: C2

18. Dampak positif pembentukan pusat pertumbuhan bagi suatu negara adalah......
A. mempermudah pelayanan kepada masyarakat
B. mempercepat kemajuan daerah terpencilC. memperlancar pemasaran hasil industri
D. menunjang sektor industri dan sosialE. menarik wisatawan asing

Tingkat kesulitan: C2
19. Wilayah yang mengalami penurunan tingkat ekonomi daerah dan daerahnya sulit berkembang. Daerah ini biasanya tertekan secara sosial dan ekonomi sehingga cenderung menjadi daerah yang tertinggal dibandingkan dengan daerah lainnya. Wilayah tersebut termasuk dalam......
A. core region
B. resource region
C. development axes
D. special problem region
E. depresed region

Tingkat kesulitan: C2
20. Perkembangan pembangunan di pusat pertumbuhan yang pesat dapat mendorong arus urbanisasi dari wilayah luar pusat pertumbuhan. Solusi untuk penanganan tingginya arus urbanisasi ke pusat pertumbuhan yaitu.....
A. penguatan adat istiadat di daerah
B. pembangunan fasilitas pendidikan di kota
C. pemusatan daerah industri di daerah kota
D. pengembangan fasilitas umum di pusat pertumbuhan
E. penciptaan pusat-pusat pertumbuhan baru di daerah

Tingkat kesulitan: C3

21. Perhatikan tabel di bawah ini !
Wilayah
Jumlah jalan
Jumlah kota
P
7
4
Q
18
20
R
8
4
S
11
5
T
12
9
Berdasarkan teori yang dikemukkan oleh Kansky, konektivitas tertinggi terdapat di wilayah.......

A. P
B. Q
C. R
D. S
E. T
Baca: Daya Dukung Pertumbuhan Wilayah

Tingkat kesulitan: C4
22. Jumlah penduduk kota P= 1.500.000 dan penduduk kota Q = 500.000 jiwa, dan jarak antara kedua kota sejauh 30 km. Seorang investor akan membangun pusat perbelanjaan di antara kedua kota tersebut. Sebaiknya berlokasi pada jarak............. dari kota P ke arah kota Q.
A. 9,50 km
B. 10,99 km
C. 12,05
D. 15,90
E. 19,01
Baca: Daya Dukung Pertumbuhan Wilayah

Tingkat kesulitan: C4 

23. Salah satu program pemerintah dalam pembangunan adalah pengembangan industri. Arah kebijakan pemerintah dengan menjadikan Indonesia sebagai negara industri merupakan kebijakan yang strategis karena......
A. masyarakat menjadi lebih konsumtif sehingga mampu meningkatkan pasar
B. penguasaan teknologi meningkat sehingga mampu bersaing dengan negara maju
C. lapangan kerja menjadi luas sehingga struktur perekonomian lebih berkembang
D. banyaknya barang hasil industri menjadi pola hidup masyarakat lebih modern
E. sektor pertanian yang kurang menguntungkan lebih tergantikan dengan industri

Tingkat kesulitan: C2
24. Pembangunan prasarana transportasi antar wilayah memberikan pengaruh terhadap interaksi keruangan berupa unsur.......
A. mobilitas
B. aksesibilitas
C. komplementaritas
D. tranferbilitas
E. intervening opportunity

Tingkat kesulitan: C3
25. Beberapa pusat pertumbuhan baru di Indonesia yang muncul karena potensi gas alam ditunjukkan pada baris.......
A
Natuna
Jambi
B
Palembang
Jambi
C
Cilacap
Soroako
D
Balikpapan
Pekanbaru
E
Arun
Bontang

Pangan Lokal Indonesia, Potensi Besar yang Belum Dimanfaatkan Secara Optimal

Alex Citra 2026 Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Kekayaan tersebut tidak...

Chiba University, Japan

Chiba University, Japan